Arsip untuk November, 2008

ap4

JELANG akhir tahun ini, beberapa pabrikan sepeda motor dunia tengah bersiap meluncurkan model-model terbaru sebagai produk andalan mereka di Eropa dan Amerika Serikat. Persaingan motor dunia pun akan kiah heboh tahun depan, beberapa pabrikan motor dunia sudah menyiapkan senjata baru.
Ada pabrikan yang meluncurkan model terbaru, namun ada pula yang memperbarui versi motor sebelumnya. Seperti nampak pada gelaran 6th International Motorcycle and Scooter Fair (Intermot) di Cologne, Jerman yang berlangsung dari 8-12 Oktober 2008. Perang model baru sepeda motor sport pun terjadi.
Guna menjaga pamornya tiap pabrikan sepeda motor menampilkan produk terbaiknya, seperti salah satu pabrikan motor asal Jepang, Kawasaki. Empat varian terbaru Kawasaki antara lain ZX-6R, ER6, VN1700, dan KLX250. Sementara produk lainnya juga mengalami penyegaran dengan perubahan dalam skala kecil (minor change).

imgp2027

Kemudian Yamaha meluncurkan model YZF-R1 2009, XJ6 Diversion, XVS950 Midnight Star, WR125X, dan WR125R. Sementara <i>minor change<p> yang dilakukan Yamaha untuk semua jajaran motornya yang telah dirilis sebelumnya adalah hanya dalam segi warna saja.
Untuk motor terbaru Suzuki ada sesuatu yang berbeda ditampilkan Suzuki. Selain ajang Paris Motor Show 2008 yang diselenggarakan pada awal Oktober ini, Intermot Show juga menjadi momentum pihak Suzuki Global untuk memperkenalkan rancangan motor terbarunya.
Suzuki Gladius 650 diperkenalkan pada ajang Paris Motor Show, sementara model Suzuki GSX-R1000 juga akan mengalami perubahan dalam hal performa mesin. Lansiran GSX-R1000 untuk 2009 akan memiliki mesin baru yang berdimensi lebih kompak 59 milimeter (mm) dari versi tahun sebelumnya.
Di luar lingkaran pabrikan asal Jepang, produsen sepeda motor asal Italia, Aprilia juga kian agresif dalam memasarkan produk-produknya. Baik itu untuk keperluan balapan hingga motor komersil yang dilempar dipasaran dunia.

apriliars125
Aprilia model RSV4 tampil sebagai bukti keseriusan pabrikan tersebut. Sesumbar pun keluar dari pabrikan yang telah mengeluti dunia balap motor selama 16 tahun itu. Aprilia mengklaim teknologi motor sport ini lebih canggih dibandingkan dengan kendaraan roda dua sekelasnya.
Lalu, pabrikan Ducati meluncurkan GT1000. Berbagai sentuhan bergaya klasik nampak dominan di sepeda motor yang menggunakan mesin 992cc L-Twin Desmodromic ini hasilnya tentu suatu bentuk tampilan motor sport yang menawan. Sebagai tuan rumah, pabrikan BMW juga tidak mau ketinggalan. Generasi penerus K1200S diperlihatkan dengan perubahan pada sektor mesin yang sebelumnya hanya berkapasitas 1.157 cc meningkat menjadi 1.300 cc.
Peluncuran model-model motor terbaru untuk kawasan Eropa dan Amerika Serikat pada ajang Intermot Show, menandakan pasar sepeda motor besar dengan kapasitas besar masih menjadi prioritas pabrikan sepeda motor dunia untuk mendapatkan pangsa pasar di kawasan tersebut. Kini tinggal bagaimana teknologi motor tersebut dapat dibuktikan tangguh kepada para konsumennya.

yamaha_2007_yzf_r1_r

Iklan

09spbk_r1_bk_a3_disclaimer135_8b584cacBEBERAPA pekan lalu salah satu pabrikan sepeda motor terbesar di Indonesia meluncurkan motor sport terbaru. Di tengah krisis dan menurunnya daya beli masyarakat, justru pabrikan tersebut meluncurkan motor baru dengan tipe sport pula. Apa gerangan yang membuat pabrikan itu sangat optimis  mampu menembus pasar motor tipe sport ini.
Jika melihat data dari Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), penjualan untuk tipe sport secara perlahan naik. Terbukti dari semua tipe motor sport pada awal tahun 2008 mencatatkan angka penjualan sebesar 38,308 unit meningkat menjadi  42.257 unit pada akhir Oktober.
Dengan total secara keseluruhan terhitung Januari hingga Oktober 2008 mencapai 438.392 unit atau mampu meraih 8,2% pangsa pasar keseluruhan tipe motor. Angka tersebut tumbuh 119% dari pencapaian motor sport setahun silam.
Peringkat pertama masih diduduki Honda dengan 42,4% pangsa pasar atau membukukan penjualan 185.935 unit. Kemudian disusul dengan Yamaha sebanyak 127.997 unit (29,2%) dan posisi selanjutnya ditempati Suzuki 101.441 unit (23,1%) dan Kawasaki 23.016 unit (5,3%).
Walaupun Honda unggul, tapi pangsa pasarnya terus tergerus. Hal itu terlihat pada awal tahun Honda mengumpulkan angka penjualan 18.046 unit, tapi terus menurun hingga 15.395 unit di Oktober 2008. Berbeda dengan Yamaha yang terus meningkat dari 7.844 unit menjadi 13.724 unit.
Manager Promosi PT Yamaha Kencana Motor Indonesia Herry Setiono mengungkapkan bahwa, konsumen Yamaha saat ini adalah konsumen yang loyal sehingga tidak akan terguncang dengan produk apapun. “Ini soal kepercayaan, jadi kenapa mesti takut,” tegasnya.

Posted: November 27, 2008 in unik

GERMANY-AUTO-FAIR-MOTOR-SHOW-OFFBEAT

GERMANY-AUTO-FAIR-MOTOR-SHOW-OFFBEAT: A motorcycle of the Sbarro Aero brand by Italian born designer Franco Sbarro is presented on November 13, 2008 to promote the Essen Motor Show on the fair grounds in Essen, western Germany. During the motor sport fair running from November 29 to December 7, 2008, around 500 exhibitors from 19 countries will present their latest products.

GERMANY AUTO FAIR MOTOR SHOW OFFBEAT

Posted: November 27, 2008 in unik

GERMANY-AUTO-FAIR-MOTOR-SHOW-OFFBEAT

Motor Besar Sesungguhnya

Posted: November 27, 2008 in unik

GERMANY-AUTO-FAIR-MOTOR-SHOW-OFFBEAT

Penjualan Motor Bekas

IMBAS krisis ekonomi global yang melanda dunia, kini tengah dirasakan berbagai kalangan industri. Tidak terkecuali produsen sepeda motor dunia. Tiga pabrikan Jepang dikabarkan akan mengurangi produksi mereka tahun depan.
Mengutip kantor berita Reuters, tiga pabrikan asal Jepang yakni, Honda, Yamaha dan Suzuki akan melakukan pengurangan produksi sepeda motor berkapasitas 250cc ke atas dalam kisaran 10% hingga 20%. Walaupun tidak ada pernyataan resmi dari ketiga prinsipal Jepang tersebut, namun berita semakin dikuatkan dengan pemberitaan dari harian bisnis Jepang Nikkei.
Menurut surat kabar tersebut, produsen sepeda motor terkemuka Honda Motor Co berencana mengurangi produksinya 10% untuk tahun hingga Maret 2009. Kemudian, perusahaan sepeda motor terbesar kedua, Yamaha Motor Co telah memangkas proyeksi produksinya 20% untuk sepeda motor besar 250cc di pabrik utamanya di Iwata menjadi 350.000 dari 360.000 unit. Yamaha juga berencana menurunkan produksinya di Italia pada akhir tahun ini karena penjualan di Eropa turun tajam.
Lalu, Suzuki Motor Corp juga akan mengurangi produksi domestik sepeda motor dan <i>buggy carts<p> untuk tahun hingga Maret 2009 sebesar 7% dari setahun sebelumnya menjadi 509.000 unit, harian itu melaporkan Suzuki telah memproyeksikan penjualan sepeda motornya di Amerika Serikat akan turun sekitar 19% menjadi 100.000 unit untuk tahun fiskal berjalan.
Ekspor sepeda motor Jepang diperkirakan turun menjadi di bawah 600.000 unit tahun ini, turun sekitar 20% dari tahun lalu atau kurang dari seperlima produksi selama musim puncak pada 1980-an. Menghadapi prospek penurunan penjualan berkepanjangan di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa, produsen sepeda motor Jepang meningkatkan upaya untuk memicu operasional mereka di ekonomi-ekonomi sedang berkembang di Asia dan Amerika Utara.
Hal itu dibuktikan pabrikan Jepang yang memproduksi produknya itu di Indonesia. Rumor pengurangan produksi sepeda motor tidak terlalu ditanggapi serius oleh agen tunggal pemegang merek (ATPM) di Indonesia. Terbukti dari rencana PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) akan meningkatkan kapasitas pabriknya di Karawang, Jawa Barat.
Peresmian perluasan pabrik itu rencananya akan dilakukan pada 12 November. “Meskipun krisis, rencana investasi ini terhenti begitu saja. Kapasitas terpasang pabrik akan ditingkatkan dari 3.000 unit per hari menjadi 6.000 unit per hari atau 1,4 juta unit per tahun,” kata Wakil Presiden PT YMKI Dyonisius Beti saat menghadiri peresmian gudang penyimpanan suku cadang di Cibitung, Jawa Barat, Senin (3/11).
Beti mengatakan, saat ini YMKI tengah melakukan penghitungan berapa banyak peningkatan yang akan direalisasikan. Namun, lanjutnya, Yamaha menargetkan akan menaikan kapasitas produksinya akan mencapai 3 juta unit per tahun. Saat ini, kapasitas produksi perusahaannya telah mencapai 2,4 juta unit.
Kapasitas ini, kata Beti, telah naik 600.000 dari sebelumnya 1,8 juta unit pada tahun sebelumnya. “Untuk peningkatan 600.000 unit, kami mengeluarkan dana sebesar USD70 juta dan akan terealisasi tahun ini,” lanjutnya.
Sementara ATPM Suzuki PT Indomobil Niaga Internasional (IMNI) mengungkapkan hingga kahir tahun 2008 tidak akan terjadi perubahan besar perihal tingkat produksi. Menurut Edi Darmawan, selaku Marketing Manager Suzuki R2 IMNI, kini pihak Suzuki tengah mengejar inden produk sepeda motornya. “Tidak ada pengurangan produksi atau sampai terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja). Walaupun krisis tapi kondisi kita tidak separah itu,” jelasnya kepada Media Indonesia, Selasa (5/11).
Walaupun begitu, Edi menuturkan akan ada koreksi target pencapaian penjualan untuk tahun 2009. Target awal 2008 sebesar 800 hingga 900 ribuan penjualan sepeda motor Suzuki, masih akan dipakai hingga tahun yang akan datang. Namun semua itu masih akan berubah jika kondisi perekonomian khususnya untuk industri roda dua semakin membaik, tambahnya lagi.
Memang, selalu diperdebatkan antara angka dengan realitas. Apa pun alasannya, perkiraan terhadap tren perekonomian berdasarkan pada angka-angka. Angka tentang kecenderungan inflasi, ekspor, impor, konsumsi, produksi dan banyak lagi harus diperhatikan. Namun, optimisme juga harus dikedepankan agar mampu melewati krisis. (tutus@mediaindonesia.com)

Aprillia

Posted: November 25, 2008 in Uncategorized

aprilia rsv4