KRISIS MENERJANG PRODUKSI MOTOR TIDAK TERHALANG

Posted: November 27, 2008 in Uncategorized

Penjualan Motor Bekas

IMBAS krisis ekonomi global yang melanda dunia, kini tengah dirasakan berbagai kalangan industri. Tidak terkecuali produsen sepeda motor dunia. Tiga pabrikan Jepang dikabarkan akan mengurangi produksi mereka tahun depan.
Mengutip kantor berita Reuters, tiga pabrikan asal Jepang yakni, Honda, Yamaha dan Suzuki akan melakukan pengurangan produksi sepeda motor berkapasitas 250cc ke atas dalam kisaran 10% hingga 20%. Walaupun tidak ada pernyataan resmi dari ketiga prinsipal Jepang tersebut, namun berita semakin dikuatkan dengan pemberitaan dari harian bisnis Jepang Nikkei.
Menurut surat kabar tersebut, produsen sepeda motor terkemuka Honda Motor Co berencana mengurangi produksinya 10% untuk tahun hingga Maret 2009. Kemudian, perusahaan sepeda motor terbesar kedua, Yamaha Motor Co telah memangkas proyeksi produksinya 20% untuk sepeda motor besar 250cc di pabrik utamanya di Iwata menjadi 350.000 dari 360.000 unit. Yamaha juga berencana menurunkan produksinya di Italia pada akhir tahun ini karena penjualan di Eropa turun tajam.
Lalu, Suzuki Motor Corp juga akan mengurangi produksi domestik sepeda motor dan <i>buggy carts<p> untuk tahun hingga Maret 2009 sebesar 7% dari setahun sebelumnya menjadi 509.000 unit, harian itu melaporkan Suzuki telah memproyeksikan penjualan sepeda motornya di Amerika Serikat akan turun sekitar 19% menjadi 100.000 unit untuk tahun fiskal berjalan.
Ekspor sepeda motor Jepang diperkirakan turun menjadi di bawah 600.000 unit tahun ini, turun sekitar 20% dari tahun lalu atau kurang dari seperlima produksi selama musim puncak pada 1980-an. Menghadapi prospek penurunan penjualan berkepanjangan di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa, produsen sepeda motor Jepang meningkatkan upaya untuk memicu operasional mereka di ekonomi-ekonomi sedang berkembang di Asia dan Amerika Utara.
Hal itu dibuktikan pabrikan Jepang yang memproduksi produknya itu di Indonesia. Rumor pengurangan produksi sepeda motor tidak terlalu ditanggapi serius oleh agen tunggal pemegang merek (ATPM) di Indonesia. Terbukti dari rencana PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) akan meningkatkan kapasitas pabriknya di Karawang, Jawa Barat.
Peresmian perluasan pabrik itu rencananya akan dilakukan pada 12 November. “Meskipun krisis, rencana investasi ini terhenti begitu saja. Kapasitas terpasang pabrik akan ditingkatkan dari 3.000 unit per hari menjadi 6.000 unit per hari atau 1,4 juta unit per tahun,” kata Wakil Presiden PT YMKI Dyonisius Beti saat menghadiri peresmian gudang penyimpanan suku cadang di Cibitung, Jawa Barat, Senin (3/11).
Beti mengatakan, saat ini YMKI tengah melakukan penghitungan berapa banyak peningkatan yang akan direalisasikan. Namun, lanjutnya, Yamaha menargetkan akan menaikan kapasitas produksinya akan mencapai 3 juta unit per tahun. Saat ini, kapasitas produksi perusahaannya telah mencapai 2,4 juta unit.
Kapasitas ini, kata Beti, telah naik 600.000 dari sebelumnya 1,8 juta unit pada tahun sebelumnya. “Untuk peningkatan 600.000 unit, kami mengeluarkan dana sebesar USD70 juta dan akan terealisasi tahun ini,” lanjutnya.
Sementara ATPM Suzuki PT Indomobil Niaga Internasional (IMNI) mengungkapkan hingga kahir tahun 2008 tidak akan terjadi perubahan besar perihal tingkat produksi. Menurut Edi Darmawan, selaku Marketing Manager Suzuki R2 IMNI, kini pihak Suzuki tengah mengejar inden produk sepeda motornya. “Tidak ada pengurangan produksi atau sampai terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja). Walaupun krisis tapi kondisi kita tidak separah itu,” jelasnya kepada Media Indonesia, Selasa (5/11).
Walaupun begitu, Edi menuturkan akan ada koreksi target pencapaian penjualan untuk tahun 2009. Target awal 2008 sebesar 800 hingga 900 ribuan penjualan sepeda motor Suzuki, masih akan dipakai hingga tahun yang akan datang. Namun semua itu masih akan berubah jika kondisi perekonomian khususnya untuk industri roda dua semakin membaik, tambahnya lagi.
Memang, selalu diperdebatkan antara angka dengan realitas. Apa pun alasannya, perkiraan terhadap tren perekonomian berdasarkan pada angka-angka. Angka tentang kecenderungan inflasi, ekspor, impor, konsumsi, produksi dan banyak lagi harus diperhatikan. Namun, optimisme juga harus dikedepankan agar mampu melewati krisis. (tutus@mediaindonesia.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s