SAMBUT TAHUN BARU DENGAN HARGA BARU

Posted: Januari 14, 2009 in bisnis

MOTOR MASUK TOLPREDIKSI beratnya industri otomotif nasional khususnya roda dua di 2009 semakin terlihat jelas. Tekanan industri otomotif terjadi terhadap hampir semua jenis dan merek. Hal ini disebabkan masalah yang sama, yaitu krisis global. Krisis keuangan global yang melanda dunia menghantam industri otomotif tak hanya di belahan Amerika dan Eropa sana, tapi juga berimbas pada otomotif Tanah Air. Nilai tukar rupiah (exchange rates) yang terpuruk, membuat melonjaknya harga suku cadang kendaraan yang masih diimpor.

Seperti dialami pemegang merek Suzuki di Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) yang di awal tahun ini kembali mengungkapkan kenaikan harga jual sepeda motornya. Menurut Edi Darmawan, 2W marketing promotion & dealer development manager SIM, penyebab naiknya harga jual karena komponen motor Suzuki masih banyak impor.

Sebelumnya, kenaikan harga tersebut hanya diumumkan pabrikan Suzuki pada Juli 2008 lalu. Jika membandingkan Juli 2008 dengan Januari 2009, maka kenaikan di tiap tipe Suzuki sekitar Rp300-400 ribuan. Namun jumlah kenaikan sebesar itu ditampik Edi, “Kenaikan ini sebenarnya telah terjadi bertahap sejak November dan Desember lalu. Sehingga jika dibandingkan Desember lalu harga motor Suzuki hanya naik sekitar Rp200 ribuan.”

foto123

Sementara itu pabrikan Jepang lainnya yaitu Yamaha. Hingga saat ini belum menyampaikan pengumuman resmi perihal kenaikan harga produk-produknya. Menurut Wakil Presdir PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), Dyonisius Beti, semua merek biasanya otomatis setiap awal tahun menyesuaikan harga 3%-5%.

“Yamaha akan ikut adjust up secara bertahap. Semua itu melihat daya beli dan kompetisi. Bulan-bulan mendatang Yamaha naik step by step 5%,” ujarnya.
Faktor tingkat inflasi sebesar 11%, lalu pelemahan Rupiah terhadap US Dollar dan Yen membuat bahan baku sepeda motor menjadi meningkat, tambah Dyon. Menaikkan harga jual sebesar 1% alias Rp 100.000-Rp 300.000, sebelumnya hanya dipaparkan Yamaha pada bulan Mei lalu. Namun kenaikan itu hanya terjadi pada model Jupiter MX, Vega R, Mio Soul, dan Vixion.

Sedangkan PT Astra Honda Motor (AHM) telah menaikkan harga jual sepeda motor sebesar 1% alias Rp 100.000 hingga Rp 200.000, secara resmi naik mulai 1 Agustus lalu. Kenaikan harga jual terjadi pada beberapa produk untuk segmen atas, seperti Mega Pro, Tiger, Supra 125, Vario, dan Beat. Sedangkan harga produk segmen menengah ke bawah, seperti Revo dan Supra Fit S tidak naik.
Sebenarnya kenaikan harga ini juga telah diprediksi Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata sebelum memasuki tahun 2009. Gunadi pada suatu kesempatan pernah memperkirakan bahwa harga sepeda motor akan naik 3%-5%.

Saat ini, menurut dia, industri sepeda motor di tanah air masih menggunakan komponen impor sebanyak 30%. Hal tersebut tentu berpengaruh pada biaya produksi yang membuat kenaikan harga sepeda motor sulit dihindari.
Gunadi merasakan bahwa perkembangan industri otomotif sangat tergantung kepada dukungan finansial dari lembaga lain (perusahaan-perusahaan pembiayaan/kredit kendaraan bermotor). “Kalau ada dukungan lembaga pembiayaan, pasti pasar otomotif akan terbentuk, kalau ada pasar berarti waktu kerja akan penuh, berarti lapangan kerja tetap terbuka,” katanya.

Ia menyebutkan, selama ini pasar otomotif atau pembelian kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4 sebesar sekitar 85% dilakukan melalui dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan. “Pembelian kendaraan bermotor baik untuk penumpang, pribadi, maupun komersial, sebagian besar menggunakan finansial support,” katanya.
AISI memproyeksikan produksi sepeda motor pada 2009 mencapai empat juta unit, turun sekitar 33,33 persen dari target produksi tahun ini yang mencapai enam juta unit.

Proyeksinya kurang dibanding tahun 2008, tapi itu hanya proyeksi sementara. Semoga seiring semangat untuk maju dan komitmen jelas bangkit dari krisis, industri otomotif khususnya roda dua kembali melangkah pasti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s