Arsip untuk April, 2009

freesytle

Kini freestyle telah berevolusi dari aktifitas yang dianggap membahayakan menjadi satu aktifitas yang dipandang menghibur. Tak ayal banyak orang senang menikmati olah raga ini.

BAN roda depan sepeda motor bertransmisi otomatik itu tiba-tiba terangkat dan bergerak maju. Sang pengendara motor itu pun tanpa raut muka cemas, penuh percaya diri terkadang melempar senyuman, melaju melibas lintasan yang dipadati penonton. Riuh tepuk tangan menyertai aksi yang dikenal dengan istilah wheelie itu, menjadi bagian atraksi freestyle. Membicarakan tren keterampilan berkendara ini, dimulai dari perkembangan istilah freestyle itu sendiri.

Dulu freestyle identik dengan olahraga basket, dan aksi tarian hip-hop. Kreatifitas dan naluri kebebasan jiwa anak muda melahirkan suatu bentuk aksi menantang dan menarik untuk disaksikan. Bentuk aksi menggunakan sepeda motor ini juga dikenal dengan nama freestyle.

angyal-zoltanBerbeda dengan Indonesia, aksi freestyle di luar negeri telah lama dikenal dan dilakukan pencinta adrenalin. Istilah akrobatik di atas motor itu lebih dikenal dengan nama stuntrider.

Dunia internasional pun telah memasukan aksi ini sebagai jenis olahraga ekstreem ini. Seperti nampak di Amerika Serikat pada 2001, salah satu perkumpulan olahraga ekstreem negara itu yakni X-treme Sport Bike Association (XSBA) secara perdana mengadakan Freestyle Sport Bike Competitions di Long Pond, Pennsylvania. Kini, di Indonesia olahraga freestyle sudah mendapatkan tempat di komunitas pencinta roda dua. Peminat freestyle tiap tahunnya meningkat dan terus bertambah. Tren akrobatik motor mulai marak sekitar tahun 2005 dan kemudian semakin ramai setahun berikutnya setelah diadakan kompetisi freestyler secara nasional yang dihelat.

Seluruh jenis motor standar seperti bebek, sport bahkan otomatik bisa digunakan. Jenis aksi standar yang dimainkan oleh para freestyler tanah air adalah wheelie dan stoppie. Wheelie sendiri adalah sebuah manuver yang dilakukan dengan mengangkat roda depan sedangkan stoppie memberhentikan motor sambil mengangkat roda bagian belakang. Dari kedua gaya tersebut kemudian dikombinasikan dengan gaya gaya ekstrem lainnya seperti wheelie sambil berputar, lepas tangan, atau stoppie dengan duduk diatas tangki bensin, dan lainnya.

Tingkat kesulitan dari aksi-aksi para freestyle ini benar-benar mendebarkan jantung. Beberapa gaya freestyler tanah air masih mengadopsi aksi-aksi stuntrider asing. Kini tak perlu jauh-jauh, keluar negeri untuk menikmati atraksi ini. Di pusat kota, daerah yang penuh keramaian anak muda, umumnya tak jauh dari alun-alun kota. Itulah orang muda, segala sesuatu mengandung unsur bahaya, kebebasan, tantangan penuh gejolak akan terus dicari-cari. angel_2

Segala aktifitas yang dapat mengekspresikan unsur-unsur tadi pasti akan diminati. “Untuk kontes freestyle, kita baru ikut tahun 2006. Kita juga sering mengikuti lomba yang diadakan di beberapa tempat di Jawa. Sudah 50 piala kita kumpulkan dari menjuarai beberapa lomba,” kata Hendra, salah seorang anggota klub freestyle, Boyolali Oto Community (BOC).

Selama ini anggota BOC belajar teknik freestyle secara otodidak dari VCD yang dibeli dari dalam maupun luar negeri. Untuk variasi gaya, biasanya mereka menciptakan sendiri, dengan menggabungkan beberapa gaya. Dua kali dalam seminggu, klub ini melakukan latihan. Salah satu anggota klub itu yaitu, Jarwanto atau dikenal dengan nama Wawan Tembong, berhasil menjadi juara nasional Freestyler U Mild U Bikers 2008 Selain sering tampil dalam lomba-lomba serupa, klub ini juga sering tampil di beberapa event otomotif. Klub-klub ekstrem seperti BOC ini, belakangan mendapat tempat spesifik.

Eksistensi mereka tidak lagi dipandang sebelah mata oleh sejumlah Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). “Ini merupakan tren baru, dan Yamaha juga telah menjadi bagian aktivitas freestyle mulai dari 2003 lalu,” ujar Indra Dwi Sunda Marketing Supervisor PT Yamaha Motor Kencana Indonesia. Keberadaan mereka ternyata tidak semata-mata untuk hiburan. ATPM menilai ajang freestyle adalah salah satu cara menarik perhatian konsumen dan menjadi ajang pembuktian ketangguhan sebuah produk otomotif mereka.

angel_3

Iklan

KAWASAKI NINJA

JAPAN/yamaha V MAX

AWAL April lalu PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif roda dua meluncurkan dua motor baru. Sosok motor itu pun berbeda dengan motor yang laiknya dijual di diler-diler sepeda motor nasional. Tampilan motor dengan teknologi mutakhir dan dibanderol dengan harga selangit, menandakan kedua motor itu didatangkan langsung dari produsennya secara utuh atau completely build up (CBU).

Masuknya PT SKN ke dalam ceruk pasar (niche market) motor CBU, membuat persaingan kategori ini semakin ramai. SKN yang membawa brand Aprilia dan Piaggio itu akan bersaing dengan pemain lama seperti PT Supermoto Indonesia (SI) dengan produk Ducati, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Tidak ketinggalan peran importir umum (IU) yang juga sangat berpengaruh dan serius menggarap pasar motor-motor CBU.

Lantas muncul pertanyaan atas keberanian perusahaan-perusahaan itu mendatangkan motor-motor ‘mahal’ dalam bisnis otomotif roda dua nasional. Apakah Indonesia telah menjadi pasar yang potensial untuk penjualan motor-motor CBU? Menilik proyeksi dan hasil penjualan masing-masing agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor CBU. Rata-rata dari mereka mampu menjual produk sesuai targetnya. Seperti nampak pada salah satu produk motor CBU milik Kawasaki, yaitu Ninja 250. Motor yang didatangkan dari Thailand ini, saat diluncurkan pada pertengahan tahun lalu ditargetkan mampu terjual 5 ribu unit hingga akhir 2008.

Target itu pun tidak meleset, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesi (AISI) untuk Ninja 250R, selama 2008 KMI berhasil menjual 5.616 unit. “Jangan melihat apakah itu motor CBU atau bukan, tapi model atau tampilan dari motor itu yang menjadi daya pikat konsumen untuk membeli suatu motor,” jelas Freddyanto Basuki, Marketing & Research development departemen marketing divisionKMI.

Faktor penguat Kawasaki Ninja 250 laris manis di pasar adalah tidak adanya rival di kategori tersebut. Faktor tampilan dan harga yang relatif tidak terlalu mahal dibandingkan motor-motor CBU lainnya membuat angka penjualan motor Kawasaki ini terus meningkat. “Melihat kondisi sekarang kami menargetkan untuk Ninja 250 akan mampu meraih 9 hingga 10 ribu unit tahun ini,” tambah Freddy.

Berbeda dengan Kawasaki, realisasi penjualan sepeda motor mewah asal Italia, Ducati, pada 2008 terkoreksi 8 unit menjadi hanya 20 unit, dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Menurut Agustus Nugroho, Presiden Direktur PT SI penurunan penjualan itu karena banyak konsumen yang membatalkan pesanan saat nilai tukar dolar AS merangkak naik terhadap rupiah. Harga Ducati saat ini, jelasnya, berkisar antara Rp300 juta dan Rp600 juta.

Selain itu, tambahnya, tipe terbatas (limited edition) dibanderol dengan harga jual mulai dari Rp1 miliar hingga lebih. Selama ini penyebab utama tingginya harga motor besar di Indonesia tak lain adalah pajak. Harga produk motor CBU saat ini dikenakan pajak bea masuk, pajak barang mewah, pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan, dan pajak balik nama. Sementara Suzuki yang telah memasarkan varian motor CBU berkapasitas mesin antara 400 cc hingga 1.300 cc, yaitu GSR 600, GSX 600, Skywave 600, Skywave 400, Hayabusa 1.300, M1800R, dan B King tidak mematok target tertentu.

Penjualan motor-motor itu pun setahun silam tidak begitu besar, sekitar 50 unit saja. Lalu bagaimana nasib Aprilia mendatang bersama PT SKN? Dengan mematok total target penjualan kedua motor CBU itu sebanyak 125 unit per tahun. Optimisme masih jelas tampak dari ATPM yang melepas motornya seharga Rp 99 juta dan Rp 52 juta itu.

DUA bulan pertama 2009 total angka penjualan motor nasional masih mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah di Januari turun sebesar 22,2%, kini menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menyimpulkan bahwa Februari kembali terjadi penurunan 16,5% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

MEMANFAATKAN JALAN PONDASI JORR
 Penurunan penjualan motor ini seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat. Atas landasan itu beberapa lembaga pembiayaan menurunkan target pembiayaan untuk produk otomotif, khusus roda dua lembaga seperti WOM Finance dan Federal International Finance (FIF) mematok akan terjadi penurunan realisasi kredit sekitar 7 hingga 10%.
 “Tahun 2009 perseroan menargetkan pembiayaan sebanyak 450 ribu unit sepeda motor atau senilai Rp5 triliun. Jika mengacu pada realisasi pembiayaan 2008, angka ini turun tipis sebesar 7%,” jelas Presiden Direktur WOM Finance Suwandi Wiratno.
 Lembaga pembiayaan yang memiliki pangsa 35% pada pembiayaan kendaraan bermotor ini hanya menyetujui sekitar 70% dari permohonan pembiayaan yang diajukaan. Agar tidak terjadi kredit macet WOM Finance meningkatkan prosentase uang muka dari 10% menjadi 12,5%. Peningkatan tersebut dilakukan sejak November 2008 lalu.
 Sementara Wakil Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIF) Taufik Noograha memprediksi pengajuan kredit sepeda motor tahun ini akan turun sebesar 9,4% menjadi 850 ribu unit motor dari 930 ribu unit tahun lalu.
 Kendati terjadi pengetatan proses kredit sepeda motor, namun harapan tumbuh dan membaiknya penjualan motor masih terbuka. Berbagai momentum positif terlihat pada awal tahun ini dan bahkan bisa menjadi peluang bagi industri ini untuk meningkatkan penjualan unit sepeda motor.
trb-200903-0009141

Menurunnya tingkat suku bunga Bank Indonesia (SBI), dari sebelumnya 9,25% pada awal Desember 2008 menjadi 7,75% pada Maret ini bisa dijadikan sinyalemen menurunnya bunga kredit sepeda motor.
 Salah satu pelaku industri otomotif roda dua, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) memperkirakan penjualan sepeda motor akan kembali tumbuh seiring dengan menurunnya SBI tersebut. Melalui wakil presiden PT YMKI, Dyonisius Beti menilai hal itu akan menggairahkah kembali pasar sepeda motor nasional.
 “Sejak awal Maret 2009, kita telah menurunkan suku bunga kredit yang mencapai 1,5 sampai 3%. Semoga hal tersebut dapat kembali menggairahkan pasar sepeda motor di Indonesia” tuturnya.
 Pernyataan dari pihak Yamaha itu juga disampaikan perusahaan multifinance. FIF mengaku terus menurunkan tingkat bunga untuk menarik minat konsumen.  “Kami telah menurunkan bunga pembiayaannya sebesar 2%. Dari 34% pada Februari 2009 menjadi 32% per Maret 2009,” ujar Margono Tanuwidjaja, Direktur Pemasaran FIF.
 Kendati demikian, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia menilai, dampak positif itu masih memerlukan waktu. “Jika BI rate sudah diturunkan, apakah bank-bank sudah merata menurunkan tingkat bunganya,” ujarnya.

dok-tvs

SEKITAR 50 pemilik sepeda motor TVS, Sabtu (28/3) berkesempatan gratis nonton bareng konser Iwan Fals, Brand Ambassador TVS Motor. Dengan bantuan koordinasi dari para pengurus TVS Motor Community (TMC) Chapter Jakarta, mereka melakukan turing menuju kediaman Iwan Fals di Desa Leuwinanggung Cibubur, Jawa Barat.
 Gratis nonton bareng konser Iwan Fals ini pun disambut baik oleh para pengurus dan anggota TMC, selain tentunya para pemilik sepeda motor TVS. “Kami senang sekali mendapat kesempatan nonton konser bulanan Bang Iwan Fals kali ini, selain beliau Brand Ambassador TVS Motor, beliau juga seorang bikers sejati” ujar Herman Pero, Ketua TMC Chapter Jakarta di tengah-tengah konser tersebut.

DI tengah kisruhnya tim hijau Kawasaki dalam menyambut musim balap MotoGP 2009 akibat krisis global. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) selaku agen tunggal pemegang merek motor Kawasaki di Indonesia justru menggelar ajang balap One Make Race (OMR) kategori motor sport standar Ninja 150 cc dan Ninja 250 cc.

kawasakiLalu apa alasan KMI  Freddyanto Basuki, Marketing & Research development departemen marketing division KMI pun menjawab. “Kita tidak mau tertinggal, semua pabrikan menggelar OMR, begitupun Kawasaki, melalui ajang balap ini diharapkan dapat menjadi refrensi pemakai Kawasaki.”
 Walaupun hanya sebagai supporting race pada perhelatan perdana Indonesia Grand Prix (Indoprix) yang berlangsung Sabtu-Minggu, (14-15/3) di Sirkuit International Sentul, Jawa Barat. Namun, minat peserta yang mengkuti ajang tersebut cukup antusias. Tercatat 19 peserta mengikuti kelas Kawasaki Ninja 150cc dan di kelas Kawasaki Ninja 250 cc diikuti 23 pembalap.
 “Antusias masyarakat cukup tinggi, pesertanya sampai membludak, oleh karena itu jumlah peserta saat ini kami batasi hanya kurang lebih 30 peserta saja,” terang Freddyanto.
 Hal itu juga dilandasi dengan fakta bahwa Ninja 250R sebagai generasi Ninja 4-tak 250 cc pertama yang diproduksi Kawasaki ini memang sangat diminati masyarakat. Sebelumnya Ninja 2-tak 150 cc telah mendominasi angka penjualan Kawasaki secara keseluruhan.

kawasaki2
 Dengan Super Sport Styling Bodywork, Ninja 250R juga menunjukkan image sport yang kental sekali dan di tengah performanya sebagai motor gede (moge).
 Menurut Freddyanto rencananya gelaran OMR ini akan diadakan ditiap ajang Indoprix, tapi melihat kondisi sirkuit Kenjeran, dan Binuang yang dinilai belum cukup memadai, ajang ini baru bisa dilakukan di sirkuit Sentul saja.
 Penilaian Kawasaki cukup beralasan karena OMR ini khusus untuk jenis sepeda motor sport. Hal ini agak berbeda dengan OMR yang digelar merek lain yang justru memperlombakan sepeda motor bebek. 
 Untuk sistem penilaian, pria ramah ini yang datang ke Sentul dengan ditemani Mitsuhiko Okada, division manager marketing KMI itu, balap OMR Kawasaki dibagi 2 kelas. Lomba yang digelar hanya dibuka kelas non seeded, tapi pembalap pengalaman (seeded) diizinkan, tapi poinnya tidak dihitung.
 “OMR Kawasaki ini kami adakan sebagai wadah untuk komunitas, melalui balap ini kami dapat mengetahu performance kawasaki yang bisa dijadikan sebagai refrensi pengguna motor kawasaki,” kata Freddy.

*Kejutan Kawasaki Di Indoprix*
Sementara kejutan terjadi di seri perdana Indoprix 2009. Pembalap Ardhi Satya dari tim Kawasaki yang notabene pendatang baru pada ajang ini, berhasil menduduki podium 3 di kelas IP 110 cc. Bersama tim Kawasaki Elf IRC NHK Rextor Manual Tech, Ardhi mampu membuktikan diri meski baru pertama kali tampil di ajang balapan tersebut.
 “Saya bersyukur atas dukungan penuh tim, tapi semua prestasi ini tak lepas dari hasil kerja keras saya mengenal dengan baik lintasan Sentul,” ujarnya.
 Pembalap Kawasaki lainnya, Hadi Wijaya yang mengeber Kawasaki Athlete di kelas IP2 (125cc) finis kedua dengan catatan waktu terbaik 24 menit 03.201 detik. Kawasaki yang diperkuat tim Manual Tech dibawah asuhan mekanik kawakan Ibnu Sambodo ini turun dengan formasi tim lamanya. Tahun lalu Manual Tech dan dua pembalap ini bernaung di bawah bendera Suzuki, dan baru tahun ini mereka turun bersama Kawasaki.
 Diakui sang pembalapnya, Hadi Wijaya kedua motor Kawasaki yaitu, Athlete dan Blitz memiliki karakter yang berbeda. “Jika Athlete perlu penyesuaian di sirkuit yang sempit. Tapi Blitz justru lincah di sirkuit yang sempit, karena motornya yang lebih lincah,” jelasnya.
Light-sport bebek yang diberi merk Athlete ini mengandalkan suspensi berkelengkapan tabung udara besar di depan dan monoshock horizontal bottomlink unitrak system untuk suspensi belakang yang memiliki daya redam tinggi. Desain sport mutakhir terlihat jelas pada bodi motor underbone ini.
 Masalah adaptasi dengan tungangan anyar, diakuinya tidak menjadi masalah. “Setelah beberapa bulan menjajal motor Kawasaki ini, saya sudah mulai terbiasa dan siap memberikan hasil yang maksimal,” ujarnya lebih lanjut.

SEKILAS diperhatikan sepertinya kegiatan modifikasi itu sekedar kegiatan buang-buang waktu, tenaga, dan uang. Tapi, demi mengubah tampilan suatu kendaraan khususnya sepeda motor agar jadi memikat dan menjadi kebanggaan sang pengendaranya, hal itu tidak jadi suatu permasalahan.
scortpio-z-2004-16 Untuk motor harian sosok Yamaha Scorpio keluaran 2004, sudah lazim dan layak sebagai tunggangan sejati para bikers penggila motor sport. Namun, hal tersebut masih dianggap kurang gagah oleh Denny, bikers yang tinggal di daerah Pulogebang Jakarta Timur.
 Bodi seratus persen dirombak total, karena mengacu pada konsep American Drags, bodi dibuat simpel dan lengan ayun (swing arm) diperpanjang. Untuk membangkitkan sosok motor drag, fokus utama pengerjaan dilakukan sang modifikator dilakukan pada sektor kaki-kaki.
 Agar Scopie-julukan Yamaha Scorpio dapat berdiri tegak, tulang kekar Scopie dipakai milik motor Cagiva Mito, baik di suspensi depan dan buritan. Pelek Aprillia Rs 125 dibalut ban Michellin Radial dipercaya meredam aspal yang tidak rata.

scorpio-5
 Di bagian atas, bodi Scopie dirancang ulang menggunakan plat Galvanis dengan menghadirkan desain simpel, penuh lekukan tajam. Karakter motor drag yang tak lazim terlihat pada pemasangan stang Renthal yang memiliki centang lebar di kemudi serta aplikasi lampu Trail Polysport di depan.

TUNGGANGAN Yamaha YZF R6 meraung menunggu di grid ke-28. Sesaat kemudian lepas landas mencoba melibas semua trek di Sirkuit Losail, Qatar. Lap pertama terjadi pun diwarnai insiden, sejumlah pembalap bertabrakan dalam empat kecelakaan terpisah.

dok-yamaha
 Sang pembalap bernomor 5 pun selamat dari rangkaian kecelakaan itu. Dia adalah pembalap Indonesia, Doni Tata Pradita berpacu serius menundukan setiap putaran pada seri kedua kejuaraan balap motor World Supersport (WSS) itu.
 Meski cukup baik karena bisa melewati 8 pembalap di depannya. Tapi Doni hanya mampu finis ke-20 pada seri yang berlangsung pada Sabtu (14/3) lalu. Hasil ini belum mampu mengantarnya meraih poin.
 Lomba seri kedua dimenangi oleh pebalap Irlandia Eugene Laverty yang memakai CBR600RR. Andrew Piyy asal Australia yang juga memakai CBR600RR finis kedua, sedangkan posisi ketiga ditempati pembalap Inggris, Cal Crutchlow, yang memakai motor Yamaha YZF R6.
 Doni yg sempat tercecer diposisi paling buncit akhirnya mampu melewati tiga pembalap di depannya. Salah satu diantara mereka adalah Fabrizio Lai, mantan pembalap GP 250.

rommy-mi1 “Saya sebenarnya dalam posisi start yang baik, dan mampu meraih posisi yang baik pula. Dalam putaran pertama di tingkungan kedua saya bersentuhan dengan pembalap lain sehingga saya harus melebar,” jelas Doni.
 Menurut Doni setelah kejadian itu, dirinya harus melalui pembalap yang berjalan pelan. Tapi dirinya bisa melakukan hal itu dengan baik. Posisinya pun semakin baik, tapi Doni masih merasa belum puas. “Hasil balap itu tidak begitu baik, saya mau lebih di seri berikutnya. Saya minta maaf kepada masyarakat Indonesia atas hasil tersebut,” katanya.
 Pada seri pertama di Philip Island, Australia, Doni gagal finis karena motornya mengalami kerusakan. Musim 2009 merupakan musim perdana Doni di ajang World Supersport. Musim lalu, Doni menjajal kelas 250 cc Kejuaraan Dunia Balap Motor. Sebelumnya keputusan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menerjunkan Doni Tata ke arena WSS adalah sebagai batu loncatan untuk kembali beraksi di ajang Moto GP.
 “Kita harus mulai dari nol dan harus berani mencoba dengan segala kekurangannya. Kalau kemampuan meningkat, pasti ada tim di MotoGP yang melirik Doni. Namun, ini bukan hal yang mudah,” kata Bambang Asmarabudi, GM Marketing & Promotion Department YMKI.
 Dalam WSS Doni bergabung bersama tim balap MG Competition dari Prancis. MG Competition ini adalah rujukan dari Yamaha Motor Company (YMC) Jepang. Sejak tahun 2005 MG Competition sudah berpartisipasi di World Super Bike (WSBK) atau balap setingkat di atas WSS yang akan diikuti Doni.
 Selain itu sejak tahun 2003 MG Competition sudah mengembangkan berbagai racing kit untuk YMC. Jadi tak heran bila kualitas MG Competition dipercaya oleh YMC. Semoga seri berikutnya, di sirkuit Valencia, Spanyol Doni mampu mengeluarkan hasil terbaiknya dan berhasil mendapat poin. Selamat berjuang Doni.
======================================================
Hasil Lomba Seri Kedua:
1. Eugene Laverty (IRL) Parkalgar Honda CBR600RR 18 laps
2. Andrew Pitt (AUS) HANNspree Ten Kate Honda CBR600RR +0.063s
3. Cal Crutchlow (GBR) Yamaha SSP YZF R6 +0.625s
20. Doni Tata Pradita (INA) YZF Yamaha R6 +58.948s
=====================================================