Kompetisi Motor CBU Di Ceruk Pasar yang Kecil

Posted: April 20, 2009 in bisnis

KAWASAKI NINJA

JAPAN/yamaha V MAX

AWAL April lalu PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif roda dua meluncurkan dua motor baru. Sosok motor itu pun berbeda dengan motor yang laiknya dijual di diler-diler sepeda motor nasional. Tampilan motor dengan teknologi mutakhir dan dibanderol dengan harga selangit, menandakan kedua motor itu didatangkan langsung dari produsennya secara utuh atau completely build up (CBU).

Masuknya PT SKN ke dalam ceruk pasar (niche market) motor CBU, membuat persaingan kategori ini semakin ramai. SKN yang membawa brand Aprilia dan Piaggio itu akan bersaing dengan pemain lama seperti PT Supermoto Indonesia (SI) dengan produk Ducati, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Tidak ketinggalan peran importir umum (IU) yang juga sangat berpengaruh dan serius menggarap pasar motor-motor CBU.

Lantas muncul pertanyaan atas keberanian perusahaan-perusahaan itu mendatangkan motor-motor ‘mahal’ dalam bisnis otomotif roda dua nasional. Apakah Indonesia telah menjadi pasar yang potensial untuk penjualan motor-motor CBU? Menilik proyeksi dan hasil penjualan masing-masing agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor CBU. Rata-rata dari mereka mampu menjual produk sesuai targetnya. Seperti nampak pada salah satu produk motor CBU milik Kawasaki, yaitu Ninja 250. Motor yang didatangkan dari Thailand ini, saat diluncurkan pada pertengahan tahun lalu ditargetkan mampu terjual 5 ribu unit hingga akhir 2008.

Target itu pun tidak meleset, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesi (AISI) untuk Ninja 250R, selama 2008 KMI berhasil menjual 5.616 unit. “Jangan melihat apakah itu motor CBU atau bukan, tapi model atau tampilan dari motor itu yang menjadi daya pikat konsumen untuk membeli suatu motor,” jelas Freddyanto Basuki, Marketing & Research development departemen marketing divisionKMI.

Faktor penguat Kawasaki Ninja 250 laris manis di pasar adalah tidak adanya rival di kategori tersebut. Faktor tampilan dan harga yang relatif tidak terlalu mahal dibandingkan motor-motor CBU lainnya membuat angka penjualan motor Kawasaki ini terus meningkat. “Melihat kondisi sekarang kami menargetkan untuk Ninja 250 akan mampu meraih 9 hingga 10 ribu unit tahun ini,” tambah Freddy.

Berbeda dengan Kawasaki, realisasi penjualan sepeda motor mewah asal Italia, Ducati, pada 2008 terkoreksi 8 unit menjadi hanya 20 unit, dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Menurut Agustus Nugroho, Presiden Direktur PT SI penurunan penjualan itu karena banyak konsumen yang membatalkan pesanan saat nilai tukar dolar AS merangkak naik terhadap rupiah. Harga Ducati saat ini, jelasnya, berkisar antara Rp300 juta dan Rp600 juta.

Selain itu, tambahnya, tipe terbatas (limited edition) dibanderol dengan harga jual mulai dari Rp1 miliar hingga lebih. Selama ini penyebab utama tingginya harga motor besar di Indonesia tak lain adalah pajak. Harga produk motor CBU saat ini dikenakan pajak bea masuk, pajak barang mewah, pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan, dan pajak balik nama. Sementara Suzuki yang telah memasarkan varian motor CBU berkapasitas mesin antara 400 cc hingga 1.300 cc, yaitu GSR 600, GSX 600, Skywave 600, Skywave 400, Hayabusa 1.300, M1800R, dan B King tidak mematok target tertentu.

Penjualan motor-motor itu pun setahun silam tidak begitu besar, sekitar 50 unit saja. Lalu bagaimana nasib Aprilia mendatang bersama PT SKN? Dengan mematok total target penjualan kedua motor CBU itu sebanyak 125 unit per tahun. Optimisme masih jelas tampak dari ATPM yang melepas motornya seharga Rp 99 juta dan Rp 52 juta itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s