Arsip untuk Juli, 2009

Saat Kalajengking Bermain Supermoto

Posted: Juli 16, 2009 in Yamaha

supermoto (2)

KETANGGUHAN motor jenis supermoto dalam melibas segala jenis trek, telah banyak memikat pencinta otomotif khususnya roda dua. Namun, mahalnya motor jenis ini menjadi hambatan tersendiri untuk memilikinya.

Berbagai upaya pun dilakukan agar pencinta supermoto untuk mendapatkannya. Salah satu cara adalah dengan memodifikasi sepeda motor yang telah dimiliki menjadi mirip atau tangguh seperti supermoto.
Seperti yang dilakukan Emil Hadi, pemuda asal Kemayoran, Jakarta.

Motor Yamaha Scorpio lansiran 2007 pun menjadi objek untuk memenuhi ambisi sang empunya. Sebagai installer atau bengkel modifikasi terpilihlah Tauco Custom untuk mewujudkan motor impian Emil.

supermoto (8)Sektor mesin tidak mengalami perubahan, kapasitas 225cc standar masih dibenamkan dalam dapur pacu Scorpio. Fokus utama dalam pengerjaan motor ini adalah pada sektor kaki-kaki. Sock breaker asli milik Scorpio, diganti dengan peredam kejut upside down KTM 2004. Mengimbangi ubahan depan, lengan ayun (swing arm) plus sock KTM 2001 disematkan pada sektor buritan.

Jubah baru motor trail yang dipasangkan pada bodi dipakai dari bodi asli KTM EXC 400 (2007). Hal itu dilakukan agar motor nampak kekar, gagah dan sesuai dengan postur pemilik yang bertubuh tinggi besar.

supermoto (4)
Untuk tampilan depan, agar klop dengan konsep supermoto, kemudi dipakai stang model lurus. Pilihan jatuh pada stang fat bar yang dilengkapi handguard berlabel Arcebis. Sebagai indikator kecepatan, spedometer digital lansiran Koso RX 2 semakin mempermanis tampilan si kalajengking.

supermoto

Iklan

Ungkap Selubung Kecelakaan Motor

Posted: Juli 16, 2009 in unik

airbag

DIBALIK sosoknya yang lebih kecil dan lebih lincah dibandingkan kendaraan roda empat, sepeda motor memiliki ancaman sebagai penyumbang kecelakaan terbesar di Indonesia. Pada Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) 2009 yang diselenggarakan pada akhir Juni terungkap data yang cukup mencengangkan terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor.
Data yang dihimpun Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM), korban meninggal akibat kecelakaan di Indonesia sudah mencapai lebih dari 30 ribu orang, dan sebanyak 65% korban meninggal adalah pengguna sepeda motor. Selain populasinya memang lebih banyak ketimbang mobil, sepeda motor juga minim instrumen keselamatan.

“Pengguna sepeda motor itu umumnya orang berusia produktif. Anggaplah angka 30 ribu itu benar, berarti sekitar 19 ribu lebih generasi penerus hilang di jalanan,” ujar pengamat transportasi dari Global Road Safety Patnership (GRSP) Indonesia, Giri Suseno Hadihardjono.

Banyaknya jumlah korban kecelakaan sepeda motor, selain disebabkan faktor pengendaranya, faktor kelengkapan alat keselamatan berkendara juga berperan. Fitur keselamatan di sepeda motor terbilang sederhana, selain rem saat ini pengendara sepeda motor masih mengandalkan helm.

Hal itu menarik karena semua berasal dari sejarah terciptanya sepeda motor. Pada awalnya moda transportasi ini dibuat sebagai bagian dari uji coba untuk menciptakan kendaraan roda empat. Pengembangan teknologi sepeda motor pun kurang diperhatikan, terutama pada komponen keselamatan.
Airbag Honda
*Rem Pakai Kayu*
Seperti sektor pengereman, sepeda motor pertama yang dijual secara umum buatan Hildebrand und Wolfmüller (1894) minim komponen keselamatan ini. Untuk mengerem, motor yang memiliki kecepatan maksimum 40 km/jam itu hanya mengunakan balok kayu yang digesekan pada ban depan.

Teknologi pengereman yang baik, baru tercipta pada 1915. Dimana sepeda motor telah dilengkapi dengan rem depan dan belakang saja. Kini pengendara motor patut bersyukur dengan hadirnya teknologi rem cakram (disc brakes). Tinggal tarik tuas rem, oli rem keluar dari tabung menuju kaliper membuat bantalan rem menghentikan putaran cakram, seketika motor pun berhenti.

Sama halnya dengan instrumen lain dalam keselamatan berkendara sepeda motor yang juga terus berevolusi adalah helm. Awalnya saat sepeda motor terus berkembang, dan kecepatan terus bertambah belum ada satu pihak pun yang memperhatikan peran penting dari helm.

Antara rentang waktu 1931 hingga 1953, kecepatan suatu sepeda motor semakin berkembang dan jumlah kecelakaan pun semakin tinggi. Persaingan balap antara motor Harley Davidson dengan Indian Motorcycles banyak memakan korban.

Hingga pada 1953 seorang professor dari University of Southern California (USC), C.F. Red Lombard mematenkan suatu alat yang mampu mereduksi benturan pada kepala saat terjadi kecelakaan. Walaupun masih diperdebatkan asal muasal helm, tapi helm karya Lombard merupakan titik awal pengembangan helm moderen yang ada saat ini.

Memang pada kodratnya sepeda motor memang alat transportasi darat yang paling beresiko. Pengendara hanya ditopang oleh dua bidang kecil dari ban sepeda motor, praktis hal ini menghadirkan resiko keseimbangan yang labil. Belum lagi keadaan jalan di Indonesia pada umumnya yang bergelombang dan rusak pada beberapa bagian.

Tidak logis jika menyalahkan pihak yang menciptakan sepeda motor atas kecelakaan yang ditimbulkan oleh sepeda motor. Pabrik telah membuat sepeda motor dengan sedemikian rupa agar aman untuk dikendarai. Namun perilaku pengendara dan pemiliknya yang kurang mengindahkan keselamatan yang menyebabkan itu semua.

antaraAWAL tahun ini salah satu produsen sepeda motor asal Jepang, PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan motor jenis cub (bebek) dengan kapasitas 110cc, Revo 110 dan Honda Blade. Selang itu, pada Maret 2009 Suzuki meluncurkan motor bertransmisi otomatik berperforma mesin 125 cc yakni, Suzuki Skydrive Dynamatic.

Dilanjutkan pada bulan berikutnya, PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) selaku distributor motor lansiran pabrikan asal Italia, Aprilia di Indonesia meluncurkan motor sport Aprilia RS 125 dan skuter Scarabeo 200. Masih di bulan yang sama, PT Minerva Motor Indonesia (MMI), tiga model motor baru Sachs 250, yakni Migelli 250R, Naked bike (250S) dan Supermoto (250M).

Kemudian, pada Juni, PT TVS Motor Company Indonesia meluncurkan sepeda motor bebek baru kelas 125cc, TVS RockZ 125. Dilanjutkan dengan Kawasaki dengan meluncurkan motor di kelas trail  Kawasaki KLX 150S pada Mei 2009. Terakhir pada ajang Pekan Raya Jakarta, MMI kembali meluncurkan produk terbarunya bertransmisi otomatik, Minerva Sachs GTR-150.

Geliat produsen sepeda motor meluncurkan produknya sangat nampak di semester pertama 2009. Walaupun pasar otomotif roda dua tengah lesu, optimisme produsen tidak surut. Setelah pasang surut mewarnai enam bulan pertama 2009, kontraksi positif kembali ditunjukan pasar sepeda motor nasional dalam dua bulan terakhir ini.

Berdasarkan data sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepanjang semester I, penjualan motor Honda masih teratas. Dengan berhasil membukukan 1.165.454 unit atau 45.8% pangsa pasar. Tempat kedua PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) berhasil melepas 1.154.241 unit    (45.3%). Disusul Suzuki 198.116 unit (7.8%), Kawasaki 26.739 unit (1.0%) sedangkan Kanzen 2.379 unit (0.1%).
Ketua Umum AISI, Gunadi Sindhuwinata, mengatakan, pasar otor diperkirakan akan mulai menanjak signifikan pada semester kedua. Hal ini dipicu dengan diselenggarakannya berbagai pameran seperti arena Pekan Raya Jakarta yang biasanya dijadikan ajang promosi bagi ATPM.

“Saya pikir penjualan untuk semester kedua tidak akan lebih buruk dari semester sebelumnya. Paling tidak sama dengan semester pertama. Semoga dengan penyelenggaraan pemilu yang damai, pasar motor kembali bergairah,” ujar Gunadi.

*Yamaha Naik Terus*

Sementara pabrikan Yamaha mengalami peningkatan yang cukup pesat dibandingkan ATPM lainnya. Untuk semester pertama 2009 ini, Yamaha berhasil meraup angka penjualan sebesar 1.154.241 unit atau 45.3% pangsa pasar.

Jika menilik dari jumlah unit sepeda motor yang terjual, maka angka penjualan 2009 dengan sethaun silam tidak banyak mengalami pertambahan. Namun, jika melihat raihan pangsa pasar maka lonjakan pesat mampu diraih Yamaha.

Selama bertahun-tahun AHM menjadi pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia dengan pangsa pasar di atas 50%, namun dalam 2-3 tahun terakhir pangsa pasarnya terus tergerus. Sementara, pangsa pasar pesaing utamanya, Yamaha, terus meningkat.

Setahun silam, pada semester pertama Yamaha mampu meraih 39,37% pangsa pasar. Kini dalam rentang waktu yang sama, Yamaha bisa menembus 45.3% pangsa pasar. Terkait hal itu, Wakil Presiden Direktur YMKI, Dyonisius Beti, mengungkapkan, fokus utama perseroan dalam industri motor adalah kepuasan para pemangku kepentingan.
Sepanjang tahun ini, kata dia, pertumbuhan yang berkeseinambungan yang dialami perseroan menunjukan konsistensi. “Market share bukan goal (tujuan), tapi impact (pengaruhnya). Kalau kondisi seperti ini terus, Yamaha masalah waktu saja akan memimpin pasar. Kami bisa melihat tren retail sales kami sudah lama memimpin pasar,” paparnya.