Ungkap Selubung Kecelakaan Motor

Posted: Juli 16, 2009 in unik

airbag

DIBALIK sosoknya yang lebih kecil dan lebih lincah dibandingkan kendaraan roda empat, sepeda motor memiliki ancaman sebagai penyumbang kecelakaan terbesar di Indonesia. Pada Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) 2009 yang diselenggarakan pada akhir Juni terungkap data yang cukup mencengangkan terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor.
Data yang dihimpun Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM), korban meninggal akibat kecelakaan di Indonesia sudah mencapai lebih dari 30 ribu orang, dan sebanyak 65% korban meninggal adalah pengguna sepeda motor. Selain populasinya memang lebih banyak ketimbang mobil, sepeda motor juga minim instrumen keselamatan.

“Pengguna sepeda motor itu umumnya orang berusia produktif. Anggaplah angka 30 ribu itu benar, berarti sekitar 19 ribu lebih generasi penerus hilang di jalanan,” ujar pengamat transportasi dari Global Road Safety Patnership (GRSP) Indonesia, Giri Suseno Hadihardjono.

Banyaknya jumlah korban kecelakaan sepeda motor, selain disebabkan faktor pengendaranya, faktor kelengkapan alat keselamatan berkendara juga berperan. Fitur keselamatan di sepeda motor terbilang sederhana, selain rem saat ini pengendara sepeda motor masih mengandalkan helm.

Hal itu menarik karena semua berasal dari sejarah terciptanya sepeda motor. Pada awalnya moda transportasi ini dibuat sebagai bagian dari uji coba untuk menciptakan kendaraan roda empat. Pengembangan teknologi sepeda motor pun kurang diperhatikan, terutama pada komponen keselamatan.
Airbag Honda
*Rem Pakai Kayu*
Seperti sektor pengereman, sepeda motor pertama yang dijual secara umum buatan Hildebrand und Wolfmüller (1894) minim komponen keselamatan ini. Untuk mengerem, motor yang memiliki kecepatan maksimum 40 km/jam itu hanya mengunakan balok kayu yang digesekan pada ban depan.

Teknologi pengereman yang baik, baru tercipta pada 1915. Dimana sepeda motor telah dilengkapi dengan rem depan dan belakang saja. Kini pengendara motor patut bersyukur dengan hadirnya teknologi rem cakram (disc brakes). Tinggal tarik tuas rem, oli rem keluar dari tabung menuju kaliper membuat bantalan rem menghentikan putaran cakram, seketika motor pun berhenti.

Sama halnya dengan instrumen lain dalam keselamatan berkendara sepeda motor yang juga terus berevolusi adalah helm. Awalnya saat sepeda motor terus berkembang, dan kecepatan terus bertambah belum ada satu pihak pun yang memperhatikan peran penting dari helm.

Antara rentang waktu 1931 hingga 1953, kecepatan suatu sepeda motor semakin berkembang dan jumlah kecelakaan pun semakin tinggi. Persaingan balap antara motor Harley Davidson dengan Indian Motorcycles banyak memakan korban.

Hingga pada 1953 seorang professor dari University of Southern California (USC), C.F. Red Lombard mematenkan suatu alat yang mampu mereduksi benturan pada kepala saat terjadi kecelakaan. Walaupun masih diperdebatkan asal muasal helm, tapi helm karya Lombard merupakan titik awal pengembangan helm moderen yang ada saat ini.

Memang pada kodratnya sepeda motor memang alat transportasi darat yang paling beresiko. Pengendara hanya ditopang oleh dua bidang kecil dari ban sepeda motor, praktis hal ini menghadirkan resiko keseimbangan yang labil. Belum lagi keadaan jalan di Indonesia pada umumnya yang bergelombang dan rusak pada beberapa bagian.

Tidak logis jika menyalahkan pihak yang menciptakan sepeda motor atas kecelakaan yang ditimbulkan oleh sepeda motor. Pabrik telah membuat sepeda motor dengan sedemikian rupa agar aman untuk dikendarai. Namun perilaku pengendara dan pemiliknya yang kurang mengindahkan keselamatan yang menyebabkan itu semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s