Arsip untuk November, 2009

Motor Sport masih Digemari

Posted: November 22, 2009 in Uncategorized

Sejak Mei sampai Agustus 2009 penjualan motor jenis sport meningkat. Ini artinya, meskipun tidak besar, motor sport masih punya pasar sendiri.

PEKAN ini dunia otomotif nasional khusus roda dua diramaikan dengan peluncuran motor sport anyar asal India. PT Bajaj Auto Motor (BAI) pabrikan pemegang merek motor sport Pulsar DTS-i dan XCD meluncurkan kembali motor andalan mereka Pulsar 180.

Selain Bajaj, rumor peluncuran motor sport dari pabrikan Yamaha juga santer terdengar. Ada yang bilang akhir tahun ini, atau paling lambat awal tahun depan, motor sport baru Yamaha ini bakal diluncurkan.

Ini menarik, karena ternyata para pelaku industri otomotif roda dua masih pede meluncurkan motor-motor sport baru, di balik rendahnya daya serap motor sport di pasaran. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), konsumen motor sport memiliki pangsa pasar rata-rata per tahun sekitar 10% dari total produk motor di pasaran Indonesia.

Lalu apa sih yang membuat pabrikan tersebut masih tetap optimistis bermain di pangsa motor sport? Menurut M Cahyono Widyastono Anwar, Marketing Manager PT BAI, pasar motor sport cukup unik. Di pasar ini konsumen tidak memilih suatu produk berdasarkan brand seperti halnya konsumen motor bebek di Indonesia, tetapi berdasarkan spesifikasi dan kualitas produk.

Alasan Cahyono juga dikuatkan kembali dengan data penjualan dari AISI. Dari tabel penjualan terungkap, sejak Mei hingga Agustus, penjualan motor sport mengalami peningkatan sebesar 26,3%. Bila pada Mei angka penjualan baru sekitar 32.946 unit, sejak paruh kedua 2009, setiap bulan trennya terus meningkat secara signifikan.

Bahkan pada Agustus, penjualan motor sport mencapai puncak dengan menyentuh level 44.706 unit. Total pada periode Januari-Agustus, penjualan motor besar ini mencapai 320.650 unit.

Tawarkan cita rasa baru

Jika dilihat persaingannya, Yamaha belum terkejar di segmen ini. Sepanjang 2009, merek ini memimpin penjualan bulanan motor sport. Pada Januari-Agustus, Yamaha dengan V-Ixion 150 cc dan Scorpio 225 cc-nya mencatat penjualan motor sport sebanyak 140.899 unit, disusul Honda 130.110 unit, Kawasaki 30.819 unit, dan Suzuki 18.731 unit.

GM Marketing dan Promotion PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Bambang Asmarabudi mengatakan Yamaha masih sangat mengandalkan penjualan V-Ixion di segmen motor sport. “Penjualan V-Ixion di Agustus tinggi karena kami berupaya memenuhi inden permintaan yang antre sejak 2-3 bulan lalu sebanyak 2.000 unit. Tapi sekarang line up-nya telah kembali normal. Kalaupun masih ada inden V-Ixion paling lambat dalam jangka waktu seminggu sudah bisa dipenuhi,” tuturnya.

Sementara itu, Manajer Pemasaran dan Riset Pengembangan Produk PT Kawasaki Motor Indonesia (Kawasaki) Freddyanto Basuki mengungkapkan, model atau tampilan dari motor sport menjadi daya pikat konsumen untuk membeli suatu motor. “Melihat kondisi sekarang kami menargetkan untuk Ninja 250 akan mampu meraih 9 hingga 10 ribu unit tahun ini.”.

Penjualan sepeda motor Kawasaki pada Agustus 2009 naik tipis 3,1% menjadi 6.611 unit. Sumbangan model sport mencapai 85% lebih, yakni 5.476 unit. Agustus memang menjadi puncak penjualan motor nasional.

Peluncuran motor sport baru memang selalu menawarkan cita rasa baru bagi peminat motor sport. Namun tentu, cita rasa saja tidak cukup.

Ketika memutuskan membeli, konsumen tentu ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar desain atau teknologi motor sport yang canggih. Ini cuma bisa diberikan jika pabrikan betul-betul memikirkan bagaimana membangun jaringan yang baik dan layanan purnajual yang bagus. Itulah cita rasa motor yang sesungguhnya.

Dari Facelift ke Up Grade.

ISTILAH up grade suatu sepeda motor, mungkin jarang terdengar, tapi kini banyak pabrikan sepeda motor nasional menggunakan istilah itu untuk memperkenalkan motor versi terbarunya, termasuk motor jenis sport. Motor itu biasanya tidak sepenuhnya baru, melainkan motor lama dengan peningkatan performa plus perubahan tampilan.

Ini berbeda dengan strategi pabrikan beberapa waktu silam yang sering ‘mengecoh’ wartawan saat peluncuran motor baru. Suatu motor dikatakan mengalami perubahan dan dilakukan prosesi peluncuran besar-besaran. Namun, setelah tirai tersingkap perubahan pada motor tersebut tidaklah terlalu mengejutkan. Sering terlihat perubahan hanya pada sisi tampilan stiker atau stripping dan sedikit penambahan warna.

Facelift dan minor change adalah istilah yang lazim digadang-gadang untuk menampilkan suatu motor baru tersebut. Ini sering juga dilakukan oleh pabrikan otomotif roda empat.

Pasar motor Indonesia dan Eropa memang sangat jauh berbeda. Di Eropa, peluncuran versi terbaru dari motor-motornya biasa memberikan suatu bentuk perubahan yang lebih meningkat (up grade). Seperti perubahan dalam sektor mesin yang biasanya mengalami peningkatan daya pacu. Itu yang kini mulai dilakukan di Indonesia, seperti yang dilakukan Bajaj dengan Pulsar 180 barunya.

Artinya, kini di Indonesia stigma motor sport perlahan tapi pasti menunjukkan perubahan. Dengan adanya strategi up grade, masyarakat tidak lagi melihat perubahan tampilan saja, peningkatan fitur dan performa motor baru menjadi salah satu pertimbangan penting memilih motor sport.

Penjualan Motor Sport Januari-Agustus 2009

(yang tercatat di AISI): ———————–

Yamaha (V-ixion dan Scorpio Z) : 140.899 unit (43,9%) Honda (Tiger dan Megapro) : 130.110 unit (40,5%) Kawasaki (Ninja Series) : 30.819 unit (9,6%) Suzuki (Thunder) : 18.731 unit (6%) —————————————

Total : 320.650 unit atau 8,6% dari total pasar sepeda motor nasional Ket: Pasar motor sport keluaran pabrikan Bajaj (Pulsar) dan TVS (Apache) tidak tercatat di AISI karena mereka bukan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

—————

sumber: AISI

Era Fuel Cell Telah Tiba

Posted: November 22, 2009 in Uncategorized

Pemanfaatan hidrogen kini banyak dikembangkan pabrikan otomotif sebagai sumber tenaga untuk mulai menggeser peran bahan bakar fosil. TANTANGAN terbesar para pelaku industri otomotif dunia dalam menciptakan produk ramah lingkungan saat ini adalah pengembangan teknologi berkelanjutan. Terjadinya krisis minyak bumi pada 1974 telah banyak menggugah pabrikan otomotif dunia untuk mengembangkan teknologi mesin canggih yang mampu menggantikan mesin konvensional.

Melalui riset yang panjang, industri otomotif telah berhasil memecahkan persoalan energi dengan menciptakan pembangkit listrik dan alat transportasi berbasis hidrogen. Sepeda motor, misalnya, kini dapat digerakkan menggunakan bahan bakar hidrogen.

Sumber tenaga hidrogen terkait dengan teknologi fuel cell. Teknologi itu berisi perangkat konversi energi elektrokimia yang mengubah hidrogen dan oksigen menjadi arus listrik dan panas. Arus listrik yang dihasilkan itu digunakan untuk menggerakkan motor listrik yang selanjutnya menggerakkan sepeda motor.

Menurut organisasi penelitian di Amerika Serikat, Smithsonian Institution, teknologi fuel cell pada sepeda motor pertama kali dikembangkan peneliti Karl Kordesch dan koleganya di era 1950-an untuk kepentingan militer. Selanjutnya teknologi tersebut diadopsi dan dikembangkan badan luar angkasa Amerika Serikat (NASA). Teknologi itu dianggap sebagai alternatif terbaik untuk menciptakan alat transportasi ramah lingkungan dengan bahan bakar yang efisien.

Saat ini hampir semua kalangan otomotif berlomba-lomba mengembangkan teknologi itu. Tim peneliti asal Inggris British Team Intelligent Energy pada 2005 berhasil menciptakan prototipe sepeda motor bertenaga hidrogen atau emissions nautral vehicle (ENV).

Sepeda motor itu menggunakan mesin sebesar koper yang diisi hidrogen bertekanan tinggi. Mesinnya mampu mencapai kecepatan 50 mil per jam atau sekitar 80 kilometer per jam. Bahan bakar tersebut rata-rata bisa digunakan selama 4 jam dengan jarak tempuh 100 mil atau sekitar 161 kilometer sebelum diisi ulang.

Superior Jepang

Di antara pelaku industri otomotif dunia, Jepang-lah yang berada di depan dalam hal pengembangan teknologi itu. Di Tokyo Motor Show tahun ini saja, misalnya, sejumlah motor fuel cell ikut dipamerkan.

Setelah mengejutkan dunia dengan menampilkan motor Crosscage Fuel Cell pada Tokyo Motor Show 2007 lalu, kini Suzuki menghadirkan Burgman Fuel Cell. Burgman merupakan skuter matik (skutik) besar dari Suzuki yang cukup terkenal di berbagai belahan dunia. Kini, motor tersebut hadir berbahan bakar sel.

Seperti dikutip dari situs resminya, Jumat (2/10), teknologi sel bahan bakar pada Burgman ini didinginkan oleh udara sehingga motor bisa lebih ringan. Struktur sel pun diklaim sederhana meski tidak mengurangi kemampuan motor itu sendiri.

Suzuki menggunakan tangki hidrogen yang mampu menyimpan tekanan udara hingga 70 Mpa. Bahkan disebut-sebut tangki ini merupakan tangki bertekanan tertinggi yang diterapkan pada sepeda motor. Agar tangki tetap aman, dibuat dudukan dengan rangka yang kukuh. Dengan sistem itu, motor mampu menempuh jarak yang lebih jauh. Sayang Suzuki tidak menyebutkan seberapa jauh tenaga sel tersebut sanggup digunakan.

Sementara itu, Yamaha Motor Co, Ltd (YMC) sejak 2008 juga getol mengembangkan sel bahan bakar hidrogen pada sepeda motor setelah melakukan penelitian sejak lebih 20 tahun yang lalu. Setelah melalui serangkaian riset yang panjang, lahirlah dua varian yang berteknologi hibrida berjenis skutik yaitu FC-AQEL dan FC-Dii.

Tipe FC (fuel cell) merupakan teknologi sumber tenaga pembakaran untuk menggantikan minyak bumi fosil yang mulai langka. FC-Aqel (fuel cell-aqua electric) yang berkapasitas 125 cc, dikompresi gas hidrogen dari tangki berkapasitas 35 Mpa sebagai pasokan bahan bakarnya. Sementara itu, FC-Dii menggunakan sel bahan bakar metanol langsung atau direct methanol fuel cell (DMFC).

Bagaimana dengan Indonesia? Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) beberapa waktu lalu juga telah berhasil menciptakan sepeda motor ramah lingkungan dengan sumber energi listrik fuel cell. Motor itu didukung daya listrik 500 watt dari sistem sel bahan bakar dan mampu melaju dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam.

Fakta itu membuktikan ketangguhan sepeda motor bertenaga alternatif. Meski bahan bakar hidrogen dan teknologi fuel cell masih terus dalam tahap pencarian kesempurnaan, sumber energi alternatif itu tetap menjadi harapan di masa depan sebagai pengganti bahan bakar fosil.

Eksistensi Bloger Menilai Motor

Posted: November 22, 2009 in Uncategorized

MINGGU (15/11) siang, sejumlah pemilik weblog (bloger) yang tergabung dalam Komunitas Blogger Otomotif Indonesia (Koboi) nampak semringah menyaksikan kehadiran produk sepeda motor terbaru dari pabrikan Yamaha di Flagship Shop, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Bagaimana tidak, mereka mendapatkan keistimewaan sebagai kelompok pertama yang melihat langsung produk yang belum diluncurkan ke tengah masyarakat, bahkan belum dikenalkan resmi di kalangan jurnalis sekalipun. Momentum itu pun makin memperkuat eksistensi komunitas dunia maya itu di kalangan stakeholder otomotif.

Sebetulnya ini bukan kali pertama kelompok bloger mendapat sambutan hangat dari pabrikan otomotif roda dua nasional. Tercatat Honda, Suzuki hingga Ducati telah melakukan hal yang sama, tapi dalam bentuk kegiatan yang berbeda. Umumnya kegiatan hanya berupa kunjungan pabrik atau pemaparan materi keselamatan berkendara (safety riding).

Lantas apa alasan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) selaku pemegang merek Yamaha melakukan hal tersebut? Menurut Indra Dwi Sunda, Promotion Supervisor YMKI, kiprah komunitas bloger kini menunjukkan semakin tingginya keinginan komunikasi antara konsumen dan produsen secara interaktif, terutama soal kejelasan informasi dan pelayanan yang telah diberikan.

“Prinsipnya kami ingin menerima input baik negatif atau positif untuk pelayanan dan produk kita yang ada selama ini. Dengan demikian, nantinya bisa melakukan improvement dari masukan-masukan rekan-rekan tersebut,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Istiyani Susriyati, GM Customer Care Center PT Astra Honda Motor (AHM), yang menilai positif para bloger sebagai kaum yang netral dan memiliki banyak masukan terhadap kemajuan suatu produk.

“Sejak tahun ini, kita telah sering bertemu atau gathering dengan komunitas bloger. Tujuannya, menjalin relationship dan untuk mengenal lebih baik dengan mereka,” jelasnya.

Kekuatan blog.

Aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan pada halaman web umum itu umumnya disajikan dengan gaya menulis yang sangat personal dan subjektif. Seorang bloger dapat menyampaikan informasi berdasarkan pengalamannya menggunakan suatu produk sepeda motor.

Pernyataan itu juga diakui salah seorang bloger yang cukup ternama di kalangan komunitas otomotif roda dua, Rudi Triatmono. Pria kelahiran 39 tahun silam itu mengatakan peran bloger menjadi komunitas yang menawarkan dinamika dalam menyampaikan informasi, khususnya roda dua.

Menurut Triatmono, idenya lebih pada bagaimana bloger bisa ikut memberikan informasi secara independen tanpa adanya campur tangan dari pihak yang memiliki kepentingan. “Menulis dengan gaya santai tanpa EYD (ejaan yang disempurnakan), tapi pesan dapat ditangkap dan tidak membodohi pembacanya,” ujarnya.

Dari kejujuran karya tulisnya dalam membahas suatu produk sepeda motor, blog berbasis WordPress.com milik Triatmono bisa dikunjungi hingga ribuan pembaca dalam sehari. “Pernah mencapai 14 ribu pengunjung sehari, dan rata-rata saya menulis 2-3 tulisan tentang motor. Di balik tulisan itu, ada pula pesan atau hikmah yang dapat dipetik pembaca,” ujar pria yang juga hobi mengoleksi motor sport ini.

Kredibilitas, dalam pandangan komunitas bloger, diperlukan bagi konsumen yang belum mengenal maupun belum berminat kepada sebuah sepeda motor. Hal itu juga diungkapkan bloger yang juga seorang jurnalis media nasional, Adhi Nugroho.

“Era web 2.0 butuh interaksi dengan para bloger, itu merupakan alat komunikasi yang tepat. Beda dengan media mainstreem, bloger punya patron tersendiri,” ungkap bloger yang memiliki nama samaran Alonriders itu.

Sebuah tulisan yang mengangkat pengalaman pemakai sepeda motor bisa menjadi penggugah untuk mengenali sebuah merek. Informasi yang didapatkan secara personal dari mulut ke mulut dinilai mampu meningkatkan kesadaran akan suatu produk (brand awareness). Kini tinggal bagaimana produsen sepeda motor menyikapi dan memanfaatkan fenomena ini. Hanya satu pesan, jangan pernah meremehkan kaum bloger.

Perebutan Tahta Honda Vs Yamaha

Posted: November 17, 2009 in Uncategorized

SEJARAH kemaharajaan Majapahit, seperti yang tersurat dalam beberapa litaratur sejarah nasional Indonesia sarat peristiwa perebutan tahta yang sangat menarik untuk disimak dan direnungkan. Perebutan kekuasaan antara Raja Jayakatwang dengan penguasa Singhasari, Raden Wijaya. Perebutan kekuasaan ini membuahkan sebuah perang saudara.

Sama halnya yang terjadi dengan kompetisi antara dua pabrikan sepeda motor, walaupun tidak ada hubungan darah, tapi berasal dari negara yang sama yakni Jepang. Honda dan Yamaha bersaing panas selama 2009 ini, saling salip-menyalip angka penjualan dari bulan ke bulan semakin nampak terjadi. Layaknya kompetisi pada seri balap MotoGP, aksi overtaking (susul-menyusul) angka penjualan antara Yamaha dan Honda pun terjadi dengan sengit.

Di awal tahun realisasi penjualan sepeda motor nasional masih didominasi PT Astra Honda Motor (AHM) selaku pemegang merek Honda di Indonesia. Namun hal itu tidak berlansung lama, setelah membuntuti penjualan di tiga bulan pertama 2009, Yamaha akhirnya menyalip Honda dan menjadi market leader industri roda dua di bulan April 2009.

Hasil ini cukup mengagetkan bila kita melihat pergerakan Honda di akhir tahun 2008 dan awal 2009 yang tengah gencar dengan produk barunya Honda Blade dan Absolute Revo. Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), di bulan April 2009, Honda membukukan penjualan sebanyak 155.789 unit dengan penguasaan market sebesar 40 persen. SementaraYamaha mencapai 189.082 unit dengan market share hingga 49 persen.

Pada Juni, Yamaha juga kembali memimpin pasar dengan raihan penjualan sebanyak 218.614 unit, sementara Honda sebanyak 216.876 unit. Begitu pula Juli 2009, Yamaha berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 253.683 unit, menggeser Honda ke posisi kedua dengan melego 241.354 unit. Di posisi ketiga diduduki Suzuki dengan 46.886 unit, selanjutnya Kawasaki (6.441 unit), dan Kanzen (270 unit).

Bambang Asmarabudi, General Manager PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menuturkan untuk menunjang menjadi terdepan di industri otomotif, sepeda motor Yamaha akan meningkatkan kapasitas produksinya. Dengan penambahan produksi dari 1,8 menjadi 2,4 juta unit tahun ini, YMKI berhasil unggul. “Meski permintaan masyarakat terhadap sepeda motor cenderung turun tahun ini, namun penjualan Yamaha masih stabil bila dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Namun, pabrikan berlambang sayap merah masih memberikan perlawanan atas posisinya yang kian tertekan. Dengan ‘doping’ lebaran, penjualan sepeda motor Honda di Agustus kembali menguat. Honda kembali mengungguli Yamaha dengan perolehan 292.268 unit. Sedangkan Yamaha sendiri mampu menjual sebanyak 280.454 unit. Pencapaian tersebut tak lepas dari strategi Honda membanjiri pasar dengan produk Matik-nya termasuk produk gress Vario Techno.

Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM), Julius Aslan, mengatakan, produk penjualan skutik periode Juli-Agustus naik dibanding periode bulan sebelumnya. “Penjualan skutik Agustus kemarin mencapai 93.568 unit atau melejit 50 persen dari penjualan Juli yang mencapai 62.907 ribu unit. Pencapaian angka tersebut merupakan angka penjualan skutik tertinggi yang pernah diraih AHM sejak meluncurkan kendaraan roda dua jenis skutik,” paparnya.

Hingga sembilan bulan 2009, total penjualan sepeda motor nasional mencapai 4.139.711 unit, merek Honda masih mendominasi penjualan motor nasional dengan pangsa pasar 46 persen. Kemudian menyusul dengan ketat motor merek Yamaha dengan pangsa pasar 45,2 persen.sisanya motor merek Suzuki, Kawasaki dan lainnya.

 

*Cari Celah Kosong*

 

Lalu bagaimana dengan merek lainnya seperti, Suzuki., Kawasaki , Piaggio, Kanzen, Bajaj, dan TVS? Tanpa mengecilkan keberadaan pabrikan tersebut, kenyataan yang tampak mereka belum jadi pengganggu dua pabrikan teratas. Strategi ATPM selain Honda dan Yamaha itu hanya mengisi celah kosong dari ceruk pasar sepeda motor nasional.

Seperti nampak pada pergerakan yang dilakukan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang mengisi ceruk pasar (niche market) motor yang didatangkan langsung dari produsennya secara utuh atau completely build up (CBU). Salah satu contohnya adalah motor CBU milik Kawasaki yaitu Ninja 250. Motor yang didatangkan dari Thailand ini, saat diluncurkan pada pertengahan tahun lalu, ditargetkan mampu terjual 5.000 unit hingga akhir 2008. Target itu pun tidak meleset. Berdasarkan data AISI selama 2008 KMI berhasil menjual 5.616 unit Ninja 250.

Produk terbaru Kawasaki jenis dual purpose atau trail, KLX150S pun mengikuti jejak sukses Ninja yang meluncur tanpa pesaing. Menurut Freddyanto Basuki, Service Department Marketing Division KMI mengungkapkan bahwa, pada awal Mei, purchase order untuk jenis motor tersebut sudah mencapai 1.800 unit dan Juni mencapai 2.200 unit. “Khusus untuk KLX 150 kita memang produksi di dalam negeri, dengan kandungan komponen lokalnya yang cukup besar hingga 75%,” kata Freddy.

Sementara PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), sebagai pemegang merek Suzuki, tahun 2009 ini kian gencar mengenjot model skutiknya. Berdasarkan data AISI, per Agustus penjualan skutik mereka mulai mendekati pencapaian penjualan bebeknya.

Tercatat penjualan produk skutik Suzuki seperti Spin, Skywave, dan Skydrive mencapai angka penjualan sebanyak 20.805 unit, sedangkan varian bebeknya, masih bertengger di angka penjualan sebanyak 24.566 unit. “Dari semua skutik kita, Skydrive penjualannya paling bagus, sampai 60 persen,” ujar 2w Marketing Promotion & Dealer Development SIS, Edi Darmawan.

Perhatian pelaku bisnis saat ini nampaknya semakin terfokus pada fenomena bersaing perusahaan yang yang cederung berubah dari waktu ke waktu.. Dahulu di 1970 dan 1980-an, Honda memang memiliki kenangan indah saat memegang takhta sebagai raja motor bebek. Kini situasinya berbeda, konsumen Indonesia banyak diberikan pilihan, tinggal bagaimana produsen sepeda motor mengerti akan keinginan konsumen Indonesia .

 

Sang Macan dengan Cita Rasa Italia

Posted: November 7, 2009 in Honda

Honda Tiger 2006
DI ajang balap motor dunia, entah itu Moto-GP ataupun World Superbike, nama Ducati sudah tidak asing terdengar. Apalagi beberapa kali berhasil mencapai finis urutan terdepan mengungguli lawan-lawannya seperti Suzuki, Aprilia, Honda, dan Yamaha.

Jika dibandingkan dengan moge lainnya, motor asal ‘Negeri Piza’ ini tetap konsisten menawarkan nuansa balap di setiap produknya. Namun karena harga motor ini terhitung mahal, dengan banderol harga hingga ratusan juta rupiah, asa para biker untuk memiliki motor ini pun harus digantung tinggi.
Honda Tiger 2006 Apank (12)
Tak ada akar rotan pun jadi, tak bisa membeli modifikasi pun jadi. Hal itu juga yang dilakukan Ipank yang memiliki Honda Tiger lansiran 2006. Setelah melakukan proses pencarian konsep, pilihan mengubah motornya jadi motor jalanan beraroma balap Ducati 696 pun terlaksana.

Menurut pria yang tinggal di Kelapa Dua, Jakarta Timur, itu, motor asal Italia model tersebut sesuai dengan karakter pada dirinya yang banyak menghabiskan waktu di atas kendaraan roda dua. “Dari dulu memang suka banget motor Ducati, tapi aku enggak mampu beli,” jelas biker ini.

Demi melampiaskan hasratnya, Ipank pun mendatangi Topo Goedel Atmodjo spesialis modifikasi menggunakan pelat besi, untuk menggarap proyek modifikasi ini. Di tiap lini ubahan dilakukan Topo, mulai pemasangan tangki custom, aplikasi suspensi Suzuki GSX 750 dan ban lebar serta pipa tabular.

Tak ketinggalan, komponen depan hingga peranti aksesori pelengkap lainnya, termasuk sektor buritan yang dipasang knalpot double hadder yang dirancang khusus. Sektor warna, Ipank tidak mau macam-macam, bodi motor cukup diwarnai dengan cat putih plus stripping hitam yang membentang dari permukaan sepatbor depan, tangki, hingga bonnet buritan.

Agar lebih harmonis, bodi disesuaikan warna helm dan tidak ada ornamen atau aksen klasik yang melekat. Karena melakukan perombakan pada semua sektor, Apank mengaku mengucurkan dana hingga Rp30 juta dan memakan waktu hampir selama dua bulan.

Meskipun modifikasi belum total, Ipank cukup puas dengan hasilnya. Kini, rutinitasnya sebagai karyawan perusahaan finance di daerah Depok selalu ditemani Ducati 696 bermesin Tiger. Untuk selanjutnya, Ipank mengaku masih mengumpulkan uang demi menyesuaikan modifikasi pada tunggangan Ducati.

Spesifikasi Modifikasi
=======================
Honda Tiger 2006
Tangki : Custom by TC
Stang : Rental Fatbar
Shock Depan : Suzuki GSX 750
Shock Belakang : Suzuki GSX 750
Swing Arm : Suzuki GSX 750
Arm Monoshock : Suzuki GSZ 750
Rem Depan : Nissin
Rem Belakang : Nissin
Pelek Depan : GSX 750, ukuran 3,5′
Pelek belakang : GSX 750, ukuran 4,5′
Ban Depan : Dunlop, ukuran 120.70.17 B
an Belakang : Dunlop, ukuran 180.70.17
Head lamp : Variasi Thailand
Lampu belakang : Honda Supra X 125
Spion : Koso