Perebutan Tahta Honda Vs Yamaha

Posted: November 17, 2009 in Uncategorized

SEJARAH kemaharajaan Majapahit, seperti yang tersurat dalam beberapa litaratur sejarah nasional Indonesia sarat peristiwa perebutan tahta yang sangat menarik untuk disimak dan direnungkan. Perebutan kekuasaan antara Raja Jayakatwang dengan penguasa Singhasari, Raden Wijaya. Perebutan kekuasaan ini membuahkan sebuah perang saudara.

Sama halnya yang terjadi dengan kompetisi antara dua pabrikan sepeda motor, walaupun tidak ada hubungan darah, tapi berasal dari negara yang sama yakni Jepang. Honda dan Yamaha bersaing panas selama 2009 ini, saling salip-menyalip angka penjualan dari bulan ke bulan semakin nampak terjadi. Layaknya kompetisi pada seri balap MotoGP, aksi overtaking (susul-menyusul) angka penjualan antara Yamaha dan Honda pun terjadi dengan sengit.

Di awal tahun realisasi penjualan sepeda motor nasional masih didominasi PT Astra Honda Motor (AHM) selaku pemegang merek Honda di Indonesia. Namun hal itu tidak berlansung lama, setelah membuntuti penjualan di tiga bulan pertama 2009, Yamaha akhirnya menyalip Honda dan menjadi market leader industri roda dua di bulan April 2009.

Hasil ini cukup mengagetkan bila kita melihat pergerakan Honda di akhir tahun 2008 dan awal 2009 yang tengah gencar dengan produk barunya Honda Blade dan Absolute Revo. Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), di bulan April 2009, Honda membukukan penjualan sebanyak 155.789 unit dengan penguasaan market sebesar 40 persen. SementaraYamaha mencapai 189.082 unit dengan market share hingga 49 persen.

Pada Juni, Yamaha juga kembali memimpin pasar dengan raihan penjualan sebanyak 218.614 unit, sementara Honda sebanyak 216.876 unit. Begitu pula Juli 2009, Yamaha berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 253.683 unit, menggeser Honda ke posisi kedua dengan melego 241.354 unit. Di posisi ketiga diduduki Suzuki dengan 46.886 unit, selanjutnya Kawasaki (6.441 unit), dan Kanzen (270 unit).

Bambang Asmarabudi, General Manager PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menuturkan untuk menunjang menjadi terdepan di industri otomotif, sepeda motor Yamaha akan meningkatkan kapasitas produksinya. Dengan penambahan produksi dari 1,8 menjadi 2,4 juta unit tahun ini, YMKI berhasil unggul. “Meski permintaan masyarakat terhadap sepeda motor cenderung turun tahun ini, namun penjualan Yamaha masih stabil bila dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Namun, pabrikan berlambang sayap merah masih memberikan perlawanan atas posisinya yang kian tertekan. Dengan ‘doping’ lebaran, penjualan sepeda motor Honda di Agustus kembali menguat. Honda kembali mengungguli Yamaha dengan perolehan 292.268 unit. Sedangkan Yamaha sendiri mampu menjual sebanyak 280.454 unit. Pencapaian tersebut tak lepas dari strategi Honda membanjiri pasar dengan produk Matik-nya termasuk produk gress Vario Techno.

Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM), Julius Aslan, mengatakan, produk penjualan skutik periode Juli-Agustus naik dibanding periode bulan sebelumnya. “Penjualan skutik Agustus kemarin mencapai 93.568 unit atau melejit 50 persen dari penjualan Juli yang mencapai 62.907 ribu unit. Pencapaian angka tersebut merupakan angka penjualan skutik tertinggi yang pernah diraih AHM sejak meluncurkan kendaraan roda dua jenis skutik,” paparnya.

Hingga sembilan bulan 2009, total penjualan sepeda motor nasional mencapai 4.139.711 unit, merek Honda masih mendominasi penjualan motor nasional dengan pangsa pasar 46 persen. Kemudian menyusul dengan ketat motor merek Yamaha dengan pangsa pasar 45,2 persen.sisanya motor merek Suzuki, Kawasaki dan lainnya.

 

*Cari Celah Kosong*

 

Lalu bagaimana dengan merek lainnya seperti, Suzuki., Kawasaki , Piaggio, Kanzen, Bajaj, dan TVS? Tanpa mengecilkan keberadaan pabrikan tersebut, kenyataan yang tampak mereka belum jadi pengganggu dua pabrikan teratas. Strategi ATPM selain Honda dan Yamaha itu hanya mengisi celah kosong dari ceruk pasar sepeda motor nasional.

Seperti nampak pada pergerakan yang dilakukan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang mengisi ceruk pasar (niche market) motor yang didatangkan langsung dari produsennya secara utuh atau completely build up (CBU). Salah satu contohnya adalah motor CBU milik Kawasaki yaitu Ninja 250. Motor yang didatangkan dari Thailand ini, saat diluncurkan pada pertengahan tahun lalu, ditargetkan mampu terjual 5.000 unit hingga akhir 2008. Target itu pun tidak meleset. Berdasarkan data AISI selama 2008 KMI berhasil menjual 5.616 unit Ninja 250.

Produk terbaru Kawasaki jenis dual purpose atau trail, KLX150S pun mengikuti jejak sukses Ninja yang meluncur tanpa pesaing. Menurut Freddyanto Basuki, Service Department Marketing Division KMI mengungkapkan bahwa, pada awal Mei, purchase order untuk jenis motor tersebut sudah mencapai 1.800 unit dan Juni mencapai 2.200 unit. “Khusus untuk KLX 150 kita memang produksi di dalam negeri, dengan kandungan komponen lokalnya yang cukup besar hingga 75%,” kata Freddy.

Sementara PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), sebagai pemegang merek Suzuki, tahun 2009 ini kian gencar mengenjot model skutiknya. Berdasarkan data AISI, per Agustus penjualan skutik mereka mulai mendekati pencapaian penjualan bebeknya.

Tercatat penjualan produk skutik Suzuki seperti Spin, Skywave, dan Skydrive mencapai angka penjualan sebanyak 20.805 unit, sedangkan varian bebeknya, masih bertengger di angka penjualan sebanyak 24.566 unit. “Dari semua skutik kita, Skydrive penjualannya paling bagus, sampai 60 persen,” ujar 2w Marketing Promotion & Dealer Development SIS, Edi Darmawan.

Perhatian pelaku bisnis saat ini nampaknya semakin terfokus pada fenomena bersaing perusahaan yang yang cederung berubah dari waktu ke waktu.. Dahulu di 1970 dan 1980-an, Honda memang memiliki kenangan indah saat memegang takhta sebagai raja motor bebek. Kini situasinya berbeda, konsumen Indonesia banyak diberikan pilihan, tinggal bagaimana produsen sepeda motor mengerti akan keinginan konsumen Indonesia .

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s