Arsip untuk Januari, 2010

Modifikasi Suzuki Satria

Posted: Januari 27, 2010 in Suzuki

SKUTER bertransmisi otomatis (skutik), Honda Beat sejatinya dirancang PT. Astra Honda Motor (AHM) sebagai kendaraan praktis, gesit dan ekonomis. Pemakaian skutik ini pun diperuntukkan untuk kaum metropolis yang dinamis di tengah kepadatan kota, sehingga tak heran bila penampilan skutik ini cukup langsing dengan bodi sedikit lebih kecil dibandingkan pendahulunya.
Walaupun memiliki bodi mungil nan imut, Beat justru banyak menjadi pilihan pengendaranya untuk dijadikan sarana modifikasi. Kaum modifikator pun nampak tidak mengalami kesulitan merombak atau mempermanis tampilan skutik ini.
Seperti diungkapkan Joddy Ario punggawa rumah modifikasi JDM Project. Menurut Jody, bodi mungil Beat merupakan kelebihan dari skutik pabrikan Honda ini, hal itu dapat memberikan pengaruh cukup signifikan pada karakter yang akan dibentuk.
Sebagai contoh bagaimana Jody dengan mudah merubah tampilan Beat terlihat pada karyanya saat memodifikasi skuitk milik pemuda bernama Bram Tobing. Konsep yang ditawarkan Jody pada skutik ini adalah, motor Bobber.
Aliran ini sebelumnya sangat kental dengan motor jenis sport atau moge lawas dengan mempertahankan karakter standar motor, hanya mempermanis tampilan dengan keberadaan ban berukuran besar. Imbasnya, pelek orginal milik Beat diganti dengan aplikasi pelek kreasi JDM berdimensi 14 inchi dan 16 inchi di roda depan-belakang.
“Skutik ini sangat mudah untuk dirubah, melalui aplikasi ban gambot, visual ban dan efek karakter motor yang ingin diperlihatkan nampak jelas sekali,” jelas Jody.
Swing arm Beat juga mengalami perubahan karena harus diperpanjang hingga 29cm, peredam kejut single shock pun diubah menjadi double shock. Caranya dengan membuat dudukan baru dari plat di sebelah kanan mesin, serta drat baut dibodi atas.
Di lini depan, Jody cukup mendesain ulang sparboard melalui lekukan tajam, sementara pada sektor kemudi diperkuat stang Fatbar disokong dudukan custom ganda kreasi JDM. Finisihing skutik dilakukan dengan melebur permukaan bodi dengan warna kuning senada warna asli Beat. Tidak hanya itu, bodi pun dipercantik melalui penambahan aksesoris berupa indikator dan spion model outlow.
Modifikasi skutik  yang diakui pengamat otomotif sebagai Little Bobber ini, merupakan warna baru dunia modifikasi skutik. Jody mengaku modifikasi Beat little bobber dirampungkan selama tiga minggu. “Bodi sengaja tidak banyak dirubah supaya idenitas Beat tetap kelihatan, hal ini memang yang diingikan konsumen,” ungkap Jody.

Honda sang Legenda jadi Lebih Klasik

Posted: Januari 27, 2010 in Honda

AKHIR-akhir ini, tren motor bergaya retro sering ditemui di jalan-jalan ibukota. Gaya ini biasanya diterapkan pada motor-motor modern bertransmisi otomatis (skutik), tapi bagaimana jadinya jika motor klasik diubah menjadi lebih tua dari tampilannya?
Hal itu nampak pada modifikasi karya Darizt Design asal Yogyakarta yang mampu mengubah Honda GL 100 lansiran 1985 menjadi motor klasik era perang dunia II. Sekilas bila diperhatikan motor berlogo sayap kepak ini ini menyerupai sepeda ontel nan simpel.
Menengok struktur rangka motor, rumah modifikasi Darizt Design (2D) mendesain secara khusus dengan menggunakan pipa besi ukuran 3/4 inchi. Agar tidak ada  ruang kosong di bawah jok, kamuflase saringan oli dibenamkan.
Tidak hanya itu, ide cerdas sang builder juga terlihat pada suspensi motor. Suspensi depan motor lawas, biasanya pegas tetapi pada motor ini pegas tersebunyi didalam rangka pipa sedangkan supensi belakang dirancang khusus dengan model monosok.
Untuk menyempurnakan tampilan, tangki custom mungil disematkan pada rangka tengah, dikombinasikan dengan jok yang biasa digunakan pada sepeda. Sementara di buritan dipercantik dengan knalpot custom. Aura klasik semakin kental dengan balutan pelek berdimensi 19 inchi.
Kerja keras rumah modifikasi Darizt Design didaulat sebagai juara umum dalam kontes modifikasi U mild U Bikers Festrack 2009 di Jakarta beberapa waktu yang lalu. “Modifikasi bisa dikategorikan ektrem, semua rangka dibuat ulang, hanya mesin asli GL 100 bawaan motor, pengerjan dilakukan menggunakan alat-alat dan perlengkapan sederhana,” ungkap salah satu dewan juri Lulut LT.

Data Spesifikasi
===================
Motor        : Honda GL 100 (1985)
Frame         : By Darizt Design
Swing arm          : By Darizt Design
Suspensi        : By Dariz  Design
Handlebar          : By Darizt Design
Xhaust pipa       : By Darizt Desiqn
Gas tank & Cap     : By Darizt Design
Jok             : Sepeda Ontel
Ban dpn/blkng     : Cheng Shin 19′
Pelek           : DID 19′
Owner           : Ari Guritno
Intaller        : Agus Sudariswanto
Workshop          : Darizt Design jalan Plemburan Gg. Mulia Sariharjo Ngalik Sleman, Yogyakarta.

Pangeran Putih Menentang Arus

Posted: Januari 17, 2010 in unik

DEMI mendapatkan poin tertinggi dalam suatu kontes modifikasi, beberapa unsur penting perlu diperhatikan sang builder dalam merancang bangun motornya. Unsur itu antara lain pengerjaan yang rapi, inovatif, memiliki nilai estetika dan orisinalitas ide serta aman dikendarai meski tampilan ekstrem.

Dengan berpegang pada pakem itulah motor modifikasi milik Haidir Rusdian, warga Samarinda dianugerahi gelar Best of the Best pada ajang kontes modifikasi U Mild U Bikers 2009 di Surabaya beberapa waktu silam. Motor Suzuki Thunder bertitel white knight tampil menawan dan futuristik melalui komponen yang menempel pada motor.

Tangki BBM hadir dengan karakter tegas, spakbor depan belakang persegi, ditambah aplikasi air scoop dengan grill vertical crom yang diselaraskan dengan knalpot double pipe. Tak cukup dengan itu, tempat kelistrikan dirancang menyerupai oil pump dengan desain eye catching dan selaras konstruksi bodi thunder.

Ide cerdas lain sang builder terlihat pada penempatan shock breaker belakang yang menyatu dengan rangka. Juga pada stang yang tampil clink tanpa kabel berseliweran.

Seluruh konstruksi thunder dibangun dengan konseptual serta dikerjakan kru bengkel modifikasi 9-9-Rand-Customwork dengan detail, rapi, dan berkarakter kuat. Untuk menguatkan tema white knight, bodi dilabur cat putih kombinasi cat hitam racikan spesies heckers. Haidir Rusdin mengaku desain motornya terinspirasi dari prostreet chopper. Lulut Wahyudi builder dari bengkel moge custom dari Retro Classic yang didaulat sebagai salah satu juri mengatakan, desain modifikasi motor Haidir Rusdian menentang arus modifikasi yang saat ini banyak terjebak pada desain-desain yang sekadar menempel tanpa mengindahkan fungsi.

Selain estetika yang baik, para modifikator memang diarahkan untuk juga mempertimbangkan fungsi teknik konstruksi yang benar. Nah, itu yang menurut Lulut sudah dilakukan Haidir dengan Thunder-nya.

“Membangun motor dengan desain seperti ini bukan hal mudah. Haidir mampu mengetengahkan teknik konstruksi dalam estetika agar motor masih bisa dikendarai dengan nyaman dan aman,” jelasnya.

Spesifikasi Modifikasi Suzuki Thunder 250 Builder : 9-9-Rand-Customwork Velg : HD-V Road Ban : Metzeler 120/70-19 fron-Avon 200-33-18 rear Rem : Brembo Suspensi : Up side down GSX 400 (front) Softail triple shok (rear) Odometer : Dakota Digital Spion : Performance Machine Frame : Fully hand made Finishing : Spesies Heckers black/pearl

Kuda Besi Berbaju Zirah

Posted: Januari 17, 2010 in Suzuki

SAAT suatu sepeda motor ingin tampil beda dari lainnya, banyak cara yang dilakukan sang pemilik. Modifikasi sektor mesin hingga penambahan aksesori motor tentu lazim dilakukan. Namun, tak jarang hal itu masih dirasa kurang.

Butuh suatu media yang menegaskan karakter sang pengendaranya. Seni lukis pada media airbrush pun jadi alternatif terbaik. Tidak hanya pada kendaraan roda empat, kini roda dua pun semakin banyak mengadopsi seni melukis pada bodi kendaraan ini.

Layaknya sebuah tato pada tubuh manusia, lukisan atau grafis menarik goresan airbrush mampu mewakili identitas atau karakter motor tersebut. Tidak hanya itu, goresan tinta airbrush juga mampu menjelma menjadi bentuk karya seni yang memikat pada sosok kuda besi.

Ini yang membuat Ardi, warga Bekasi, tidak segan menelurkan daya imajinasinya melalui teknik airbrush pada motornya, Suzuki Satria FU produksi 2004. Lihat saja gambar tokoh ksatria dari kerajaan fiksi masa silam yang melekat pada keseluruhan bodi motor. Jelmaan sosok ksatria diselaraskan dengan varian motor lansiran Suzuki tersebut.

Dominasi warna hijau diselipkan dengan alur cerita tentang konspirasi dunia kerajaan seperti, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, peperangan hingga lakon percintaan. Lukisan tokoh prajurit, patih, raja hingga putri jelita mewarnai kisah tersebut.

Untuk menunjukkan kesan seram serta perang yang berlarut-larut, Ardi menggambarkan banyaknya prajurit yang tewas serta tengkorak berserakan di beberapa bagian bodi. Sisanya, Ardi menggambarkan realis dunia masa lalu berupa corak hijau dengan ulir-ulir akar pohon di sekujur badan kuda besi bernopol B 6152 KCW itu.

Tidak ayal lagi motor yang sudah berumur itu bisa tampil lebih segar dan semarak. Karya Ardi banyak membuat orang terkagum-kagum karena terlihat sangat detail dan rapi.

Proses tersebut dikerjakan Ardi menggunakan cat Spies Hecker dengan rentang waktu pengerjaan selama lima bulan. Biaya yang dirogoh dari koceknya tidak lebih dari Rp5 juta. “Semua masih standar, cuma airbrush di bodi serta tambahan aksesori berupa stabilizer shock di depan,” jelas Ardi.

Ardi mengaku cukup bangga dengan tampilan baju zirah kuda besinya, ia cukup senang dengan lukisan airbrush karya pribadinya yang membuat orang terkagum-kagum. Sebagai penghormatan, Suzuki Satria F150 ini pun diikutsertakan Ardi di berbagai kontes modifikasi di Jabodetabek.

Spesifikasi modifikasi ============ Suzuki Satria F 150 Mesin kelistrikan : Standar Rangka sasis : Standar Kaki-kaki : Standar Aksesori : Stabilizer shock (depan) Cat : Spies Hecker Pengerjaan : 5 bulan Biaya : Rp5 juta

Tren Skuter Retro Kembali

Posted: Januari 17, 2010 in Honda, Suzuki, Yamaha

BODI kembung dengan suara khas mengema saat berkendara, membuat satu jenis sepeda motor ini sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia. Satu nama yang hingga kini masih dikenal yaitu Vespa. Dahulu alat transportasi ini banyak digemar, baik dari kelas ekonomi rendah sampai dengan kelas atas, berbagai lapisan usia dan gender.
Pada era 60-an, Vespa mulai marak dan menjadi salah satu ikon gaya hidup anak muda. Sepeda motor jenis skuter yang dikeluarkan pabrik Piaggio milik Enrico Piaggio, pengusaha muda berdarah Italia ini pun kini menjelma sebagai produk legenda dunia otomotif.


Di kalangan anak muda, saat ini di sejumlah kota, tengah mewabah motor berukuran yang kecil dan ringan ini. Namun kelangkaan dan mahalnya skuter ini, membuat sebagian anak muda memodifikasi skuter anyar mereka dengan konsep retro.
Kegilaan terhadap bentuk skuter ini juga tidak terjadi di Indonesia, di negara-negara seperti Jepang, Australia dan Eropa juga mengalami hal yang sama. Untuk itu banyak pabrikan sepeda motor kembali merilis produk sepeda motor mereka dengan bergaya retro.
Sebagai pabrikan pionir Piaggio tentu memiliki sederet jajaran skuter baru dengan desain menawan, tentu masih mengandalkan nama besar Vespa. Seperti Sebut saja Vespa ET4, Liberty, Gilera, atau X9 yang bentuknya sangat fresh dan mengusung teknologi mesin empat langkah bertransmisi otomatis.
Pabrikan Jepang juga tidak mau kalah, melalui Yamaha Fino, Honda Scoopy, dan Suzuki Jelato. Untuk Honda Scoopy, di negeri asalnya, Jepang dilabeli Crea Scoopy yang telah lahir sejak era 1960-an. Kemudian dirilis kembali di Amerika Serikat pada 2002 dengan nama Metropolitan. Di negara bagian Kanada diberi nama Jazz, di Australia dan Thailand disebut Scoopy.
Honda Scoopy yang beredar di Thailand telah mengadopsi teknologi injeksi PGMFi dan memiliki basis mesin serta sasis yang mirip dengan Honda BeAT di Indonesia. Sementara Yamaha Fino sendiri memiliki basis sama dengan Yamaha Mio yang beredar di Indonesia. Pendeknya, desain retro layaknya vespa tapi mengandalkan mesin modern.
Kemudian Suzuki hadir dengan Suzuki Jelato yang sebelumnya dipajang di Bangkok Motorshow 2009 lalu sebagai skutik concept. Suzuki Jelato ini memiliki spek mesin yang tak jauh beda dengan Suzuki Spin, Skywave ataupun Skydrive, bedanya Jelato sudah mengadopsi teknologi DCP-fi fuel injection.

*ATPM Tunggu Pasar*

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Agaknya skutik berdesain retro ini hanya sebatas bisa dinikmati dengan jalan modifikasi dan melalui impotir umum. Tentu harga skutik ini menjadi lebih mahal, seperti yang terlihat pada skuter-skuter lansiran Piaggio.
Dahulu salah satu merek andalan Piaggio, Vespa sangat dengan mudah masyarakat untuk dapat memilikinya. Kini, dengan kisaran harga di atas Rp30 jutaan dan sedikitnya bengkel resmi membuat hanya segelintir orang yang mampu memiliki skuter tersebut.
Lain halnya dengan Piaggio, pabrikan asal Jepang seperti Honda dan Yamaha nampaknya masih enggan memasuki segmen ini. Banyak alasan yang dilontarkan para jajaran manajemennya. Dyonisius Beti, Vice Presiden Director, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) mengaku pasar untuk segmen ini masih kecil, jadi masih harus menunggu permintaan pasar.
“Berbicara desain, nampaknya konsumen Indonesia masih menyukai desain yang futuristik bukan retro. Hanya kalangan tertentu yang menyukai, itu pun kecil,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Begitu pun dengan PT Astra Honda Motor (AHM). Menurut Sigit Kumala, General Manager Marketing AHM, “Sepertinya untuk saat ini belum bisa, selera masyarakat secara umum belum ke arah sana. Tapi kita akan pantau terus, jika responnya bagus kalau perlu kita akan luncurkan.”


Sedangkan Suzuki Indonesia tersiar rumor akan meluncurkan produk-produk baru termasuk Suzuki Jelato. Namun sayang hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Suzuki. Walaupun tidak berbentuk futuristik seperti kebanyakan sepeda motor saat ini, skuter retro tampaknya menempatkan diri pada kelasnya tersendiri.
Kisah kendaraan berteknologi sederhana dan memiliki tampilan menarik bagi sebagian masyarakat ini telah melegenda. Tidak jauh berbeda halnya dengan sang legenda Harley Davidson, kehadiran skuter di belahan dunia mana pun cukup menebus rasa nostalgia.

Skuter Listrik ala Peugeot

Posted: Januari 17, 2010 in unik

PABRIKAN otomotif asal Prancis, Peugeot, memang lebih dikenal sebagai salah satu merek kondang kendaraan roda empat. Namun, sebenarnya Peugeot juga memproduksi roda dua. Produk yang telah mereka kembangkan adalah skuter listrik. Setelah sempat vakum beberapa tahun, kini pabrikan berlambang singa jingkrak itu berencana akan kembali memasuki segmen pasar skuter listrik pada 2011.

Melalui skuter terbarunya, E-Vivacity, Peugeot berharap mampu memenuhi kebutuhan pasar Eropa yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan. E-Vivacity anyar ini sendiri merupakan skuter listrik kedua yang akan dijual secara massal.

Sebelumnya, E-Vivacity generasi pertama telah hadir pada 1996 dengan sumber tenaga baterai nickel-cadmium. Di era sekarang, sesuai dengan tuntutan zaman, E-Vivacity telah mengadopsi teknologi penampung listrik berbahan lithium-ion cobalt.

Kotak baterai skuter ini terletak di bawah kaki pengendara sehingga bagasi bervolume 35 liter di bawah jok masih mampu menampung barang bawaan. Proses pengisian baterai memakan waktu 4 jam, dengan 2 jam pertama sudah mampu mengisi 80% baterai.

Berbeda dengan konsep skuter listrik lainnya yang motor penggeraknya langsung terhubung dengan roda belakang, E-Vivacity masih memerlukan sabuk (belt drive) yang terhubung dengan roda belakang. Seperti mobil hybrid, tenaga listrik skuter ini pun dapat terisi kembali melalui proses pengereman. Kapasitas mesin skuter Peugeot ini pun setara dengan mesin bensin 50 cc. Jarak yang ditempuh juga mampu mencapai 80 km hingga 100 km dalam sekali isi baterai. Kecepatan maksimum yang dapat diraih hanya 45 km/jam. Dengan demikian, jelas peruntukan skuter ini adalah kaum urban komuter.

Dari tampilan luar, E-Vivacity nampak seperti skuter konvensional. Dengan rangka steel cradle, garpu kecil dan per pegas di belakang sebagai suspensi ditambah rem cakram ganda (200 mm depan dan 190 mm belakang) tersemat di ban berdiameter 12 inci. Dalam rilis yang tersebar, Peugeot tidak menyebutkan harga skuter listrik ini. Pasti akan bikin penasaran, akankah nama besar Peugeot di dunia roda empat akan mampu diwakili dengan produk skuter listriknya ini?