Arsip untuk Maret, 2010

UNTUK mempertahankan pasarnya, PT Astra Honda Motor (AHM) memperbarui tampilan Honda Absolute Revo 110, Supra X 125 dan Supra X 125 PGM-FI dengan desain stripping baru dan perpaduan warna  body yang berbeda dengan tampilan sebelumnya. Varian ini diubah dengan desain stripping baru dan perpaduan warna bodi yang berbeda dengan tampilan sebelumnya.
Dari segi harga Supra X 125 spoke wheel dibandrol Rp 14.365.000 (on the road Jakarta). Varian ini memiliki 3 pilihan warna yaitu Dynamic Red, Elegant Blue dan Infinite White. Sementara varian cast wheel dilepas seharga Rp 15.465.000 dengan 4 pilihan warna. Honda Supra X 125 PGM-FI (Rp 16.540.000)memiliki 3 pilihan warna yaitu Prestigious Black, Glamorous Black dan Gorgeous Violet.
Lalu untuk Revo 110 dua pilihan yaitu spoke wheel dengan harga Rp 11.865.000 dan cast wheel dengan harga Rp 13.215.000. Varian spoke wheel akan dipasarkan dalam 3 pilihan warna yaitu Meteor Red, Sonic Blue dan Razor Silver, sedangkan varian cast wheel memiliki 4 pilihan warna. “Kami sangat yakin penyegaran ini akan diapresiasi oleh konsumen, apalagi mesin Supra X  yang sudah terjual lebih dari 10 juta unit dan terbukti  tangguh, hemat bahan bakar, serta ramah lingkungan,” ujar Direktur Pemasaran PT AHM Julius Aslan.

Presdir Baru Siapkan Senjata Baru

Posted: Maret 12, 2010 in TVS, Yamaha

AWAL 2010 ini ada sesuatu yang beda pada jajaran manajemen Yamaha Indonesia. Tidak seperti tahun-tahun biasanya yang ditandai dengan peluncuran sepeda motor terbaru, tahun ini justru susunan manajemen Yamaha mengalami perubahan.
Terhitung Februari 2010, jabatan President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing yang sebelumnya dipegang Yoshiteru Takahashi diserahkan pada Tsuneji Suzuki. Perubahan terjadi karena masa jabatan Takahashi telah berakhir dan dia akan kembali ke Jepang untuk menduduki posisi managing director motorcycle operation di YMC Japan dan menjadi Chairman atau president komisaris di Yamaha Indonesia Group.
Dyonisius Beti yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Presdir YMKI akan menempati posisi terbarunya sebagai Presdir YMKI. Perubahan struktur kepemimpinan ini merupakan hal yang rutin dilakukan Yamaha. Tujuannya adalah untuk memberikan penyegaran dan peningkatan kualitas dari segi internal perusahaan, maupun persaingan di industri sepeda motor nasional.
“Selama 7 tahun bekerja bersama Yoshiteru, dia tidak kenal kompromi terhadap kualitas Yamaha Indonesia. Think global dan act local jadi strategi kami sehingga Yamaha semakin berkembang,” kenang Dyonisius kepada wartawan Senin (22/2) di ballroom Hotel Kempinski, Jakarta.
Dalam rentang waktu itu pula, Yamaha di Indonesia telah berkembang pesat, dahulu Yamaha hanya menduduki peringkat ketiga di industri sepeda motor nasional dengan 13% pangsa pasar. Kini, di Januari 2010 Yamaha bisa jadi menduduki peringkat pertama dengan 48% pangsa pasar.
Menurut Yoshiteru, ke depannya Yamaha Indonesia akan melakukan investasi besar dengan menambah produksi sepeda motornya. Hal itu diselaraskan dengan pertumbuhan permintaan yang diprediksi mencapai 8 hingga 9 juta unit sepeda motor per tahun. Dijelaskan nilai investasi lebih dari US$30 juta untuk menaikkan kapasitas produksi menjadi 3,7 juta unit pada 2011.
“Jelas Yamaha masih mau investasi lagi di Indonesia. Tidak hanya menambah jumlah produksi, tapi juga akan meluncurkan 6 model baru tahun ini,” ujar Yoshiteru.
Tidak hanya pabrikan berlambang garputala yang merombak strujtur kepemimpinan. PT TVS Motor Company Indonesia, bagian dari TVS Group, juga melakukan  hal yang kurang lebih sama. Pada Rabu (10/2), TVS mengumumkan anggota dewan komisarisnya yang baru, Prof. DR. Juwono Sudarsono. Ini berdasarkan hasil rapat Dewan Komisaris PT TVS Motor Company Indonesia yang berlangsung di Jakarta.
Sebelumnya salah satu anggota dewan komisaris adalah Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto melepaskan jabatannya sebagai anggota komisaris setelah diangkat sebagai Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan di Kabinet Indonesia Bersatu II.
“Kami sangat bangga dengan kesediaan Juwono Sudarsono yang telah memiliki pengalaman serta reputasi internasional untuk bergabung dan berada dalam jajaran dewan komisaris,” ujar Presiden Komisaris PT TVS Motor Company Indonesia, Nihal Kaviratne CBE.
TVS pun yakin, bimbingan dan arahan dari Juwono Sudarsono akan  sangat mendukung usahanya untuk bersaing di pasar Indonesia dan menjadikan PT TVS Motor Company Indonesia sebagai pusat produksi bagi pasar regional.
Perubahan struktur kepemimpinan ini sudah menjadi hal yang biasa dilakaukan oleh suatu perusahaan. Selain bertujuan memberikan penyegaran atau perbaikan performa, penguatan untuk berkompetisi jadi alasan dibalik semua ini. Kini tinggal menunggu kapan produk baru akan diluncurkan tahun ini.

SEPEDA motor bertransmisi otomatis sudah tidak bisa terbatahkan lagi semakin diminati. Sejumlah produsen sepeda motor pun berlomba-lomba menikmati ceruk pasar yang jadi tren baru ini. Pabrikan pun saling bertempur inovasi dengan mengeluarkan model-model motor bertransmisi otomatis teranyar.
Dimulai penguasa pasar motor tingkat ASEAN, Honda Motor Co., pada 8 September 2009 lalu mengumumkan telah mengembangkan dapur pacu untuk transmisi otomatik baru, yang disebut CV-Matic untuk bertarung di tahun 2010. Sistem ini digunakan pada bebek (bektik) dan skuter (skutik).
Lalu Yamaha, pada 6 November 2009 juga memperkenalkan mesin YCAT atau Yamaha Compact Automatic Transmission untuk betik. Setelah kedua raksasa sepeda motor memperkenalkan teknologi mesin barunya, persaingan pun berlanjut.

Adopsi mesin transmisi otomatis itu dipakai pada suatu produk, dimulai secara cepat oleh pabrikan berlambang garputala di Vietnam. Tepat di ajang pertemuan diler Yamaha Vietnam pada 26 November 2009, Lexam diperkenalkan.

Walaupun sebagai pihak pertama yang meluncurkan teknologi mesin otomatis terbaru, Honda justru baru memperkenalkan wujud asli motor bektik pada sosok Honda Wave 110-i AT yang diluncurkan di Thailand, 18 Februari 2010.

Salip menyalip nampaknya masih akan terjadi, saat bektik kedua pabrikan tersebut akan memasuki Indonesia. Kedua pemegang merek Honda dan Yamaha yaitu PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) meyakini akan mejajaki segmen baru ini.

Dari pihak PT AHM yang menghadiri peluncuran Honda Wave 110-i AT di Thailand menyatakan belum mengetahui perihal waktu kehadiran bektik ini di tanah air. AHM masih melihat respon konsumen Thailand setelah bektik ini sudah dipasarkan Maret mendatang.

“Kami sekarang sedang melakukan study view disini, apakah motor ini cocok dipasarkan di Indonesia atau tidak,” jelas Judhy Goutama, Senior Manager Promotion & Network Departement, Marketing & Product Development Division AHM.

Lain dengan PT YMKI yang akhirnya berbicara terang-terangan perihal waktu kehadiran bektiknya. Walaupun memaparkan akan meluncurkan enam model sepeda motor baru di 2010, sorotan utama tidak lain adalah kapan Yamaha Lexam hadir di Indonesia.

“Kemungkinan diluncurkan antara Oktober atau November mendatang,” tutur Yoshiteru Takahashi, Chairman dan Presiden Komisaris PT YMKI, Senin (22/2).

*Bukan Waktu tapi Kualitas*

Saat ditanya mengapa pemilihan waktu peluncuran dilakukan pada akhir tahun 2010, Takahasi menjelaskan Yamaha perlu banyak pertimbangan bermain di kategori sepeda motor yang benar-benar baru. Perencanaan secara matang perlu dilakukan karena Yoshiteru menilai permintaan motor jenis ini masih sangat kecil.
Pernyataan Takahasi itu dilandasi karena kehadiran sepeda motor bebek dengan transmisi otomatis akan mengabungkan dua segmen pasar berbeda yaitu segmen bebek dan skutik. Lantas akankah kedua produk bektik ini mampu menyerobot pasar bebek yang diklaim masih akan mendominasi penjualan motor di tanah air pada 2010 ini?

Seperti diketahui, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebut sepanjang 2009 lalu total penjualan varian bebek sebesar 3.188.585 unit atau 54% dari total penjualan motor yang sebesar 5.851.962 unit.

Baik Honda maupun Yamaha nampaknya masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap produk bektik ini. Menurut Eksekutif Wakil Presdir AHM Johannes Loman seperti dilansir Antara mengakui persaingan sepeda motor di Indonesia semakin ketat, terutama antara Honda dan Yamaha.

Penjualan sepeda motor Honda masih didominasi oleh sepeda motor bebek manual seperti Honda Absolut Revo. Ke depan, diakuinya, AHM akan lebih konsentrasi meningkatkan penetrasi dan penjualan sepeda motor matik (skutik) yang menjadi kekuatan pesaingnya. “Kami akan terus meningkatkan inovasi dan kualitas, serta layanan purna jual untuk meningkatkan penetrasi pasar,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Takahasi yang tetap akan memantau penjualan Yamaha di Indonesia ini, pasar sepeda motor di Indonesia khususnya tipe otomatik akan terus tumbuh. Begitu juga dengan potensi bebek matik di Indonesia. “Timing peluncuran (bektik) tidak penting, tapi kualitas yang terpenting,” katanya.

Republik BeAT Dideklarasikan

Posted: Maret 12, 2010 in Honda

KOMUNITAS bikers pecinta skutik merebak di sejumlah daerah seiring melambungnya penjualan motor bertransmisi otomatik ini. Salah satunya adalah komunitas pecinta skutik Honda BeAT yang lebih dikenal dengan BeATKers. Mereka mendeklarasikan terbentuknya Republik BeAT pada tanggal 27 Februari 2010 di kawasan Parkir Timur Senayan.
Republik BeAT merupakan sebuah paguyuban yang diharapkan berfungsi sebagai sarana komunikasi dan koordinasi seluruh klub & komunitas Honda BeAT yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Deklarasi Republik BeAT ini diadakan di sela-sela acara Jambore Honda BeAT Nasional Pertama yang diikuti oleh 38 klub & Komunitas Honda BeAT.

Skutik Trike Buat Penyandang Cacat

Posted: Maret 12, 2010 in Yamaha

MODIFIKASI sepeda motor tidak selalu dijadikan ajang pamer atau untuk sekedar gagah-gagahan. Merombak dan merubah fungsi sepeda motor menjadi lebih berguna bagi pengendaranya, tentu jadi sisi lain modifikasi yang menarik untuk dicermati.
Seperti dilakukan bengkel modifikasi Kahanan yang sengaja menciptakan sepeda motor roda tiga (trike) untuk orang yang memiliki kekurangan fisik atau cacat. Melalui desain menu modifikasinya, Hario Damar sang konsumennya, dapat menyenangkan hati ayah tercinta yang memiliki kekurangan pada kaki kanannya.
Ubahan dilakukan kru mekanik Kahanan pada Mio Soul lansiran 2008 tidak terlalu neko-neko. Bodi Mio bagian depan dipermak ala kadarnya, sementara buritan roda Mio tidak single lagi, tapi dibuat jadi ada dua. Agar roda belakang dapat bergerak sesuai fungsinya, as roda belakang Mio Soul diganti dengan gear RX-King yang dimundurkan 20 cm dan ditopang as roda belakang sepanjang atau lebar 110 cm.
Sementara untuk stabilitas skutik pabrikan berlambang garputala ini tetap terjaga ketika bemanuver, maka pemutar roda diposisikan pada roda bagian kiri. Hal tersebut diimbangi dengan mengusur ban standar pabrik dan diganti dengan ukuran 12 inchi untuk didapat aklerassi yang baik. Untuk kak-kaki yang sudah berubah, peredam kejut dipakai double shock.
Kemudian agar Mio Trike ini tidak kewalahan saat menemui jalan menanjak, maka sektor dapur pacu dinaikkan kapasitasnya menjadi 150 cc. CDI BRT dan karburator Nsr Sp digunakan sebagai support tenaga, sedangkan untuk menahan putaran roda dipakai rem Suzuki Satria FU 150.
Selanjutnya beranjak ke depan, ubahan mecolok terlihat pada bagian atas terutama sektor kemudi yang tampil lebih panjang. Stang Kawasaki Ninja dengan tipikal panjang ini sengaja diaplikasikan untuk memberikan kenyamanan pengendara sehingga mendapatkan posisi duduk yang tepat pada kendaraan.
Kemudian tahap akhir, sebagai pemanis cat kombinasi putih biru diberikan untuk melapisi bodi skutik ini. Lama pengerjaan modifikasi Mio Soul Trike ini diselesaikan kru Kahanan selama dua bulan, dengan total biaya dikeluarkan tidak lebih dari Rp 15 juta.

Legenda Motor Dunia Reborn

Posted: Maret 12, 2010 in bisnis, Honda

BAGI sebagian orang, masa lalu menarik untuk dikenang dan ditampilkan kembali. Fenomena mengulang kembali tren masa lalu atau disebut retro kini menjadi bagian aplikasi dari sepeda motor lansiran 2010 ini. Selain mengusung semangat rekonstruksi dan duplikasi, asimilasi dengan unsur kebaruan dapat menarik perhatian tersendiri di kalangan pencinta kuda besi.
Dalam hal ini motor retro jadi produk masa lalu yang disinergikan dengan teknologi terkini. Hal itu kini nampak diaplikasikan pada beberapa produk sepeda motor pabrikan ternama dunia seperti, Ducati, Honda, Moto Guzzi, Norton, dan Triumph.

Salah satu pabrikan yang kental dengan desain nuansa retro adalah Triumph. Lansiran terbaru pabrikan motor asal Inggris ini, tampak di inovasinya Triumph Thruxton SE. Desain retro hanya tampak pada tampilan luar motor ini saja seperti headlamp bulat, dan kondom tangki membulat.
Tapi jika melonggok dalam sektor mesin, dapur pacu DOHC dengan paralel twin cylinder dengan kapasitas 16 liter dapat menghasilkan kekuatan 67 hourse power (hp) dengan 50 kW @ 7250 rpm, plus akselerasi torsi 69 Nm pada posisi 5800 rpm.
Masih di kawasan Britania, salah satu legenda motor dunia yang kembali mengaspal di jalanan adalah, Norton Commando. Setelah hampir setahun dirancang para insinyurnya di Inggris, para penggemar motor klasik akan melihat kembali tampilan gres Norton Commando 961 .
Meski berparas klasik, Norton Commando dipersenjatai aplikasi berteknologi tinggi. Mesin injeksi paralel-twin berkapasitas 961 cc berpendingin udara yang sanggup memproduksi 80 hp dan torsi 90nm. Penerapan sistem injeksi bahan bakarnya didesain agar bisa lulus emisi di seluruh dunia sesuai aturan modern.
Lalu apakah hanya motor-motor lansiran benua biru Eropa saja yang melansir motor berdesain retro? Ternyata tidak. Salah satu pabrikan raksasa asal Jepang, Honda juga melansir motor bertipe retro. Melalui CB1000 yang diperkenalkan pada ajang Tokyo Motor Show 2009 lalu, Honda seakan ingin mengulang kembali keperkasaan tipe CB di pasar dunia.
Motor yang telah sukses di Indonesia sejak era 70-an itu kini siap kembali memikat penggemarnya. Teknologi mesin 1000cc berpendingin air, 16 katup empat silinder mampu memuntahkan tenaga lOObhp di 8500rpm, dan mampu menembus kecepatan 225km/jam. Hal itu tentu berbeda jauh dengan versi Honda CB era 70-an.

*Sekedar Fashion*

Menurut salah satu pemasok motor-motor Sport Retro di Indonesia yaitu, PT Supermoto Indonesia melalui Presiden Direktur-nya, Agustus Sani Nugroho mengungkapkan, alasan kehadiran motor-motor berpenampilan retro ini merujuk pada nilai historis masa kejayaan suatu sepeda motor.

Sebagai contoh Ducati Paul Smart, kini kembali diluncurkan untuk mengenang kehebatan pebalap motor itu pada era 70-an,” katanya.
Namun, lanjut Nugroho, walaupun suatu motor tipe retro itu dipasarkan kembali tapi, justru peminatnya banyak datang dari kaum muda. Pecinta suatu motor klasik, biasanya telah mengetahui sisi historis dari suatu motor yang mereka kagumi.
Animo itu coba disalurkan beberapa pabrikan dunia, dengan melahirkan kembali motor legendaris dengan teknologi terbaru. Adopsi teknologi terkini, dilakukan untuk memenuhi faktor kemudahan dalam mengendarainya dan juga daya tahan motor tersebut.
“Selain unsur nostalgia, sisi fashion juga menyertai pencari motor jenis ini. Mereka biasanya ingin dikenali dengan tunggangan motor klasik yang unik, tapi tidak mau direpoti urusan perawatan seperti motor antik,” jelas Nugroho.
Diakui di Indonesia, pasar motor retro ini sangat sedikit, sejak hadir pada 2007 silam, hingga kini pangsa pasar tetap tidak berubah. Berbeda dengan negara-negara seperti Inggris dan Amerika Serikat, fenomena motor lawas berteknologi modern sedang naik daun.
Menciptakan kembali ‘roh’ dan merekonstruksi suatu motor lawas menjadi lebih eksklusif, berbeda dengan motor-motor mainstreem. Tentu jadi strategi pemasaran baru ala pabrikan motor dunia. Saat konsep sepeda motor menemukan titik jenuh, konsep motor retro tentu bisa dijadikan pilihan.