Presdir Baru Siapkan Senjata Baru

Posted: Maret 12, 2010 in TVS, Yamaha

AWAL 2010 ini ada sesuatu yang beda pada jajaran manajemen Yamaha Indonesia. Tidak seperti tahun-tahun biasanya yang ditandai dengan peluncuran sepeda motor terbaru, tahun ini justru susunan manajemen Yamaha mengalami perubahan.
Terhitung Februari 2010, jabatan President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing yang sebelumnya dipegang Yoshiteru Takahashi diserahkan pada Tsuneji Suzuki. Perubahan terjadi karena masa jabatan Takahashi telah berakhir dan dia akan kembali ke Jepang untuk menduduki posisi managing director motorcycle operation di YMC Japan dan menjadi Chairman atau president komisaris di Yamaha Indonesia Group.
Dyonisius Beti yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Presdir YMKI akan menempati posisi terbarunya sebagai Presdir YMKI. Perubahan struktur kepemimpinan ini merupakan hal yang rutin dilakukan Yamaha. Tujuannya adalah untuk memberikan penyegaran dan peningkatan kualitas dari segi internal perusahaan, maupun persaingan di industri sepeda motor nasional.
“Selama 7 tahun bekerja bersama Yoshiteru, dia tidak kenal kompromi terhadap kualitas Yamaha Indonesia. Think global dan act local jadi strategi kami sehingga Yamaha semakin berkembang,” kenang Dyonisius kepada wartawan Senin (22/2) di ballroom Hotel Kempinski, Jakarta.
Dalam rentang waktu itu pula, Yamaha di Indonesia telah berkembang pesat, dahulu Yamaha hanya menduduki peringkat ketiga di industri sepeda motor nasional dengan 13% pangsa pasar. Kini, di Januari 2010 Yamaha bisa jadi menduduki peringkat pertama dengan 48% pangsa pasar.
Menurut Yoshiteru, ke depannya Yamaha Indonesia akan melakukan investasi besar dengan menambah produksi sepeda motornya. Hal itu diselaraskan dengan pertumbuhan permintaan yang diprediksi mencapai 8 hingga 9 juta unit sepeda motor per tahun. Dijelaskan nilai investasi lebih dari US$30 juta untuk menaikkan kapasitas produksi menjadi 3,7 juta unit pada 2011.
“Jelas Yamaha masih mau investasi lagi di Indonesia. Tidak hanya menambah jumlah produksi, tapi juga akan meluncurkan 6 model baru tahun ini,” ujar Yoshiteru.
Tidak hanya pabrikan berlambang garputala yang merombak strujtur kepemimpinan. PT TVS Motor Company Indonesia, bagian dari TVS Group, juga melakukan  hal yang kurang lebih sama. Pada Rabu (10/2), TVS mengumumkan anggota dewan komisarisnya yang baru, Prof. DR. Juwono Sudarsono. Ini berdasarkan hasil rapat Dewan Komisaris PT TVS Motor Company Indonesia yang berlangsung di Jakarta.
Sebelumnya salah satu anggota dewan komisaris adalah Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto melepaskan jabatannya sebagai anggota komisaris setelah diangkat sebagai Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan di Kabinet Indonesia Bersatu II.
“Kami sangat bangga dengan kesediaan Juwono Sudarsono yang telah memiliki pengalaman serta reputasi internasional untuk bergabung dan berada dalam jajaran dewan komisaris,” ujar Presiden Komisaris PT TVS Motor Company Indonesia, Nihal Kaviratne CBE.
TVS pun yakin, bimbingan dan arahan dari Juwono Sudarsono akan  sangat mendukung usahanya untuk bersaing di pasar Indonesia dan menjadikan PT TVS Motor Company Indonesia sebagai pusat produksi bagi pasar regional.
Perubahan struktur kepemimpinan ini sudah menjadi hal yang biasa dilakaukan oleh suatu perusahaan. Selain bertujuan memberikan penyegaran atau perbaikan performa, penguatan untuk berkompetisi jadi alasan dibalik semua ini. Kini tinggal menunggu kapan produk baru akan diluncurkan tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s