Saling Salip di Kawasan Timur

Posted: Juli 3, 2012 in Uncategorized

PERSAINGAN industri sepeda motor dalam dua tahun terakhir ini memang seru. Dua pabrikan besar dunia Honda dan Yamaha saling bersaing di pasar otomotif nasional. Namun tahun ini persaingan mulai menjauh karena Honda memberikan jarak terlalu lebar dalam hal penjualan sepeda motor nasional.
Kini hal yang menarik muncul adalah persaingan dua pabrikan tersebut di kawasan tengah dan timur Indonesia. Saat Dominasi Honda sudah tidak bisa terbentung di pulau Jawa dan Sumatera, tapi untuk kawasan Sulawesi dan Kalimantan justru pabrikan Honda harus berusaha keras meninggalkan pesaingnya itu.
Pangsa pasar sepeda motor Yamaha masih teratas di Sulawesi. Pada Januari-April 2012, berdasarkan data AISI (Asosiasi Sepeda motor Indonesia) Yamaha mengantongi 60,74% dari total pasar sekitar 192 ribuan unit.  Keberhasilan Yamaha menguasai pangsa pasar sebesar itu tak terlepas dari kemampuan mendongkrak volume penjualan. Empat bulan pertama 2012, Yamaha menorehkan kenaikan volume penjualan sekitar 15,91% menjadi 117 ribuan unit.
Honda selaku pesaing utama Yamaha hanya meraih 27,31% di Sulawesi. Hal serupa juga terjadi pada penjualan sang nomor ketiga terbesar, Suzuki. Per akhir April 2012, Suzuki harus puas mencatat penurunan sekitar 22,36% menjadi 18 ribuan unit. Suzuki meraih pangsa pasar sekitar 9,59%.
Dari lima anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang masih aktif, penurunan paling dalam dicatat TVS. Produsen motor ini anjlok sekitar 54,87%, yakni dari 410 unit menjadi 185 unit. Praktis pangsa pasar TVS pun tak bisa bergeser banyak, yakni hanya sekitar 0,1%.
Pada Januari-April 2012, Kawasaki menjadi anggota Aisi yang paling moncer di Sulawesi. Saat itu, Kawasaki meraih lonjakan volume penjualan hingga 62,34% menjadi 4.300-an unit. Kawasaki menjadi pemain nomor empat terbesar dengan raihan pangsa pasar 2,27%.
Lebih jauh Sigit Kumala CEO Astra International Honda Sales Operation (AI-HSO) menjelaskan posisi Honda di kawasan tersebut. Menurut Sigit dari data kuartal pertama wilayah Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan menjadi tempat persaingan yang ketat antara Honda dan Yamaha.
Untuk di kelas skuter bertransmisi otomatik (skutik), Honda masih mendominasi. Namun hal itu berbeda jika melihat di kelas sepeda motor bebek (cub). “Jika melihat secara total market kita masih unggul tetapi di segmen tertentu seperti kelas bebek high end kita masih tertinggal,” jelasnya

* Sulit di bebek

Hal itu dilandasi dengan imej motor bebek yang dibutuhkan kawasan tersebut masih didominasi kepemilikan oleh kawula muda yang mencari motor cepat dan gaya. Berbeda dengan kawasan Pulau Jawa yang beragam dan cenderung konservatif.
“Dulu imej Suzuki di Sulsel nomer satu, tapi sekarang tidak bertahan dan kini beralih ke pabrikan tetangga (Yamaha),” tambah Sigit.
Sementara itu Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Head Yamaha Indonesia mengatakan historisnya dari dulu Yamaha memang unggul di Sulawesi sejak era motor 2 tak. Hal itu karena motor Yamaha sesuai karakter masyarakat di sana yang membutuhkan motor berkarakter sporti, kencang dan punya kualitas seperti yang ditawarkan Yamaha.
“Masyarakat di Sulawesi punya pride tinggi dan penghasilan yang tinggi sehingga mudah buat membeli motor. Setiap new model pasti dibeli. Bukan hanya untuk <i>pride<p> dan <i>style<p> tapi juga transportasi motor digunakan masyarakat di Sulawesi dan juga Kalimantan,” jelasnya.
Ketangguhan Yamaha juga ditunjukan di segmen sport pasar otomotif roda dua Tanah Air masih tak tertandingi. Yamaha tetap memimpin penjualan di kategori itu dengan terjualnya 38.183 unit motor sport di bulan April.
V-Ixion terus menjadi motor sport paling laris di Indonesia. Berdasarkan data AISI, ada peningkatan penjualan V-Ixion di bulan April sebanyak 10 %, dari 22.886 unit menjadi 25.097 unit. Selain V-Ixion, Byson berkontribusi 11.975 unit dan Scorpio 1.111 unit. Setahun sebelumnya di bulan April 2011, V-Ixion terjual 18.903 unit, artinya ada kenaikan 33% dibandingkan April tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s