Archive for the ‘bisnis’ Category

Cermati Keausan Belt Pada Skutik

Posted: Januari 31, 2011 in bisnis

BAGI pengendara sepeda motor jenis skuter bertransmisi otomatik (skutik), mungkin sudah tidak asing lagi dengan salah satu komponen pengerak skutik yakni, belt. Komponen yang terletak di dalam sistem transmisi CVT (continuous variable transmission) ini, ternyata memiliki peran vital dalam kinerja mesin dan perlu dicermati.

Sebagai penerus gerak mesin ke roda belakang, belt pun dihantui ancaman keausan yang cepat atau lambat pasti terjadi. Jika itu terjadi, dampaknya beragam, mulai dari akselerasi merosot hingga konsumsi bahan bakar jadi boros.

Agar skutik berakselerasi dengan baik dan irit bahan bakar, perawatan belt secara berkala harus dilakukan. Karena memilih belt dengan dimensi yang berbeda justru akan melemahkan tujuan mendapatkan akselerasi yang baik.

Menurut Wiharman Roswiem, Automotive Area Sales Manager Indonesia untuk merek belt Gates mengatakan agar waktu penggantian belt disesuaikan dengan waktu ganti dari belt orisinilnya.

“Meskipun belt terlihat dalam kondisi baik, sangat sulit untuk mengetahui apakah belt masih bekerja dengan baik,” katanya beberapa waktu yang lalu.

Ada baiknya, pemilik skutik melihat kembali buku pedoman perawatan yang biasa disertakan ketika membeli motor jenis ini. Di dalam buku yang disertakan dalam tiap produk skutik, biasanya ada anjuran untuk melakukan servis bagian CVT ini pada periode tertentu.

Untuk skutik merek Honda misalnya, komponen ini dianjurkan untuk diganti setiap 24 ribu km. Sementara untuk semua matik Yamaha, sarannya tiap 25 ribu km. Itu wajib dilakukan walaupun secara visual, belt masih nampak bagus.

Jika lalai dalam melakukan penggantian pada komponen berbahan karet ini, bahaya bisa mengancam sang pengendaranya. Salah satu efek yang sering terjadi adalah melemahnya daya cengkram belt terhadap puli, sehingga menimbulkan slip saat berkendara.

Berkurangnya kinerja pada belt juga bisa menimbulkan konsumsi bahan bakar berlebih pada skutik. Ketua klub Yamaha Mio Club Depok Asep Hidayat mengatakan bahwa penggunaan belt skutik yang baik akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar mereka menjadi lebih irit 10%. Selain itu, akselerasi skutik menjadi lebih halus dan lebih baik dengan getaran yang makin minim.

Penting juga mendapatkan belt pengganti yang cocok yang memberikan kemampuan sama dengan belt asli dari pabrikan skutik berasal. Perihal itu, salah satu produsen belt terkemuka di dunia dan bisa jadi rekomendasi adalah, Gates Powerlink. Belt skutik ini merupakan produk untuk pasar aftermarket dengan spesifikasi yang sesuai dengan belt bawaan skuter yang ada di Indonesia.

Untuk itu perlu memilih belt yang memiliki karakteristik yang tahan terhadap panas, tidak mudah getas, tahan terhadap oli dan tidak berisik saat motor berjalan.

Belt Gates Powerlink mengklaim kinerja maksimal bisa diberikan pada sistem transmisi CVT skutik berkapasitas 50cc hingga 150 cc. Karakter produk seperti akselerasi cepat dan nyaman dan pengaturan kecepatan secara maksimal pun ditawarkan dapat terjadi. Kendati demikian, semua pilihan komponen ini kembali lagi pada si pengendara skutik tersebut.

Terpenting juga adalah penggunaan belt sesuai spesifikasi untuk diaplikasikan di berbagai model skutik yang ada di Indonesia seperti, Yamaha Mio, Xeon, Honda Vario, Beat, Scoopy, atau Suzuki Spin, Skydrive maupun Skywave.

Teknologi Spion di Helm

Posted: Januari 31, 2011 in bisnis

SEPEDA motor telah menjadi sebuah fenomena tersendiri di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya.  Dengan membanjirnya berbagai produk sepeda motor di Indonesia, maka kebutuhan akan perangkat keselamatan yang menyertainya juga meningkat dengan tajam.

Salah satu perangkat keselamatan yang wajib dimiliki oleh setiap pengendara sepeda motor adalah helm. Kini alat keselamatan berkendara ini pun telah mengalami perubahan baik dalam segi bentuk maupun fitur-fitur yang ditawarkan.

Ada fitur air flow yang membuat helm tidak terasa panas saat dipakai. Lalu, double visior dimana helm terdiri dari dua lapisan kaca, kaca bening dan kaca hitam untuk menghindari silau cahaya terang matahari.

Kini salah satu fitur yang spektakuler dan fenomenal adalah Integrated Prism Mirror System alias kaca spion. Cermin di dalamnya yang berfungsi sebagai pemantau situasi jalan dibelakang bikers.

“Teknologi Integrated Prism Mirror System merupakan pertama yang diaplikasikan pada helm di Asia Tenggara. Jarak pandang kebelakang sama dengan spion pada mobil,” ujar Henry Tedjakusuma, Direktur PT Tarakusuma Indah (TI) pemegang merek helm INK, KYT, MDS, BMC dan HIU.

Aplikasi metode prisma yang memungkinkan pengguna helm ini dapat melihat situasi maupun pengendara sepeda motor lainnya yang terdapat di belakangnya. Pengguna helm ini cukup mengarahkan sedikit saja pandangan ke arah atas dari visor maka akan terlihatlah pandangan yang nyata dari situasi di belakang di pengendara tersebut.

Di Indonesia, baru helm INK dengan varian Spy Hacker yang memiliki teknologi anyar pada helm ini. Sementara di pasar global telah banyak nama-nama produsen helm telah menggunakan teknologi ini.

Contoh saja, produsen helm Reevu asal Inggris dengan produk terbarunya RV MSX1 yang boleh dikatakan sebagai terobosan yang menakjubkan. Bagaimana tidak, helm yang pernah hadir sebagai sebuah konsep, kini hadir dengan cermin didalamnya yang berfungsi sebagai pemantau situasi jalan dibelakang bikers. Cermin ini bekerja melalui sistem optik yang terintegrasi dan disebut sebagai MROS (Multiple Reflective Optic System).

Produsen Reevu telah menghabisakan sepuluh tahun untuk mengembangkan helm yang memiliki spion dengan jangkauan luas 180 derajat. Spion tersebut diletakan persis dibelakang visior helm bagian atas. Jadi secara langsung membuat bikers dapat memantau situasi jalan didepan dan belakang.

Saat ini helm tersebut sedang dirakit oleh spesialis produsen helm asal Italia yang dirancang untuk memastikan telah memenuhi semua standar keamanan internasional.

Dengan adanya kaca spion yang terdapat di dalam helm pengendara maka diharapkan kewaspadaan dan tingkat kehati-hatian dari pengendara dapat terjaga lebih baik lagi.

Tapi, bukan berarti dengan adanya kaca spion yang terdapat di dalam helm menjadikan kaca spion pada motor bukan suatu keharusan lagi, kaca spion pada motor tetap sebuah perlengkapan wajib untuk mendukung keamanan dan kenyamanan berkendara, dan kaca spion pada helm ini adalah sebagai pelengkap untuk menambah keamanan dan kenyamanan.

Legenda Motor Dunia Reborn

Posted: April 15, 2010 in bisnis, Uncategorized

BAGI sebagian orang, masa lalu menarik untuk dikenang dan ditampilkan kembali. Fenomena mengulang kembali tren masa lalu atau disebut retro kini menjadi bagian aplikasi dari sepeda motor lansiran 2010 ini. Selain mengusung semangat rekonstruksi dan duplikasi, asimilasi dengan unsur kebaruan dapat menarik perhatian tersendiri di kalangan pencinta kuda besi.

Dalam hal ini motor retro jadi produk masa lalu yang disinergikan dengan teknologi terkini. Hal itu kini nampak diaplikasikan pada beberapa produk sepeda motor pabrikan ternama dunia seperti, Ducati, Honda, Moto Guzzi, Norton, dan Triumph.

Salah satu pabrikan yang kental dengan desain nuansa retro adalah Triumph. Lansiran terbaru pabrikan motor asal Inggris ini, tampak di inovasinya Triumph Thruxton SE. Desain retro hanya tampak pada tampilan luar motor ini saja seperti headlamp bulat, dan kondom tangki membulat.

Tapi jika melonggok dalam sektor mesin, dapur pacu DOHC dengan paralel twin cylinder dengan kapasitas 16 liter dapat menghasilkan kekuatan 67 hourse power (hp) dengan 50 kW @ 7250 rpm, plus akselerasi torsi 69 Nm pada posisi 5800 rpm.

Masih di kawasan Britania, salah satu legenda motor dunia yang kembali mengaspal di jalanan adalah, Norton Commando. Setelah hampir setahun dirancang para insinyurnya di Inggris, para penggemar motor klasik akan melihat kembali tampilan gres Norton Commando 961 .
Meski berparas klasik, Norton Commando dipersenjatai aplikasi berteknologi tinggi. Mesin injeksi paralel-twin berkapasitas 961 cc berpendingin udara yang sanggup memproduksi 80 hp dan torsi 90nm. Penerapan sistem injeksi bahan bakarnya didesain agar bisa lulus emisi di seluruh dunia sesuai aturan modern.

Lalu apakah hanya motor-motor lansiran benua biru Eropa saja yang melansir motor berdesain retro? Ternyata tidak. Salah satu pabrikan raksasa asal Jepang, Honda juga melansir motor bertipe retro. Melalui CB1000 yang diperkenalkan pada ajang Tokyo Motor Show 2009 lalu, Honda seakan ingin mengulang kembali keperkasaan tipe CB di pasar dunia.

Motor yang telah sukses di Indonesia sejak era 70-an itu kini siap kembali memikat penggemarnya. Teknologi mesin 1000cc berpendingin air, 16 katup empat silinder mampu memuntahkan tenaga lOObhp di 8500rpm, dan mampu menembus kecepatan 225km/jam. Hal itu tentu berbeda jauh dengan versi Honda CB era 70-an.

*Sekedar Fashion*

Menurut salah satu pemasok motor-motor Sport Retro di Indonesia yaitu, PT Supermoto Indonesia melalui Presiden Direktur-nya, Agustus Sani Nugroho mengungkapkan, alasan kehadiran motor-motor berpenampilan retro ini merujuk pada nilai historis masa kejayaan suatu sepeda motor.

“Sebagai contoh Ducati Paul Smart, kini kembali diluncurkan untuk mengenang kehebatan pebalap motor itu pada era 70-an,” katanya kepada Torsimax, Selasa (9/3).

Namun, lanjut Nugroho, walaupun suatu motor tipe retro itu dipasarkan kembali tapi, justru peminatnya banyak datang dari kaum muda. Pecinta suatu motor klasik, biasanya telah mengetahui sisi historis dari suatu motor yang mereka kagumi.

Animo itu coba disalurkan beberapa pabrikan dunia, dengan melahirkan kembali motor legendaris dengan teknologi terbaru. Adopsi teknologi terkini, dilakukan untuk memenuhi faktor kemudahan dalam mengendarainya dan juga daya tahan motor tersebut.

“Selain unsur nostalgia, sisi fashion juga menyertai pencari motor jenis ini. Mereka biasanya ingin dikenali dengan tunggangan motor klasik yang unik, tapi tidak mau direpoti urusan perawatan seperti motor antik,” jelas Nugroho.

Diakui di Indonesia, pasar motor retro ini sangat sedikit, sejak hadir pada 2007 silam, hingga kini pangsa pasar tetap tidak berubah. Berbeda dengan negara-negara seperti Inggris dan Amerika Serikat, fenomena motor lawas berteknologi modern sedang naik daun.

Menciptakan kembali ‘roh’ dan merekonstruksi suatu motor lawas menjadi lebih eksklusif, berbeda dengan motor-motor mainstreem. Tentu jadi strategi pemasaran baru ala pabrikan motor dunia. Saat konsep sepeda motor menemukan titik jenuh, konsep motor retro tentu bisa dijadikan pilihan.

SEPEDA motor bertransmisi otomatis sudah tidak bisa terbatahkan lagi semakin diminati. Sejumlah produsen sepeda motor pun berlomba-lomba menikmati ceruk pasar yang jadi tren baru ini. Pabrikan pun saling bertempur inovasi dengan mengeluarkan model-model motor bertransmisi otomatis teranyar.
Dimulai penguasa pasar motor tingkat ASEAN, Honda Motor Co., pada 8 September 2009 lalu mengumumkan telah mengembangkan dapur pacu untuk transmisi otomatik baru, yang disebut CV-Matic untuk bertarung di tahun 2010. Sistem ini digunakan pada bebek (bektik) dan skuter (skutik).
Lalu Yamaha, pada 6 November 2009 juga memperkenalkan mesin YCAT atau Yamaha Compact Automatic Transmission untuk betik. Setelah kedua raksasa sepeda motor memperkenalkan teknologi mesin barunya, persaingan pun berlanjut.

Adopsi mesin transmisi otomatis itu dipakai pada suatu produk, dimulai secara cepat oleh pabrikan berlambang garputala di Vietnam. Tepat di ajang pertemuan diler Yamaha Vietnam pada 26 November 2009, Lexam diperkenalkan.

Walaupun sebagai pihak pertama yang meluncurkan teknologi mesin otomatis terbaru, Honda justru baru memperkenalkan wujud asli motor bektik pada sosok Honda Wave 110-i AT yang diluncurkan di Thailand, 18 Februari 2010.

Salip menyalip nampaknya masih akan terjadi, saat bektik kedua pabrikan tersebut akan memasuki Indonesia. Kedua pemegang merek Honda dan Yamaha yaitu PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) meyakini akan mejajaki segmen baru ini.

Dari pihak PT AHM yang menghadiri peluncuran Honda Wave 110-i AT di Thailand menyatakan belum mengetahui perihal waktu kehadiran bektik ini di tanah air. AHM masih melihat respon konsumen Thailand setelah bektik ini sudah dipasarkan Maret mendatang.

“Kami sekarang sedang melakukan study view disini, apakah motor ini cocok dipasarkan di Indonesia atau tidak,” jelas Judhy Goutama, Senior Manager Promotion & Network Departement, Marketing & Product Development Division AHM.

Lain dengan PT YMKI yang akhirnya berbicara terang-terangan perihal waktu kehadiran bektiknya. Walaupun memaparkan akan meluncurkan enam model sepeda motor baru di 2010, sorotan utama tidak lain adalah kapan Yamaha Lexam hadir di Indonesia.

“Kemungkinan diluncurkan antara Oktober atau November mendatang,” tutur Yoshiteru Takahashi, Chairman dan Presiden Komisaris PT YMKI, Senin (22/2).

*Bukan Waktu tapi Kualitas*

Saat ditanya mengapa pemilihan waktu peluncuran dilakukan pada akhir tahun 2010, Takahasi menjelaskan Yamaha perlu banyak pertimbangan bermain di kategori sepeda motor yang benar-benar baru. Perencanaan secara matang perlu dilakukan karena Yoshiteru menilai permintaan motor jenis ini masih sangat kecil.
Pernyataan Takahasi itu dilandasi karena kehadiran sepeda motor bebek dengan transmisi otomatis akan mengabungkan dua segmen pasar berbeda yaitu segmen bebek dan skutik. Lantas akankah kedua produk bektik ini mampu menyerobot pasar bebek yang diklaim masih akan mendominasi penjualan motor di tanah air pada 2010 ini?

Seperti diketahui, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebut sepanjang 2009 lalu total penjualan varian bebek sebesar 3.188.585 unit atau 54% dari total penjualan motor yang sebesar 5.851.962 unit.

Baik Honda maupun Yamaha nampaknya masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap produk bektik ini. Menurut Eksekutif Wakil Presdir AHM Johannes Loman seperti dilansir Antara mengakui persaingan sepeda motor di Indonesia semakin ketat, terutama antara Honda dan Yamaha.

Penjualan sepeda motor Honda masih didominasi oleh sepeda motor bebek manual seperti Honda Absolut Revo. Ke depan, diakuinya, AHM akan lebih konsentrasi meningkatkan penetrasi dan penjualan sepeda motor matik (skutik) yang menjadi kekuatan pesaingnya. “Kami akan terus meningkatkan inovasi dan kualitas, serta layanan purna jual untuk meningkatkan penetrasi pasar,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Takahasi yang tetap akan memantau penjualan Yamaha di Indonesia ini, pasar sepeda motor di Indonesia khususnya tipe otomatik akan terus tumbuh. Begitu juga dengan potensi bebek matik di Indonesia. “Timing peluncuran (bektik) tidak penting, tapi kualitas yang terpenting,” katanya.

Legenda Motor Dunia Reborn

Posted: Maret 12, 2010 in bisnis, Honda

BAGI sebagian orang, masa lalu menarik untuk dikenang dan ditampilkan kembali. Fenomena mengulang kembali tren masa lalu atau disebut retro kini menjadi bagian aplikasi dari sepeda motor lansiran 2010 ini. Selain mengusung semangat rekonstruksi dan duplikasi, asimilasi dengan unsur kebaruan dapat menarik perhatian tersendiri di kalangan pencinta kuda besi.
Dalam hal ini motor retro jadi produk masa lalu yang disinergikan dengan teknologi terkini. Hal itu kini nampak diaplikasikan pada beberapa produk sepeda motor pabrikan ternama dunia seperti, Ducati, Honda, Moto Guzzi, Norton, dan Triumph.

Salah satu pabrikan yang kental dengan desain nuansa retro adalah Triumph. Lansiran terbaru pabrikan motor asal Inggris ini, tampak di inovasinya Triumph Thruxton SE. Desain retro hanya tampak pada tampilan luar motor ini saja seperti headlamp bulat, dan kondom tangki membulat.
Tapi jika melonggok dalam sektor mesin, dapur pacu DOHC dengan paralel twin cylinder dengan kapasitas 16 liter dapat menghasilkan kekuatan 67 hourse power (hp) dengan 50 kW @ 7250 rpm, plus akselerasi torsi 69 Nm pada posisi 5800 rpm.
Masih di kawasan Britania, salah satu legenda motor dunia yang kembali mengaspal di jalanan adalah, Norton Commando. Setelah hampir setahun dirancang para insinyurnya di Inggris, para penggemar motor klasik akan melihat kembali tampilan gres Norton Commando 961 .
Meski berparas klasik, Norton Commando dipersenjatai aplikasi berteknologi tinggi. Mesin injeksi paralel-twin berkapasitas 961 cc berpendingin udara yang sanggup memproduksi 80 hp dan torsi 90nm. Penerapan sistem injeksi bahan bakarnya didesain agar bisa lulus emisi di seluruh dunia sesuai aturan modern.
Lalu apakah hanya motor-motor lansiran benua biru Eropa saja yang melansir motor berdesain retro? Ternyata tidak. Salah satu pabrikan raksasa asal Jepang, Honda juga melansir motor bertipe retro. Melalui CB1000 yang diperkenalkan pada ajang Tokyo Motor Show 2009 lalu, Honda seakan ingin mengulang kembali keperkasaan tipe CB di pasar dunia.
Motor yang telah sukses di Indonesia sejak era 70-an itu kini siap kembali memikat penggemarnya. Teknologi mesin 1000cc berpendingin air, 16 katup empat silinder mampu memuntahkan tenaga lOObhp di 8500rpm, dan mampu menembus kecepatan 225km/jam. Hal itu tentu berbeda jauh dengan versi Honda CB era 70-an.

*Sekedar Fashion*

Menurut salah satu pemasok motor-motor Sport Retro di Indonesia yaitu, PT Supermoto Indonesia melalui Presiden Direktur-nya, Agustus Sani Nugroho mengungkapkan, alasan kehadiran motor-motor berpenampilan retro ini merujuk pada nilai historis masa kejayaan suatu sepeda motor.

Sebagai contoh Ducati Paul Smart, kini kembali diluncurkan untuk mengenang kehebatan pebalap motor itu pada era 70-an,” katanya.
Namun, lanjut Nugroho, walaupun suatu motor tipe retro itu dipasarkan kembali tapi, justru peminatnya banyak datang dari kaum muda. Pecinta suatu motor klasik, biasanya telah mengetahui sisi historis dari suatu motor yang mereka kagumi.
Animo itu coba disalurkan beberapa pabrikan dunia, dengan melahirkan kembali motor legendaris dengan teknologi terbaru. Adopsi teknologi terkini, dilakukan untuk memenuhi faktor kemudahan dalam mengendarainya dan juga daya tahan motor tersebut.
“Selain unsur nostalgia, sisi fashion juga menyertai pencari motor jenis ini. Mereka biasanya ingin dikenali dengan tunggangan motor klasik yang unik, tapi tidak mau direpoti urusan perawatan seperti motor antik,” jelas Nugroho.
Diakui di Indonesia, pasar motor retro ini sangat sedikit, sejak hadir pada 2007 silam, hingga kini pangsa pasar tetap tidak berubah. Berbeda dengan negara-negara seperti Inggris dan Amerika Serikat, fenomena motor lawas berteknologi modern sedang naik daun.
Menciptakan kembali ‘roh’ dan merekonstruksi suatu motor lawas menjadi lebih eksklusif, berbeda dengan motor-motor mainstreem. Tentu jadi strategi pemasaran baru ala pabrikan motor dunia. Saat konsep sepeda motor menemukan titik jenuh, konsep motor retro tentu bisa dijadikan pilihan.

Strategi Menaikkan Kelas

Posted: Desember 18, 2009 in bisnis, Honda, Suzuki, Yamaha

Produk versi baru dari motor jenis lama kini tak hanya mengubah tampilan bodi, tapi juga menambah isi mesin.

ADA satu hal menarik saat PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) meluncurkan New Jupiter Z di Jakarta, Senin (30/11) lalu. Menarik bukan dari sisi prosesi peluncurannya–yang notabene mirip-mirip dengan prosesi peluncuran produk motor baru lainnya, melainkan menarik dari segi perubahan yang ditawarkan produk baru itu.

Umumnya kehadiran suatu motor baru beberapa tahun terakhir masih berkutat di sekitar perubahan tampilan saja. Sebut saja di sektor desain bodi, mulai bentuk lampu depan, panel spidometer, front flasher, cover handle, hingga lampu belakang.

Tapi kini ada tren lain. Strategi baru berupa penambahan kapasitas mesin sedang coba ditawarkan para perusahaan pemegang merek sepeda motor. Tak banyak-banyak memang, paling banyak penambahan itu hanya 10 cc. Misalnya dari motor 100 cc dinaikkan menjadi 110 cc, atau dari 110 cc di-upgrade menjadi 115 cc.

New Jupiter Z yang kini mengusung mesin 113,7 cc (115 cc) dari sebelumnya 110 cc sebetulnya bukan motor pertama yang kelas cc-nya dinaikkan. Setahun lalu pada gelaran Jakarta Motorcycle Show 2008, Yamaha sudah lebih dulu meluncurkan Yamaha Vega ZR yang merupakan penyempurnaan Yamaha Vega berkapasitas 110 cc. Persis seperti Jupiter, Yamaha Vega yang baru ini naik dari 100 cc menjadi 113,7 cc.

Di waktu yang berbeda, PT Astra Honda Motor (AHM) juga melakukan hal yang sama. Berbeda dengan peluncuran bebek sebelumnya yang sebatas facelift, kali ini AHM menyiapkan motor bebek dengan kapasitas lebih besar daripada pendahulunya. Honda Revo yang tadinya hanya 100 cc dinaikkan menjadi Honda Absolute Revo dengan mesin 110 cc.

Apa sebenarnya yang diharapkan pabrikan dengan penambahan kapasitas mesin yang cuma secuil itu? Mohammad Masykur, Manager Model Planning Development R&D Division YMKI, menyebut tenaga, torsi, dan akselerasi menjadi pertimbangan.

Pada New Jupiter Z misalnya. Dengan kapasitas mesin yang baru, kini tenaga dan torsi maksimum bisa diperoleh pada putaran yang lebih rendah, bahkan sampai 500 rpm di bawah mesin yang lama. “Akselerasinya lebih cepat 0,1 detik untuk 0-100 meter. Kecepatan maksimum juga naik dari 88 menjadi 95 km/jam,” jelasnya.

Strategi life cycle

Yang tak kalah menarik, dengan meluncurkan motor upgrade ini pabrikan sampai berani menghentikan (discontinue) produk lamanya. Sebuah strategi yang cukup berani mengingat sebetulnya motor-motor lama yang di-discontinue itu, seperti Honda Revo dan Yamaha Jupiter Z, sama-sama merupakan penguasa di kelas motor cubs di Indonesia.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), selama kurun waktu 2008, Revo 100 cc mampu mencatat penjualan 1.196.418 unit. Jupiter Z versi lama mencatatkan raihan angka penjualan sebanyak 564.593 unit atau 38,8% market share kelas motor menengah.

Honda, melalui Direktur Pemasaran AHM yang kala itu dijabat Johannes Loman, beralasan mereka sengaja menyetop produksi Honda Revo versi lama dan Supra Fit X yang sama bermesin 100 cc karena ingin memperkuat segmen di atasnya, yaitu kelas bebek di bawah 125 cc.

“Dengan kehadiran Honda Absolute Revo, kami optimistis mampu menguasai 62% pasar kelas bebek di bawah 125 cc pada 2009, naik dari 2008 yang sebesar 56%,” ujarnya.

Alasan Vice President Director YMKI Dyonisius Beti, peluncuran Jupiter Z baru dan penghentian produksi versi lama ini terkait dengan strategi life cycle yang diusung Yamaha. Strategi yang meyakini bahwa suatu produk sepeda motor biasanya memiliki rentang waktu 3-5 tahun.

Artinya setelah memasuki tahun ketiga, sepeda motor Yamaha dituntut melakukan perubahan. Baik itu sekadar perubahan eksterior ataupun dalam bentuk perubahan keseluruhan mulai desain hingga mesin. “Peluncuran ini sudah on schedule, pada 2004 lalu diluncurkan generasi pertama Jupiter, lalu minor change di 2007. Kini 2009 perubahan total dilakukan pada Jupiter Z,” jelasnya.

Meski mengaku belum akan melakukan hal yang sama, Edi Darmawan 2w Marketing Promotion & Dealer Development PT Suzuki Indomobil Motor menilai tren peningkatan cc suatu sepeda motor seperti ini tentu dilandasi kebutuhan konsumen itu sendiri. Kini banyak konsumen khususnya anak muda memilih motor berkapasitas tinggi dengan harapan dapat memperoleh performa baik. “Barangkali itu salah satu alasan pabrikan menaikkan cc produk motornya.”

Persoalannya, naiknya cc sudah pasti diikuti kenaikan harga. Artinya, lagi-lagi konsumen dipaksa merogoh kocek mereka lebih dalam. Lalu, ke mana akan larinya konsumen yang tidak mampu mengikuti strategi dan kemauan produsen?

antaraAWAL tahun ini salah satu produsen sepeda motor asal Jepang, PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan motor jenis cub (bebek) dengan kapasitas 110cc, Revo 110 dan Honda Blade. Selang itu, pada Maret 2009 Suzuki meluncurkan motor bertransmisi otomatik berperforma mesin 125 cc yakni, Suzuki Skydrive Dynamatic.

Dilanjutkan pada bulan berikutnya, PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) selaku distributor motor lansiran pabrikan asal Italia, Aprilia di Indonesia meluncurkan motor sport Aprilia RS 125 dan skuter Scarabeo 200. Masih di bulan yang sama, PT Minerva Motor Indonesia (MMI), tiga model motor baru Sachs 250, yakni Migelli 250R, Naked bike (250S) dan Supermoto (250M).

Kemudian, pada Juni, PT TVS Motor Company Indonesia meluncurkan sepeda motor bebek baru kelas 125cc, TVS RockZ 125. Dilanjutkan dengan Kawasaki dengan meluncurkan motor di kelas trail  Kawasaki KLX 150S pada Mei 2009. Terakhir pada ajang Pekan Raya Jakarta, MMI kembali meluncurkan produk terbarunya bertransmisi otomatik, Minerva Sachs GTR-150.

Geliat produsen sepeda motor meluncurkan produknya sangat nampak di semester pertama 2009. Walaupun pasar otomotif roda dua tengah lesu, optimisme produsen tidak surut. Setelah pasang surut mewarnai enam bulan pertama 2009, kontraksi positif kembali ditunjukan pasar sepeda motor nasional dalam dua bulan terakhir ini.

Berdasarkan data sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepanjang semester I, penjualan motor Honda masih teratas. Dengan berhasil membukukan 1.165.454 unit atau 45.8% pangsa pasar. Tempat kedua PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) berhasil melepas 1.154.241 unit    (45.3%). Disusul Suzuki 198.116 unit (7.8%), Kawasaki 26.739 unit (1.0%) sedangkan Kanzen 2.379 unit (0.1%).
Ketua Umum AISI, Gunadi Sindhuwinata, mengatakan, pasar otor diperkirakan akan mulai menanjak signifikan pada semester kedua. Hal ini dipicu dengan diselenggarakannya berbagai pameran seperti arena Pekan Raya Jakarta yang biasanya dijadikan ajang promosi bagi ATPM.

“Saya pikir penjualan untuk semester kedua tidak akan lebih buruk dari semester sebelumnya. Paling tidak sama dengan semester pertama. Semoga dengan penyelenggaraan pemilu yang damai, pasar motor kembali bergairah,” ujar Gunadi.

*Yamaha Naik Terus*

Sementara pabrikan Yamaha mengalami peningkatan yang cukup pesat dibandingkan ATPM lainnya. Untuk semester pertama 2009 ini, Yamaha berhasil meraup angka penjualan sebesar 1.154.241 unit atau 45.3% pangsa pasar.

Jika menilik dari jumlah unit sepeda motor yang terjual, maka angka penjualan 2009 dengan sethaun silam tidak banyak mengalami pertambahan. Namun, jika melihat raihan pangsa pasar maka lonjakan pesat mampu diraih Yamaha.

Selama bertahun-tahun AHM menjadi pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia dengan pangsa pasar di atas 50%, namun dalam 2-3 tahun terakhir pangsa pasarnya terus tergerus. Sementara, pangsa pasar pesaing utamanya, Yamaha, terus meningkat.

Setahun silam, pada semester pertama Yamaha mampu meraih 39,37% pangsa pasar. Kini dalam rentang waktu yang sama, Yamaha bisa menembus 45.3% pangsa pasar. Terkait hal itu, Wakil Presiden Direktur YMKI, Dyonisius Beti, mengungkapkan, fokus utama perseroan dalam industri motor adalah kepuasan para pemangku kepentingan.
Sepanjang tahun ini, kata dia, pertumbuhan yang berkeseinambungan yang dialami perseroan menunjukan konsistensi. “Market share bukan goal (tujuan), tapi impact (pengaruhnya). Kalau kondisi seperti ini terus, Yamaha masalah waktu saja akan memimpin pasar. Kami bisa melihat tren retail sales kami sudah lama memimpin pasar,” paparnya.