Archive for the ‘Suzuki’ Category


SAAT berbincang-bincang dengan manajemen baru PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua, tersirat suatu pernyataan akan hadirnya tipe skuter bertransmisi otomatik (skutik) baru dari pabrikan itu.

Dept Head Marketing 2W SIS Yohan Yahya mengungkapkan pihaknya kini tengah sibuk untuk mempersiapkan senjata baru suzuki untuk pasar otomituf roda dua nasional. Tersebut ada dua varian sepedamotor yang akan diluncurkan. Pertama, sudah jelas kehadiran Suzuki Inazuma 250. Kedua, dia menyiratkan skutik anyar.

“Kita sudah sibuk sejak Oktober sampai Desember ini, karena kita akan launching produk kita. Satu di matik yang lebih fashion daripada sebelumnya,” cetusnya.

Sontak saja pernyataan Yohan itu merujuk pada skutik Suzuki yang bernama Jelato. Mengapa Jelato? Karena jika dilihat dari desain skutik itu memang lebih fashionable, ketimbang Hayate, Skydrive dan Nex.

Suzuki Jelato cukup terkenal di Thailand, sebagai produk pilihan selain Honda Scoopy dan Yamaha Fino. Tapi apakah Jelato cukup diminati di Indonesia? Kita tunggu saja kejelasan hadirnya skutik itu.

KEPASTIAN Suzuki Inazuma diluncurkan terjawab sudah. Selasa (14/8) sang nahkoda anyar dari PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua, Dept Head Marketing 2W Yohan Yahya mengungkapkan Oktober adalah waktu yang tepat.

Motor sport bergaya touring tersebut nantinya akan dibanderol di sekitar Rp46 juta. “Setiap pengendara motor apapun suka touring. Nah ini kita luncurkan motor yang benar-benar untuk touring,” katanya.

Suzuki Inazuma sebenarnya sudah diperkenalkan secara tidak resmi di pasar otomitf nasional sejak gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) beberapa waktu yang lalu. Sambutan konsumen pun terbilang lumayan untuk motor yang diimpor secara utuh dari China ini.

“Inden dari PRJ sudah seratusan lebih. Kita sudah terima nama saja. Nantinya kita telah siapkan Inazuma sebanyak 1.100 unit hingga akhir Desember mendatang,” jelasnya.

Perihal persaingan, Yohan pun tetap optimis Inazuma akan dimintai pencinta motor jenis sport. Kendati tidak menyebutkan merek, Yahya menuturkan Inazuma merupakan motor sport 250cc yang sangat berbeda dengan motor sekelas.

“Sebenarnya harga motor ini cukup realistis, melihat GDP (tingkat pendapatan) orang Indonesia meningkat dalam beberapa waktu ini. Jika GDP meningkat gaya hidup mereka juga ingin lebih tinggi,” ujar Yohan.

 

Bobot Susut Semakin Ngebut

Posted: Januari 31, 2011 in Suzuki


SAAT Suzuki GSX-R750 diperkenalkan pada 1985, peristiwa itu jadi kejutan besar di industri sepeda motor. Kini versi terbaru telah hadir dan diyakini akan kembali menguncang dunia otomotif dunia.

Sekilas menilik sejarah GSX-R750, pada awalnya GSX-R dirancang sebagai motor yang mengerti apa yang diinginkan pengendaranya. Konsentrasi penuh pada performa, tidak hanya sektor fashion saja.

Hal itulah yang membuat GSX-R berjaya di ajang balap motor, dan setiap pengembangan di arena balap diaplikasikan juga pada produksi massal motor sport ini.

Selama beberapa dekade hingga sekarang, GSX-R750 telah konsisten menghadirkan performa terbaik sebagai suatu sepeda motor di kelasnya. Kini dalam versi 2011, GSX-R750 telah dilengkapi teknologi mesin yang lebih mumpuni, tenaga besar, lebih responsif, rendah emisi dan 10% lebih irit bahan bakar dibandingkan versi sebelumnya.

Mesin terbaru GSX-R750 lebih kompak, sumbu roda pun 15mm lebih pendek, semuanya itu membuat motor sport ini memiliki berat 190 kg atau 8kg lebih ringan dari model sebelumnya. Dari sisi efisiensi, ahli mekanik dari Suzuki telah mengukur kekuatan dan torsi yang dihasilkan mesin baru GSX-R750. Pengurangan bobot motor jadi pilihan untuk menghasilkan tenaga yang lebih baik.

Besaran sumbu roda motor yang kini jadi 1390 mm, juga membuat performa GSX-R750 juga semakin lebih baik. Mengecilnya sumbu roda dilakukan dengan cara menaikkan 3 derajat sudut bagian belakang mesin. Ubahan itu juga membuat titik keseimbangan motor juga jadi lebih baik.

Sementara itu, dari sektor mesin, GSX-R750 mengusung teknologi mesin 750 cc, 4-silinder, 4-stroke, transmisi 6-speed dengan pendingin cair. Mesin pun memilii diameter piston (bore)yang besar dengan langkah piston (stroke) lebih pendek sehingga bahan bakar lebih efisien dan mampu mencapai putaran mesin (rpm) yang tinggi.

Tiap piston terintegrasi dengan blok mesin dan mengaplikasikan bahan logam nikel fosfor dan silikon yang telah terbukti tangguh digunakan pada ajang balap motor-motor Suzuki. Dengan bahan itu, gesekan dapat dikurangi dan meninggkatkan transfer panas lebih baik.

Dua katup intake GSX-R750 berdiameter 29.0 mm, serta dua katup exhaust berdiameter 23.0 mm, telah menggunakan bahan titanium alloy sehingga lebih ringan 0.6 gram.

Diantara kehebatan sisi dapur pacu, Suzuki GSX-R750 juga memiliki fitur Suzuki Drive Mode Selector (S-DMS). Fitur yang terletak di kiri stang ini dapat mengatur penggunaan dua pilihan mesin, sistem injeksi, katup throttle hingga sistem pengapian.

Untuk kecepatan mesin terdapat dua pilihan yakni, mode A untuk kekuatan dan akselerasi penuh. Sementara mode B adalah pilihan untuk pengendaraan motor yang biasa-biasa saja. Dua pilihan pengendaraan ini pun bisa diaplikasikan pada saat balapan.

Dari segi keamanan, Suzuki GSX-R750 terbaru ini menggunakan rem Brembo 4 piston berkaliper monoblok. Master silinder pada rem depan menggunakan piston berukuran 17.46 mm dan bisa disesuaikan sebanyak 6 posisi. Sisi rem depan pun mengalami reduksi berat sebesar 405 gram dari versi sebelumnya.

Lalu pijakan kaki (footpegs) telah terpasang dengan tiga pilihan posisi sesuai dengan keinginan pengendara. Fitur kelengakapan GSX-R750 mulai dari lampu depan hingga fairing bodi semuanya mengalami pengurangan bobot, secara total reduksi tersebut sebesar 35% atau 3.400 gram dari GSX-R750 yang lama.

Pengurangan bobot ini digadang-gadang akan meningkatkan performa pada produk motor sport-nya ini. Semua itu bermuara pada satu tujuan yakni, agar setiap model GSX-R jadi penguasa jalanan.

Modifikasi Suzuki Satria

Posted: Januari 27, 2010 in Suzuki

Kuda Besi Berbaju Zirah

Posted: Januari 17, 2010 in Suzuki

SAAT suatu sepeda motor ingin tampil beda dari lainnya, banyak cara yang dilakukan sang pemilik. Modifikasi sektor mesin hingga penambahan aksesori motor tentu lazim dilakukan. Namun, tak jarang hal itu masih dirasa kurang.

Butuh suatu media yang menegaskan karakter sang pengendaranya. Seni lukis pada media airbrush pun jadi alternatif terbaik. Tidak hanya pada kendaraan roda empat, kini roda dua pun semakin banyak mengadopsi seni melukis pada bodi kendaraan ini.

Layaknya sebuah tato pada tubuh manusia, lukisan atau grafis menarik goresan airbrush mampu mewakili identitas atau karakter motor tersebut. Tidak hanya itu, goresan tinta airbrush juga mampu menjelma menjadi bentuk karya seni yang memikat pada sosok kuda besi.

Ini yang membuat Ardi, warga Bekasi, tidak segan menelurkan daya imajinasinya melalui teknik airbrush pada motornya, Suzuki Satria FU produksi 2004. Lihat saja gambar tokoh ksatria dari kerajaan fiksi masa silam yang melekat pada keseluruhan bodi motor. Jelmaan sosok ksatria diselaraskan dengan varian motor lansiran Suzuki tersebut.

Dominasi warna hijau diselipkan dengan alur cerita tentang konspirasi dunia kerajaan seperti, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, peperangan hingga lakon percintaan. Lukisan tokoh prajurit, patih, raja hingga putri jelita mewarnai kisah tersebut.

Untuk menunjukkan kesan seram serta perang yang berlarut-larut, Ardi menggambarkan banyaknya prajurit yang tewas serta tengkorak berserakan di beberapa bagian bodi. Sisanya, Ardi menggambarkan realis dunia masa lalu berupa corak hijau dengan ulir-ulir akar pohon di sekujur badan kuda besi bernopol B 6152 KCW itu.

Tidak ayal lagi motor yang sudah berumur itu bisa tampil lebih segar dan semarak. Karya Ardi banyak membuat orang terkagum-kagum karena terlihat sangat detail dan rapi.

Proses tersebut dikerjakan Ardi menggunakan cat Spies Hecker dengan rentang waktu pengerjaan selama lima bulan. Biaya yang dirogoh dari koceknya tidak lebih dari Rp5 juta. “Semua masih standar, cuma airbrush di bodi serta tambahan aksesori berupa stabilizer shock di depan,” jelas Ardi.

Ardi mengaku cukup bangga dengan tampilan baju zirah kuda besinya, ia cukup senang dengan lukisan airbrush karya pribadinya yang membuat orang terkagum-kagum. Sebagai penghormatan, Suzuki Satria F150 ini pun diikutsertakan Ardi di berbagai kontes modifikasi di Jabodetabek.

Spesifikasi modifikasi ============ Suzuki Satria F 150 Mesin kelistrikan : Standar Rangka sasis : Standar Kaki-kaki : Standar Aksesori : Stabilizer shock (depan) Cat : Spies Hecker Pengerjaan : 5 bulan Biaya : Rp5 juta

Tren Skuter Retro Kembali

Posted: Januari 17, 2010 in Honda, Suzuki, Yamaha

BODI kembung dengan suara khas mengema saat berkendara, membuat satu jenis sepeda motor ini sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia. Satu nama yang hingga kini masih dikenal yaitu Vespa. Dahulu alat transportasi ini banyak digemar, baik dari kelas ekonomi rendah sampai dengan kelas atas, berbagai lapisan usia dan gender.
Pada era 60-an, Vespa mulai marak dan menjadi salah satu ikon gaya hidup anak muda. Sepeda motor jenis skuter yang dikeluarkan pabrik Piaggio milik Enrico Piaggio, pengusaha muda berdarah Italia ini pun kini menjelma sebagai produk legenda dunia otomotif.


Di kalangan anak muda, saat ini di sejumlah kota, tengah mewabah motor berukuran yang kecil dan ringan ini. Namun kelangkaan dan mahalnya skuter ini, membuat sebagian anak muda memodifikasi skuter anyar mereka dengan konsep retro.
Kegilaan terhadap bentuk skuter ini juga tidak terjadi di Indonesia, di negara-negara seperti Jepang, Australia dan Eropa juga mengalami hal yang sama. Untuk itu banyak pabrikan sepeda motor kembali merilis produk sepeda motor mereka dengan bergaya retro.
Sebagai pabrikan pionir Piaggio tentu memiliki sederet jajaran skuter baru dengan desain menawan, tentu masih mengandalkan nama besar Vespa. Seperti Sebut saja Vespa ET4, Liberty, Gilera, atau X9 yang bentuknya sangat fresh dan mengusung teknologi mesin empat langkah bertransmisi otomatis.
Pabrikan Jepang juga tidak mau kalah, melalui Yamaha Fino, Honda Scoopy, dan Suzuki Jelato. Untuk Honda Scoopy, di negeri asalnya, Jepang dilabeli Crea Scoopy yang telah lahir sejak era 1960-an. Kemudian dirilis kembali di Amerika Serikat pada 2002 dengan nama Metropolitan. Di negara bagian Kanada diberi nama Jazz, di Australia dan Thailand disebut Scoopy.
Honda Scoopy yang beredar di Thailand telah mengadopsi teknologi injeksi PGMFi dan memiliki basis mesin serta sasis yang mirip dengan Honda BeAT di Indonesia. Sementara Yamaha Fino sendiri memiliki basis sama dengan Yamaha Mio yang beredar di Indonesia. Pendeknya, desain retro layaknya vespa tapi mengandalkan mesin modern.
Kemudian Suzuki hadir dengan Suzuki Jelato yang sebelumnya dipajang di Bangkok Motorshow 2009 lalu sebagai skutik concept. Suzuki Jelato ini memiliki spek mesin yang tak jauh beda dengan Suzuki Spin, Skywave ataupun Skydrive, bedanya Jelato sudah mengadopsi teknologi DCP-fi fuel injection.

*ATPM Tunggu Pasar*

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Agaknya skutik berdesain retro ini hanya sebatas bisa dinikmati dengan jalan modifikasi dan melalui impotir umum. Tentu harga skutik ini menjadi lebih mahal, seperti yang terlihat pada skuter-skuter lansiran Piaggio.
Dahulu salah satu merek andalan Piaggio, Vespa sangat dengan mudah masyarakat untuk dapat memilikinya. Kini, dengan kisaran harga di atas Rp30 jutaan dan sedikitnya bengkel resmi membuat hanya segelintir orang yang mampu memiliki skuter tersebut.
Lain halnya dengan Piaggio, pabrikan asal Jepang seperti Honda dan Yamaha nampaknya masih enggan memasuki segmen ini. Banyak alasan yang dilontarkan para jajaran manajemennya. Dyonisius Beti, Vice Presiden Director, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) mengaku pasar untuk segmen ini masih kecil, jadi masih harus menunggu permintaan pasar.
“Berbicara desain, nampaknya konsumen Indonesia masih menyukai desain yang futuristik bukan retro. Hanya kalangan tertentu yang menyukai, itu pun kecil,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Begitu pun dengan PT Astra Honda Motor (AHM). Menurut Sigit Kumala, General Manager Marketing AHM, “Sepertinya untuk saat ini belum bisa, selera masyarakat secara umum belum ke arah sana. Tapi kita akan pantau terus, jika responnya bagus kalau perlu kita akan luncurkan.”


Sedangkan Suzuki Indonesia tersiar rumor akan meluncurkan produk-produk baru termasuk Suzuki Jelato. Namun sayang hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Suzuki. Walaupun tidak berbentuk futuristik seperti kebanyakan sepeda motor saat ini, skuter retro tampaknya menempatkan diri pada kelasnya tersendiri.
Kisah kendaraan berteknologi sederhana dan memiliki tampilan menarik bagi sebagian masyarakat ini telah melegenda. Tidak jauh berbeda halnya dengan sang legenda Harley Davidson, kehadiran skuter di belahan dunia mana pun cukup menebus rasa nostalgia.

Strategi Menaikkan Kelas

Posted: Desember 18, 2009 in bisnis, Honda, Suzuki, Yamaha

Produk versi baru dari motor jenis lama kini tak hanya mengubah tampilan bodi, tapi juga menambah isi mesin.

ADA satu hal menarik saat PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) meluncurkan New Jupiter Z di Jakarta, Senin (30/11) lalu. Menarik bukan dari sisi prosesi peluncurannya–yang notabene mirip-mirip dengan prosesi peluncuran produk motor baru lainnya, melainkan menarik dari segi perubahan yang ditawarkan produk baru itu.

Umumnya kehadiran suatu motor baru beberapa tahun terakhir masih berkutat di sekitar perubahan tampilan saja. Sebut saja di sektor desain bodi, mulai bentuk lampu depan, panel spidometer, front flasher, cover handle, hingga lampu belakang.

Tapi kini ada tren lain. Strategi baru berupa penambahan kapasitas mesin sedang coba ditawarkan para perusahaan pemegang merek sepeda motor. Tak banyak-banyak memang, paling banyak penambahan itu hanya 10 cc. Misalnya dari motor 100 cc dinaikkan menjadi 110 cc, atau dari 110 cc di-upgrade menjadi 115 cc.

New Jupiter Z yang kini mengusung mesin 113,7 cc (115 cc) dari sebelumnya 110 cc sebetulnya bukan motor pertama yang kelas cc-nya dinaikkan. Setahun lalu pada gelaran Jakarta Motorcycle Show 2008, Yamaha sudah lebih dulu meluncurkan Yamaha Vega ZR yang merupakan penyempurnaan Yamaha Vega berkapasitas 110 cc. Persis seperti Jupiter, Yamaha Vega yang baru ini naik dari 100 cc menjadi 113,7 cc.

Di waktu yang berbeda, PT Astra Honda Motor (AHM) juga melakukan hal yang sama. Berbeda dengan peluncuran bebek sebelumnya yang sebatas facelift, kali ini AHM menyiapkan motor bebek dengan kapasitas lebih besar daripada pendahulunya. Honda Revo yang tadinya hanya 100 cc dinaikkan menjadi Honda Absolute Revo dengan mesin 110 cc.

Apa sebenarnya yang diharapkan pabrikan dengan penambahan kapasitas mesin yang cuma secuil itu? Mohammad Masykur, Manager Model Planning Development R&D Division YMKI, menyebut tenaga, torsi, dan akselerasi menjadi pertimbangan.

Pada New Jupiter Z misalnya. Dengan kapasitas mesin yang baru, kini tenaga dan torsi maksimum bisa diperoleh pada putaran yang lebih rendah, bahkan sampai 500 rpm di bawah mesin yang lama. “Akselerasinya lebih cepat 0,1 detik untuk 0-100 meter. Kecepatan maksimum juga naik dari 88 menjadi 95 km/jam,” jelasnya.

Strategi life cycle

Yang tak kalah menarik, dengan meluncurkan motor upgrade ini pabrikan sampai berani menghentikan (discontinue) produk lamanya. Sebuah strategi yang cukup berani mengingat sebetulnya motor-motor lama yang di-discontinue itu, seperti Honda Revo dan Yamaha Jupiter Z, sama-sama merupakan penguasa di kelas motor cubs di Indonesia.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), selama kurun waktu 2008, Revo 100 cc mampu mencatat penjualan 1.196.418 unit. Jupiter Z versi lama mencatatkan raihan angka penjualan sebanyak 564.593 unit atau 38,8% market share kelas motor menengah.

Honda, melalui Direktur Pemasaran AHM yang kala itu dijabat Johannes Loman, beralasan mereka sengaja menyetop produksi Honda Revo versi lama dan Supra Fit X yang sama bermesin 100 cc karena ingin memperkuat segmen di atasnya, yaitu kelas bebek di bawah 125 cc.

“Dengan kehadiran Honda Absolute Revo, kami optimistis mampu menguasai 62% pasar kelas bebek di bawah 125 cc pada 2009, naik dari 2008 yang sebesar 56%,” ujarnya.

Alasan Vice President Director YMKI Dyonisius Beti, peluncuran Jupiter Z baru dan penghentian produksi versi lama ini terkait dengan strategi life cycle yang diusung Yamaha. Strategi yang meyakini bahwa suatu produk sepeda motor biasanya memiliki rentang waktu 3-5 tahun.

Artinya setelah memasuki tahun ketiga, sepeda motor Yamaha dituntut melakukan perubahan. Baik itu sekadar perubahan eksterior ataupun dalam bentuk perubahan keseluruhan mulai desain hingga mesin. “Peluncuran ini sudah on schedule, pada 2004 lalu diluncurkan generasi pertama Jupiter, lalu minor change di 2007. Kini 2009 perubahan total dilakukan pada Jupiter Z,” jelasnya.

Meski mengaku belum akan melakukan hal yang sama, Edi Darmawan 2w Marketing Promotion & Dealer Development PT Suzuki Indomobil Motor menilai tren peningkatan cc suatu sepeda motor seperti ini tentu dilandasi kebutuhan konsumen itu sendiri. Kini banyak konsumen khususnya anak muda memilih motor berkapasitas tinggi dengan harapan dapat memperoleh performa baik. “Barangkali itu salah satu alasan pabrikan menaikkan cc produk motornya.”

Persoalannya, naiknya cc sudah pasti diikuti kenaikan harga. Artinya, lagi-lagi konsumen dipaksa merogoh kocek mereka lebih dalam. Lalu, ke mana akan larinya konsumen yang tidak mampu mengikuti strategi dan kemauan produsen?