Archive for the ‘TVS’ Category

TVS Apache RTR 180 cc adalah salah satu varian sport TVS Apache All New RTR Series dari TVS Motor yang diluncurkan minggu lalu (11/6) di Jakarta. Kehadiran varian sport unggulan produsen sepeda motor India tersebut dilanjutkan di Pekan Raya Jakarta 2012, Kemayoran.

Agus Dharmawan, konsumen pertama TVS Apache RTR 180 cc hadir di stand TVS Motor Pekan Raya Jakarta, berkesempatan menerima penghargaan dari R. Anandakrishnan selaku Presiden Direktur PT TVS Motor Company Indonesia. Pemberian penghargaan sebagai konsumen pertama TVS Apache RTR 180 cc itu juga menandai Launching TVS Apache All New RTR Series 160cc dan 180cc untuk umum.

Sebagai konsumen pertama TVS Apache RTR 180 cc, Agus Dharmawan bukanlah sosok konsumen yang baru mengenal sepeda motor TVS. Dia sudah tertarik beli motor TVS sejak dari awal karena ketangguhannya, awet dan irit. 3 motor merk TVS sudah dibeli sebelumnya sejak 2011 yakni 1 unit TVS Neo 110 cc, 2 unit TVS Apache RTR 160 cc.

Agus Dharmawan sendiri lebih senang mengendarai TVS Apache RTR-nya untuk kegiatan sehari-hari, hingga untuk kegiatan turingnya bersama anak-anak komunitas motor TVS di Bandung, TBrac (TVS Brotherhood Rider Apache Community). Dari pengalamannya setiap turing ke Jogja hanya menghabiskan bensin tidak lebih Rp 40ribu saja.

TVS Apache RTR lainnya digunakan oleh putranya untuk kuliah. Motor lain yang dimilikinya, adalah bebek TVS Neo 110 cc digunakan sehari-hari oleh istrinya yang hingga kini varian bebek tersebut odometernya sudah digunakan lebih dari 23 ribu kilometer. TVS Neo sangat mendukung kegiatan sehari-harinya, tidak ada keluhan apapun. Hanya mengganti kampas kopling, ganti rantai.

Iklan

TVS MOTOR RAJAI MP5 DAN MP6

Posted: Juli 28, 2012 in TVS

Gelaran Kejurda Motoprix Seri 3 Kalimantan Baratyang diselenggarakan di Sirkuit Opu Daeng Manambon, Mempawah Kalimantan Barat telah sukses digelar. Dua seri sebelumnya digelar di Singkawang dan Pontianak.

Total ada 136 starter yang turut serta adu skill di sirkuit yang merupakan halaman parkir dari GOR Opu Daeng Manambon ini, dan kalau bicara karakter sirkuitnya sebagai visualisasi karakaternya seperti Sirkuit Maulana Yusuf di Serang Banten. Sirkuit berkarakter patah-patah dan hanya mempunyai straight yang pendek saja dan kaya akan ‘U’ Turn.

 

Pada Kejurda Motoprix Seri 3 Kalbar ini khususnya untuk kelas MP5 dan MP6 Juara Satu-nya di sapu bersih oleh TVS Fast Racing Team Kalbar, bahkan di kelas MP5 posisi ke 3 juga di sabet oleh TVS Fast Racing Team Kalbar.

 

“Persaingan sangatlah ketat, semua peserta berat-berat. Strategi yang saya jalankan di sirkuit berkarakter seperti ini dengan merebut posisi terdepan selepas start, karena jika tidak di depan dari awal maka akan menjadi berat untuk capai posisi terdepan nantinya,” ungkap Zaky Fuady, pembalap dari TVS Fast Racing Team Kalbar, kelahiran Pontianak 24 September 1996.

 

“Sebenarnya sirkuit Mempawah ini adalah sirkuit favorit saya, walaupun sirkuitnya sempit dan aspalnya sudah mulai kasar, tahun lalu saya di sirkuit ini borong Piala dan kali ini di Seri 3 2012 saya hanya harus puas di urutan 3 MP5,” ungkap Lian Hardiana “Teten” kelahiran 24 Juni 1998.

 

TVS Fast Racing Team adalah tim balap binaan Regional Distributor TVS Motor untuk wilayah Kalimantan Barat, PT Gemilang Surya Motorindo.

Turing Takluki Jawa-Lombok

Posted: Januari 31, 2011 in TVS

KESIBUKAN akan kegiatan sehari-hari, tak membuat para anggota TVS Motor Community (TMC) Chapter Lampung melupakan kopi darat (kopdar) dan turing bersama di sela-sela waktu luangnya. Selain bertujuan mempererat tali silaturahmi antar pengguna motor TVS, TMC ini juga menyempatkan waktu berkunjung di pabrik TVS Motor yang terletak di Karawang.

Turing bertema “TMC Lampung Nusantara” yang dilaksanakan di penghujung 2010 lalu, sejak 23 Desember para pengurus dan anggota TMC Chapter Lampung memulai start dari diler TVS Lampung di Jl. Teuku Umar No.16 A, Bandar Lampung, dengan menggunakan tiga unit motor TVS yaitu, dua unit TVS Apache RTR 160 cc dan satu unit TVS Neo 110 cc.

Dalam perjalanan melintasi pulau Jawa, Bali dan Lombok, para pengurus dan anggota TMC Chapter Lampung ini menyinggahi beberapa diler TVS Motor selama perjalanan dan bersilaturahmi dengan para pengurus dan anggota TVS Motor Community lainnya, seperti di Jakarta, Tegal, Semarang, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Bandung dan kota- kota lainnya.

Pada kesempatan itu, ke empat bikers tersebut juga melanjutkan turing menyeberang ke Pulau Lombok, sekaligus menjadi ajang pembuktian ketangguhan motor TVS yang mereka tunggangi. Sebelum menempuh perjalanan kembali ke Lampung, anggota turing ini menyempatkan diri berkunjung ke pabrik TVS Motor yang terletak di kawasan industri Suryacipta City Karawang Timur awal Januari lalu.

Mereka diterima dan disambut dengan ramah oleh V.Prabhakaran, Head of Manufacturing PT TVS Motor Company Indonesia, Joni Kiswanto, Service Manager dan Djody Herman, Product Trainer Manager. Pada kesempatan tatap muka tersebut, juga disampaikan kesan akan ketangguhan motor yang berasal dari India ini selama perjalanan turing ke empat bikers tersebut, sehingga selama perjalanan tidak menghadapi kendala yang berarti.

Total jarak tempuh perjalanan turing para brotherhood dari TMC Chapter Lampung ini adalah 3, 786 km membuktikan bahwa dalam 19 hari perjalanan turing dilakukan tanpa kendala yang berarti. Ke empat bikers asal Lampung ini pun kembali sampai di Lampung pada 9 Januari 2011.

Motor India pun Bisa Menari

Posted: April 15, 2010 in TVS

AKSI-aksi para freestyle telah terkenal mampu mendebarkan jantung para penontonnya. Aksi dasar wheelie (angkat roda depan) dan stoppie (angkat roda belakang) telah lekat dalam tiap penampilan mereka. Tidak perlu sepeda motor dengan modifikasi besar dalam melakukan aksi itu, cukup keberanian dan kemampuan yang mumpuni.

Seperti nampak disela-sela ajang kompetisi driftting yang berlangsung di Jiexpo, Kemayoran Jakarta, Sabtu-Minggu, 27-28 Maret 2010 lalu. Tiga frestyler lokal di atas tunggangan asal India, TVS mampu memukau ratusan penonton yang menyaksikan.

Dalam kesempatan itu, ketiga freestyler menggunakan TVS Apache RTR DD untuk menunjang penampilannya. Motor berkapasitas mesin 160 cc ini, tampak sangat ringan dan mudah ditaklukan menuruti kemampuan sang freestyler. Tak hanya mempertontonkan kecepatan, para freestyler juga memperlihatkan akurasi pengereman, keseimbangan, serta kemantapan handling TVS Apache.

Manuver wheelie yang dilakukan dengan mengangkat roda depan, dilanjutkan dengan aksi stoppie memberhentikan motor sambil mengangkat roda bagian belakang silih berganti ditampilkan. Dari kedua gaya tersebut kemudian dikombinasikan dengan gaya gaya ekstrem lainnya seperti wheelie sambil berputar, lepas tangan, atau stoppie dengan duduk diatas tangki bensin.

“TVS Apache RTR adalah motor sport yang tepat yang memiliki kelebihan baik dari segi kecepatan dan control, kedua hal inilah yang akan kita saksikan, baik dalam even drift battle maupun sajian khusus TVS Apache Freestlye,” ujar Benny Widyatmoko, GM Marketing PT. TVS Motor Company Indonesia (TMCI).

Selain mennampilkan suguhan freestyle pada ajang drift battle, TMCI memberikan TVS Apache RTR sebagai hadiah bagi pemenang kompetisi driftting tersebut. “Selama full seri drift batlle kita hadir, tentu dengan menampilkan produk andalan TVS,” tandas Nurlida Fatmikasari Corporate Communications TMCI.

Selanjutnya, TVS Motor akan hadir pada setiap seri Drift Battle yang akan diadakan dalam lima seri selama 2010, yakni, Seri 1 (27-28 Maret), Seri 2 (1-2 Mei), Seri 3 (31 Juli-1 Agustus), Seri 4 (9-10 Oktober), dan Seri 5 (20-21 November).

Setelah menyaksikan atraksi freestyle motor TVS Apache RTR 160, dapat terbukti bahwa motor ini termasuk sebagai motor yang serba bisa, dan sangat pas buat mereka yang suka atraksi freestyle. Selain bisa melesat dengan cepat, aksi wheelie , maupun aksi stoppie dengan sangat mudah dilakukan.

Rasanya penilaian TVS Apache RTR sebagai motor sport yang memiliki kelebihan baik dari segi kecepatan dan kontrol ini bukan sekedar omong kosong belaka.

Presdir Baru Siapkan Senjata Baru

Posted: Maret 12, 2010 in TVS, Yamaha

AWAL 2010 ini ada sesuatu yang beda pada jajaran manajemen Yamaha Indonesia. Tidak seperti tahun-tahun biasanya yang ditandai dengan peluncuran sepeda motor terbaru, tahun ini justru susunan manajemen Yamaha mengalami perubahan.
Terhitung Februari 2010, jabatan President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing yang sebelumnya dipegang Yoshiteru Takahashi diserahkan pada Tsuneji Suzuki. Perubahan terjadi karena masa jabatan Takahashi telah berakhir dan dia akan kembali ke Jepang untuk menduduki posisi managing director motorcycle operation di YMC Japan dan menjadi Chairman atau president komisaris di Yamaha Indonesia Group.
Dyonisius Beti yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Presdir YMKI akan menempati posisi terbarunya sebagai Presdir YMKI. Perubahan struktur kepemimpinan ini merupakan hal yang rutin dilakukan Yamaha. Tujuannya adalah untuk memberikan penyegaran dan peningkatan kualitas dari segi internal perusahaan, maupun persaingan di industri sepeda motor nasional.
“Selama 7 tahun bekerja bersama Yoshiteru, dia tidak kenal kompromi terhadap kualitas Yamaha Indonesia. Think global dan act local jadi strategi kami sehingga Yamaha semakin berkembang,” kenang Dyonisius kepada wartawan Senin (22/2) di ballroom Hotel Kempinski, Jakarta.
Dalam rentang waktu itu pula, Yamaha di Indonesia telah berkembang pesat, dahulu Yamaha hanya menduduki peringkat ketiga di industri sepeda motor nasional dengan 13% pangsa pasar. Kini, di Januari 2010 Yamaha bisa jadi menduduki peringkat pertama dengan 48% pangsa pasar.
Menurut Yoshiteru, ke depannya Yamaha Indonesia akan melakukan investasi besar dengan menambah produksi sepeda motornya. Hal itu diselaraskan dengan pertumbuhan permintaan yang diprediksi mencapai 8 hingga 9 juta unit sepeda motor per tahun. Dijelaskan nilai investasi lebih dari US$30 juta untuk menaikkan kapasitas produksi menjadi 3,7 juta unit pada 2011.
“Jelas Yamaha masih mau investasi lagi di Indonesia. Tidak hanya menambah jumlah produksi, tapi juga akan meluncurkan 6 model baru tahun ini,” ujar Yoshiteru.
Tidak hanya pabrikan berlambang garputala yang merombak strujtur kepemimpinan. PT TVS Motor Company Indonesia, bagian dari TVS Group, juga melakukan  hal yang kurang lebih sama. Pada Rabu (10/2), TVS mengumumkan anggota dewan komisarisnya yang baru, Prof. DR. Juwono Sudarsono. Ini berdasarkan hasil rapat Dewan Komisaris PT TVS Motor Company Indonesia yang berlangsung di Jakarta.
Sebelumnya salah satu anggota dewan komisaris adalah Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto melepaskan jabatannya sebagai anggota komisaris setelah diangkat sebagai Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan di Kabinet Indonesia Bersatu II.
“Kami sangat bangga dengan kesediaan Juwono Sudarsono yang telah memiliki pengalaman serta reputasi internasional untuk bergabung dan berada dalam jajaran dewan komisaris,” ujar Presiden Komisaris PT TVS Motor Company Indonesia, Nihal Kaviratne CBE.
TVS pun yakin, bimbingan dan arahan dari Juwono Sudarsono akan  sangat mendukung usahanya untuk bersaing di pasar Indonesia dan menjadikan PT TVS Motor Company Indonesia sebagai pusat produksi bagi pasar regional.
Perubahan struktur kepemimpinan ini sudah menjadi hal yang biasa dilakaukan oleh suatu perusahaan. Selain bertujuan memberikan penyegaran atau perbaikan performa, penguatan untuk berkompetisi jadi alasan dibalik semua ini. Kini tinggal menunggu kapan produk baru akan diluncurkan tahun ini.

TVS Motor Hadir di Palangka Raya

Posted: Mei 18, 2009 in TVS

Dealer TVS Palangka Raya berkonsep 3S (Sales-Service-Spare parts)

PT TVS Motor Company Indonesia,  bagian dari TVS Motor Company, produsen sepeda motor yang telah dipercaya lebih dari 12 juta pengendara di seluruh dunia, kini hadir lebih dekat dengan membuka jaringan dealernya di kota Palangka Raya, ibukota Propinsi Kalimantan Tengah. Melalui CV Karya Indah Arjuna sebagai dealer TVS Palangka Raya beralamat di Jl.Yos Sudarso Ruko Blok A1, No.3A Palangka Raya, para peminat roda dua kini dapat menjajal langsung keandalan motor TVS Neo 110 dan TVS Apache RTR 160.

Dalam kesempatan pembukaan dealer TVS Palangka Raya tersebut, hadir dari PT TVS Motor Company Indonesia; Gunawan Hanung selaku National Sales Manager, Adrion Tri selaku Area Manager dan Nurlida Fatmikasari selaku Corporate Communications. Dan hadir pula Budi Krisyantoro dari pihak Regional Distributor TVS Motor untuk wilayah KalSelTeng, PT Budi Bersaudara Makmur.

“Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, kini TVS Motor sangat senang bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat Palangka Raya. Kami berharap kehadiran kami dapat dimanfaatkan masyarakat untuk dapat langsung mencoba keandalan produk sepeda motor TVS, baik TVS Neo maupun TVS Apache. Apresiasi yang tinggi kepada mitra usaha kami, CV Karya Indah Arjuna untuk kepercayaan dan kerja sama yang solid untuk kesuksesan kita bersama,” ungkap Gunawan Hanung, National Sales Manager PT TVS Motor Company Indonesia, disela acara pembukaan dealer.

“Bangga dan optimis adalah dua kata yang tepat menggambarkan apa yang kami rasakan atas kehadiran TVS Motor. Sejak awal bermitra dengan TVS, saya sangat optimis bahwa produk dan layanan servis yang ditawarkan TVS memang berbeda. Kami siap menjemput bola di pasar potensial publik Palangka Raya dengan sederetan keunggulan inovasi produk di TVS Neo 110 cc dan TVS Apache RTR 160,” ujar Andri Susanto, Direktur TVS Palangka Raya.

TVS Neo 110 cc adalah motor bebek yang khusus dirancang untuk pengendara motor Indonesia. Memiliki keunggulan fitur-fitur berupa i-Ride, fitur kopling ganda, kopling otomatis dan manual dalam satu motor dan i-Charge, fitur pengisi baterai ponsel. Dengan beragam keunggulan fitur inovasi serta teknologi, TVS Neo 110 cc baru-baru ini mendapat penghargaan Otomotif Award “The Best Feature & Technology” untuk kategori motor bebek 110 cc.

Sedangkan TVS Apache RTR 160 cc, adalah sebuah adi karya (masterpiece) sepeda motor jenis sport berkapasitas mesin 160 silinder mendapatkan penghargaan Otomotif Award “The Best Design” untuk kategori motor sport 160 cc.

Untuk harga produk TVS di Palangkaraya sangat kompetitif, untuk TVS Neo 110 cc

–          TVS Neo Drum Rp 10.430.000,-

–          TVS Neo Diskbrake Rp 11.365.000,-

–          TVS Neo Xi Rp 12.780.000,-

–          TVS Neo Xi Refresh Rp 12.940.000,-

Sementara TVS Apache RTR 160 dibanderol dengan harga Rp. 18.135.000,-.

Sampai dengan saat ini TVS Motor telah membuka 104 dealer berkonsep 3S di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Jumlah ini didukung oleh bengkel kemitraan yang saat ini berjumlah lebih dari 300 bengkel dengan para mekanik  andal yang secara berkala dilatih khusus oleh TVS Motor, sehingga siap menangani pelayanan kepada konsumen, mulai dari servis hingga penggantian suku cadang.