Archive for the ‘unik’ Category

Pangeran Putih Menentang Arus

Posted: Januari 17, 2010 in unik

DEMI mendapatkan poin tertinggi dalam suatu kontes modifikasi, beberapa unsur penting perlu diperhatikan sang builder dalam merancang bangun motornya. Unsur itu antara lain pengerjaan yang rapi, inovatif, memiliki nilai estetika dan orisinalitas ide serta aman dikendarai meski tampilan ekstrem.

Dengan berpegang pada pakem itulah motor modifikasi milik Haidir Rusdian, warga Samarinda dianugerahi gelar Best of the Best pada ajang kontes modifikasi U Mild U Bikers 2009 di Surabaya beberapa waktu silam. Motor Suzuki Thunder bertitel white knight tampil menawan dan futuristik melalui komponen yang menempel pada motor.

Tangki BBM hadir dengan karakter tegas, spakbor depan belakang persegi, ditambah aplikasi air scoop dengan grill vertical crom yang diselaraskan dengan knalpot double pipe. Tak cukup dengan itu, tempat kelistrikan dirancang menyerupai oil pump dengan desain eye catching dan selaras konstruksi bodi thunder.

Ide cerdas lain sang builder terlihat pada penempatan shock breaker belakang yang menyatu dengan rangka. Juga pada stang yang tampil clink tanpa kabel berseliweran.

Seluruh konstruksi thunder dibangun dengan konseptual serta dikerjakan kru bengkel modifikasi 9-9-Rand-Customwork dengan detail, rapi, dan berkarakter kuat. Untuk menguatkan tema white knight, bodi dilabur cat putih kombinasi cat hitam racikan spesies heckers. Haidir Rusdin mengaku desain motornya terinspirasi dari prostreet chopper. Lulut Wahyudi builder dari bengkel moge custom dari Retro Classic yang didaulat sebagai salah satu juri mengatakan, desain modifikasi motor Haidir Rusdian menentang arus modifikasi yang saat ini banyak terjebak pada desain-desain yang sekadar menempel tanpa mengindahkan fungsi.

Selain estetika yang baik, para modifikator memang diarahkan untuk juga mempertimbangkan fungsi teknik konstruksi yang benar. Nah, itu yang menurut Lulut sudah dilakukan Haidir dengan Thunder-nya.

“Membangun motor dengan desain seperti ini bukan hal mudah. Haidir mampu mengetengahkan teknik konstruksi dalam estetika agar motor masih bisa dikendarai dengan nyaman dan aman,” jelasnya.

Spesifikasi Modifikasi Suzuki Thunder 250 Builder : 9-9-Rand-Customwork Velg : HD-V Road Ban : Metzeler 120/70-19 fron-Avon 200-33-18 rear Rem : Brembo Suspensi : Up side down GSX 400 (front) Softail triple shok (rear) Odometer : Dakota Digital Spion : Performance Machine Frame : Fully hand made Finishing : Spesies Heckers black/pearl

Iklan

Skuter Listrik ala Peugeot

Posted: Januari 17, 2010 in unik

PABRIKAN otomotif asal Prancis, Peugeot, memang lebih dikenal sebagai salah satu merek kondang kendaraan roda empat. Namun, sebenarnya Peugeot juga memproduksi roda dua. Produk yang telah mereka kembangkan adalah skuter listrik. Setelah sempat vakum beberapa tahun, kini pabrikan berlambang singa jingkrak itu berencana akan kembali memasuki segmen pasar skuter listrik pada 2011.

Melalui skuter terbarunya, E-Vivacity, Peugeot berharap mampu memenuhi kebutuhan pasar Eropa yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan. E-Vivacity anyar ini sendiri merupakan skuter listrik kedua yang akan dijual secara massal.

Sebelumnya, E-Vivacity generasi pertama telah hadir pada 1996 dengan sumber tenaga baterai nickel-cadmium. Di era sekarang, sesuai dengan tuntutan zaman, E-Vivacity telah mengadopsi teknologi penampung listrik berbahan lithium-ion cobalt.

Kotak baterai skuter ini terletak di bawah kaki pengendara sehingga bagasi bervolume 35 liter di bawah jok masih mampu menampung barang bawaan. Proses pengisian baterai memakan waktu 4 jam, dengan 2 jam pertama sudah mampu mengisi 80% baterai.

Berbeda dengan konsep skuter listrik lainnya yang motor penggeraknya langsung terhubung dengan roda belakang, E-Vivacity masih memerlukan sabuk (belt drive) yang terhubung dengan roda belakang. Seperti mobil hybrid, tenaga listrik skuter ini pun dapat terisi kembali melalui proses pengereman. Kapasitas mesin skuter Peugeot ini pun setara dengan mesin bensin 50 cc. Jarak yang ditempuh juga mampu mencapai 80 km hingga 100 km dalam sekali isi baterai. Kecepatan maksimum yang dapat diraih hanya 45 km/jam. Dengan demikian, jelas peruntukan skuter ini adalah kaum urban komuter.

Dari tampilan luar, E-Vivacity nampak seperti skuter konvensional. Dengan rangka steel cradle, garpu kecil dan per pegas di belakang sebagai suspensi ditambah rem cakram ganda (200 mm depan dan 190 mm belakang) tersemat di ban berdiameter 12 inci. Dalam rilis yang tersebar, Peugeot tidak menyebutkan harga skuter listrik ini. Pasti akan bikin penasaran, akankah nama besar Peugeot di dunia roda empat akan mampu diwakili dengan produk skuter listriknya ini?

Pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu dan semua kendaraan tidak boleh lagi langsung belok kiri.

RAMBU lalu lintas yang memperbolehkan pengemudi kendaraan bermotor bisa langsung belok kiri tidak berlaku lagi. Berdasarkan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, pengemudi harus berpatokan pada rambu lalu lintas, yakni merah (berhenti), kuning (siap-siap), dan hijau (jalan).

Pengendara yang langsung belok kiri dengan mengabaikan lampu lalu lintas akan ditilang. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya (PMJ) Komisaris Besar Condro Kirono menjelaskan, sejak DPR mengesahkan UU Lalu Lintas No 22 pada 1 Juni 2009, ketentuan itu telah berlaku.

“Bagi yang melanggar bisa ditilang dengan denda maksimal Rp250 ribu,” ujar mantan Dirlantas Polda Jatim itu, kemarin. Jumlah denda yang harus ditanggung pelanggar akan diputuskan hakim dalam persidangan.

Hal itu diatur dalam Pasal 113 ayat 1 yang berbunyi pada persimpangan yang tidak dikendalikan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi wajib memberikan hak utama kepada kendaraan yang datang dari depan atau dari arah persimpangan lain.

Pengemudi yang datang dari cabang persimpangan lebih kecil ataupun dari pekarangan harus mendahulukan kendaraan yang datang dari jalan utama.

Selanjutnya, UU itu mengamanatkan pengemudi harus mengutamakan kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah kiri (jika persimpangan empat atau lebih dan sama besar).

Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri di persimpangan tiga yang tidak tegak lurus juga harus didahulukan. Begitu pula dengan kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan tiga tegak lurus.

UU tersebut belum diketahui masyarakat sehingga setiap penilangan di lapangan mengundang perdebatan. “Saya protes karena sebelumnya di pertigaan Jl Merdeka-Jl Imam Bonjol Kota Tangerang dari arah Jembatan Grendeng menuju Jl Imam Bonjol bisa langsung belok kiri. Saat ini tidak boleh lagi. Kalau kita berhenti, kendaraan dari belakang mengklakson keras-keras. Mereka teriakan kita bloon, serbasalah,” keluh Tjahyo, warga Tangerang.

Condro mengakui sosialisasi UU tersebut memang belum maksimal sehingga masih banyak pengendara yang tidak tahu. Pihaknya akan terus menyosialisasikan aturan-aturan tersebut. Sehubungan dengan rambu lalu lintas yang memperbolehkan belok kiri masih terpampang di beberapa ruas jalan, Condro mengatakan segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar menertibkan rambu-rambu tersebut. Rambu-rambu merupakan kewenangan Dinas Perhubungan DKI.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Riza Hasyim mengakui UU Lalu Lintas yang baru memang sudah terbit, tapi peraturan pemerintah (PP) tentang hal tersebut belum keluar. “PP-nya terbit paling Desember. Jadi, kami menyosialisasikan dulu melalui media cetak dan elektronik,” imbuhnya.

UU No 22 juga mewajibkan setiap pengendara sepeda motor menyalakan lampu pada siang hari. “Kalau dulu sifatnya imbauan. Sekarang sudah wajib sesuai UU yang baru,” tandas Condro.

Sandy, warga Mampang, Jaksel, mengeluhkan UU itu akan menguras isi dompetnya sebab dengan menyalakan lampu pada siang dan malam hari akan membuatnya sering ganti aki.

Pasal yang Perlu Diketahui pada UU Lalu Lintas yang Baru:

Paragraf 4 Belokan atau Simpangan Pasal 112 (1) Pengendara yang akan berbelok wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, samping, dan belakang kendaraan serta memberi isyarat baik dengan lampu penunjuk maupun isyarat tangan.

(2) Pengemudi kendaraan yang akan pindah lajur atau bergerak ke samping juga wajib mengamati situasi lalu lintas di sekitarnya serta memberi isyarat.

(3) Pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok ke kiri kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas dan alat pemberi isyarat lalu lintas.

Pasal 113 (1) Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi wajib memberi hak utama pada: a. Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah persimpangan lain jika hal itu dinyatakan rambu atau marka jalan.

b. Kendaraan dari jalan utama jika pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan jalan.

c. Kendaraan dari arah cabang persimpangan sebelah kiri jika cabang persimpangan empat atau lebih dan sama besar.

d. Kendaraan dari arah cabang sebelah kiri di persimpangan tiga yang tidak tegak lurus, atau e. Kendaraan dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan tiga tegak lurus.

(2) Jika persimpangan dilengkapi alat pengendali lalu lintas berbentuk bundaran, pengemudi harus memberi hak utama pada kendaraan lain yang datang dari kanan.

—————————-

Sumber: UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ungkap Selubung Kecelakaan Motor

Posted: Juli 16, 2009 in unik

airbag

DIBALIK sosoknya yang lebih kecil dan lebih lincah dibandingkan kendaraan roda empat, sepeda motor memiliki ancaman sebagai penyumbang kecelakaan terbesar di Indonesia. Pada Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) 2009 yang diselenggarakan pada akhir Juni terungkap data yang cukup mencengangkan terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor.
Data yang dihimpun Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM), korban meninggal akibat kecelakaan di Indonesia sudah mencapai lebih dari 30 ribu orang, dan sebanyak 65% korban meninggal adalah pengguna sepeda motor. Selain populasinya memang lebih banyak ketimbang mobil, sepeda motor juga minim instrumen keselamatan.

“Pengguna sepeda motor itu umumnya orang berusia produktif. Anggaplah angka 30 ribu itu benar, berarti sekitar 19 ribu lebih generasi penerus hilang di jalanan,” ujar pengamat transportasi dari Global Road Safety Patnership (GRSP) Indonesia, Giri Suseno Hadihardjono.

Banyaknya jumlah korban kecelakaan sepeda motor, selain disebabkan faktor pengendaranya, faktor kelengkapan alat keselamatan berkendara juga berperan. Fitur keselamatan di sepeda motor terbilang sederhana, selain rem saat ini pengendara sepeda motor masih mengandalkan helm.

Hal itu menarik karena semua berasal dari sejarah terciptanya sepeda motor. Pada awalnya moda transportasi ini dibuat sebagai bagian dari uji coba untuk menciptakan kendaraan roda empat. Pengembangan teknologi sepeda motor pun kurang diperhatikan, terutama pada komponen keselamatan.
Airbag Honda
*Rem Pakai Kayu*
Seperti sektor pengereman, sepeda motor pertama yang dijual secara umum buatan Hildebrand und Wolfmüller (1894) minim komponen keselamatan ini. Untuk mengerem, motor yang memiliki kecepatan maksimum 40 km/jam itu hanya mengunakan balok kayu yang digesekan pada ban depan.

Teknologi pengereman yang baik, baru tercipta pada 1915. Dimana sepeda motor telah dilengkapi dengan rem depan dan belakang saja. Kini pengendara motor patut bersyukur dengan hadirnya teknologi rem cakram (disc brakes). Tinggal tarik tuas rem, oli rem keluar dari tabung menuju kaliper membuat bantalan rem menghentikan putaran cakram, seketika motor pun berhenti.

Sama halnya dengan instrumen lain dalam keselamatan berkendara sepeda motor yang juga terus berevolusi adalah helm. Awalnya saat sepeda motor terus berkembang, dan kecepatan terus bertambah belum ada satu pihak pun yang memperhatikan peran penting dari helm.

Antara rentang waktu 1931 hingga 1953, kecepatan suatu sepeda motor semakin berkembang dan jumlah kecelakaan pun semakin tinggi. Persaingan balap antara motor Harley Davidson dengan Indian Motorcycles banyak memakan korban.

Hingga pada 1953 seorang professor dari University of Southern California (USC), C.F. Red Lombard mematenkan suatu alat yang mampu mereduksi benturan pada kepala saat terjadi kecelakaan. Walaupun masih diperdebatkan asal muasal helm, tapi helm karya Lombard merupakan titik awal pengembangan helm moderen yang ada saat ini.

Memang pada kodratnya sepeda motor memang alat transportasi darat yang paling beresiko. Pengendara hanya ditopang oleh dua bidang kecil dari ban sepeda motor, praktis hal ini menghadirkan resiko keseimbangan yang labil. Belum lagi keadaan jalan di Indonesia pada umumnya yang bergelombang dan rusak pada beberapa bagian.

Tidak logis jika menyalahkan pihak yang menciptakan sepeda motor atas kecelakaan yang ditimbulkan oleh sepeda motor. Pabrik telah membuat sepeda motor dengan sedemikian rupa agar aman untuk dikendarai. Namun perilaku pengendara dan pemiliknya yang kurang mengindahkan keselamatan yang menyebabkan itu semua.

SEORANG pria berambut gondrong dan tidak tersisir rapi dengan gagah mengendarai motor trail, Suzuki TS 100. Celana jeans biru sobek yang dikenakannya, menambah kesan jiwa anak muda yang bebas. Anak muda itu bernama Troy. Seorang superstar di dunia balap motorcross, keahliannya mengendarai motor trail membuat dirinya menjadi pusat perhatian para wanita.
2008_01_08_bikepics-1141108-800 Sosok pria itu nampak jelas dalam film lawas Indonesia berjudul Roda-Roda Gila (1977). Sosok Troy yang diperankan aktor Roy Marten ternyata mampu membius penonton di era itu. Banyak anak muda mencontoh penampilan sang aktor, mulai dari gaya berpakaian hingga sepeda motor yang dikendarai Roy dalam film tersebut.

Tidak hanya di film itu sosok motor trail diperlihatkan ketangguhannya. Banyak film-film nasional pada tahun 1980-an juga menyuguhkan tontonan aksi-aksi kehebatan sebuah motor trail, sebut saja, Ali Topan Anak Jalanan (1977), dan beberapa film yang dilakoni ikon film laga, Barry Prima pada masa kejayaannya itu.

Tak ayal lagi, jenis sepeda motor trail menjadi motor idaman para anak muda. Komunitas anak muda pengendara motor trail pun bermunculan. Produsen sepeda motor seperti Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki pun mengambil keuntungan dari tren motor anak muda tersebut.
Seperti pabrikan berlambang garpu tala (Yamaha) menjagokan produk trailnya, DT 100 dan 125. Seakan tak mau kalah dengan Suzuki, dan Yamaha, Kawasaki pun juga ikut meramaikan pasar dengan KE 125-nya. Ketiga produk motor yang diluncurkan pada era 1980-an itu, memiliki satu kesamaan dalam spek teknologi. Ketiganya masih mengandalkan tenaga mesin 2tak.

kwas
Kekuatan motor-motor trail lawas tersebut juga sangat memukau, sebut saja Suzuki TS 100 yang diproduksi pada 1977. Mengandalkan mesin satu silider dengan 5 percepatan, motor ini mampu menembus top speed hingga 110 km/jam. Sementara untuk Yamaha DT 125 mampu menghasilkan tenaga 13 horse power (HP) atau mampu mencapai kecepatan penuh 105 km/jam.

*Trail Berjaya*

Era tahun 1980-an menjadi puncak kejayaan motor trail di pasar otomotif nasional. Romansa itu kembali dikenang oleh salah seorang pengemar motor trail, Tato Sapoetro (53). “Walaupun harga motor trail lebih mahal dibanding motor jenis lainnya, tapi juga gengsinya saat itu lebih gede,” kenang pria yang dikenal sebagai bapaknya klub Suzuki itu.

Menurutnya saat itu persaingan motor enduro yang paling ketat adalah antara Yamaha dan Suzuki. Hal itu juga dibenarkan oleh mantan manajemen Yamaha, Heri Setianto. Pria ramah yang bergabung dengan Yamaha pada 1978 itu sempat merasakan hingar bingar tren motor trail.
Heri menuturkan saat itu ajang balap motorcross menjadi wadah para pencinta motor berjenis trail di Indonesia. Namun seiring perjalanan waktu, tren sepeda motor dual purpose itu kembali redup.

Memasuki era 1990-an hingga 2000 ajang kompetisi motorcross kembali tidak bergairah, diduga menjadi salah satu penyebabnya. “Sekarang mencari tanah kosong untuk pertandingan motorcross sulit, banyak tanah lapang telah dibangun menjadi daerah pemukiman atau perumahan,” kata Heri.
Kini komunitas trail perlahan kembali nampak, tapi dengan cap yang berbeda. Jika pada era tahun 1980-an, penyuka motor trail datang dari semua kalangan. Sekarang pengendara jenis motor khusus medan berat ini hanya diminati kalangan orang-orang berduit atau dari kalangan menengah ke atas.

Hal itu patut dimaklumi karena tidak ada pelaku motor nasional menyediakan motor jenis ini, para peminat motor trail harus membelinya secara impor. Misal saja motor dari pabrikan Austria KTM yang memiliki jenis motor trail beragam itu dibandrol dengan harga di atas motor biasa. Harga termurah motor KTM sekitar Rp 45 juta, hingga paling mahal bisa mencapai Rp 300 juta.

Tapi sekarang penggemar trail tak perlu bersusah payah mencari sampai ke luar negeri segala karena salah satu pelaku otomotif roda dua nasional yaitu PT Kawasaki Motor Indonesia saat ini sudah meluncurkan motor trail. Tapi apakah tren motor trail bisa kembali muncul? Masih patut dipertanyakan, karena menilik hanya satu pabrikan saja yang berani bermain di pasar motor trail.

foto trail

BMW S1000 RR

Posted: Mei 27, 2009 in unik

2009-BMW-S1000RRbOLsm

MESKI BMW S1000RR belum mencatatkan prestasi besar di kejuaran dunia Superbike namun siapapun tak akan sanggup menyangkal kalau Beemer baru ini merupakan sosok monster di jalan raya. Bukan hanya tenaganya yang mencapai 193hp, BMW S1000RR dibekali dengan kombinasi fitur ABS yang lebih cerdas dan ringan dibanding Honda.

Variable intake tracts dan exhaust butterflies-nya lebih unggul dari sistem milik Yamaha dan MV Agusta. Sistem pemetaan mesin variabel 4-mode-nya pun lebih baik dibanding Suzuki. Belum lagi sistem pengendali traksi yang terintegrasi dengan manajemen mesin berteknologi fly-by-wire yang kerjanya lebih logis dari milik Ducati.

S1000RR dikemas dalam paket teknologi paling sophisticated yang pernah ada di dunia sepeda motor. Semua fitur yang dimilikinya terhubung dengan sistem untuk menunjang kemampuan manuvernya di segala kondisi. Contohnya saat hujan dan mode ‘rain’ aktif, sistem akan segera mereduksi tenaga hingga 150hp untuk memaksimalkan sistem traction control dan ABS.

Namun begitu di trek kering pada ‘slick’ mode, saat disentak, sistem akan ‘melepas’ tenaga mesin hingga batas akhir. Pada kondisi itu traction control-nya akan memberikan jeda lebih dari 5 detik untuk memberi kesempatan pengendara melakukan aksi wheelie sampai komputer  membatasi tenaga mesin yang berlebihan agar tetap terkendali dengan baik.

Pada ‘slick’ mode, sistem rem ABS-nya akan mengatur tekanan rem belakang untuk memaksimalkan stabilitas pengereman, namun ketika pengendara menambahkan tekanan rem belakang, sistem ABS akan me-nonaktifkan peranannya agar roda belakang terkunci sehingga pengendara berpengalaman dapat mempertajam sudut belokan.

Jangan khawatir pengendara tak bisa melakukan aksi ‘burn out’ seperti Valentino Rossi saat merayakan kemenangan. Pasalnya sistem kontrol traksi dinamis dan ABS dapat dimatikan untuk memungkinkan aksi fogging lewat ban belakang yang terbakar.

Semua itu baru sebagian saja kelebihan yang dimiliki monster jalan raya Jerman ini, karena masih ada beberapa kelebihan lain dari segi material, desain dan beberapa unsur penting yang dimiliki BMW S1000RR yang tak dimiliki para pesaingnya.

PENGENDARA motor itu berdiri di atas tangki motornya yang sedang berjalan, sesaat kemudian melakukan salto, melayang beberapa detik dan kemudian mendarat mulus di permukaan tanah tepat di belakang motor supersportnya yang tak berhenti. Aksi mendebarkan yang membuat penonton terperangah ini bukanlah aksi dari adegan film silat, namun aksi freestyler asal Amerika Aaron Twite. Pria berusia 27 tahun asal Atlanta, Georgia ini menamakan trik andalannya ini Kamikaze dan membuatnya menjuarai berbagai kompetisi stuntwars dunia.

Tak perlu keluar negeri untuk melihat langsung aksi Aaron, karena dia juga akan hadir di Indonesia, di gelaran U Mild U Bikers Festrack 2009 di Sirkuit Kalan Samarinda (16-17/5) dan Mega Mas Manado (30-31/5). Aksi-aksi mendebarkan dari Aaron bakal ditunggu-tunggu oleh para bikers penggemar olahraga akrobatik di atas motor
Menjadi jawara freestyle dunia seperti Aaron bukan tercipta tanpa usaha. Untuk menjadi terlatih, tak jarang mereka harus merasakan cidera karena melakukan atraksi yang berbahaya. Sebelum menjadi juara dunia, Aaron juga seringkali menderita cidera seperti patah tulang.“Saya pernah cedera berat dan menghabiskan biaya perawatan rumah sakit sebesar USD 40.000 (sekitar Rp400 juta), tapi saya pantang menyerah, cidera sudah jadi resiko,“ tandas Aaron.

Memulai terjun ke dunia stuntrider pada tahun 2004, latihan demi latihan dilewatinya, hingga buah dari kegigihannya setahun kemudian pria memiki hobi fotografi ini sudah mengumpulkan berbagai macam trophy Best Trick di Stuntwars Competition.

Prestasi terbaru di tahun 2008 saja ia tercatat telah memenangkan tiga kali stuntwars di Orlando dan Wisconsin, tiga kemenangan di stuntfest dan lima kali kejuaran XDL. Keahliannya berakrobatik juga membuatnya dilirik oleh sutradara film The Judgement Day 3 yang mengajaknya untuk menjadi stuntrider di film itu.